Sebuah perusahaan yang menghasilkan sebuah produk, pasti memiliki bagian produksi di dalamnya. Bagian produksi merupakan salah satu bagian perusahaan yang bertugas mengatur kegiatan yang diperlukan untuk terselenggaranya kegiatan produksi. Kegiatan produksi perlu diatur agar berjalan dengan lancar dan hasil produksi terjamin kualitasnya, sehingga bisa diterima oleh masyarakat sebagai pemakainya.
Dalam melaksanakan tugasnya, bagian produksi memerlukan pedoman kerja. Pedoman kerja digunakan sebagai arah kerja agar alur kerja lebih runut dan teratur. Salah satu pedoman kerja yang bisa digunakan adalah contoh SOP Produksi. Dengan menggunakan pedoman yang tepat maka bagian produksi akan mencapai sasaran dengan baik.
Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan pedoman sangat penting. Kali ini kami akan membahas mengenai operasional bagian produksi, masalah umum yang sering dihadapi, dan cara mengatasinya.
Operasional Bagian Produksi
Sebelum membahas mengenai operasional kegiatan produksi, mari bahas mengenai apa itu bagian produksi? Bagian produksi adalah salah satu bagian perusahaan yang bertugas untuk mengelola kegiatan kegiatan yang berkaitan dengan proses produksi.
Dalam menjalankan tugasnya, bagian produksi tidak menjalankan tugasnya sendirian. Mereka akan bekerja sama dengan bagian lainnya, seperti bagian marketing, bagian keuangan, serta bagian akuntansi. Karena melakukan kerja sama dengan bagian lain, maka harus dilakukan koordinasi kerja agar semua bagian dapat berjalan selaras dan mencegah terjadinya konflik antar bagian.
Bagian produksi membutuhkan pedoman untuk mengatur alur kerja. Pedoman diperlukan agar mereka bisa menjalankan tugas dengan baik, sehingga hasil produksi tetap berkualitas, jumlahnya tepat, dan tidak menghabiskan banyak biaya. Ada pun tugas yang dilakukan pada kegiatan produksi antara lain:
- Perencanaan produk
- Perencanaan luas pabrik
- Perencanaan lokasi pabrik
- Perencanaan layout mesin-mesin pabrik
- Perencanaan bahan baku
- Pengaturan tenaga kerja
- Pengawasan kualitas
Masalah yang Sering Dihadapi
Dalam menjalankan tugasnya, tentu ada beberapa masalah yang sering dihadapi. Berikut masalah produksi yang sering terjadi.
- Jumlah Produksi Tidak Sesuai
Dalam kegiatan produksi, jumlah barang atau produk yang diproduksi harus direncanakan dengan baik agar kuantitasnya sesuai dengan kebutuhan. Apabila jumlah produksi terlalu banyak akan mengakibatkan hasil produksi menumpuk di gudang. Penumpukan produk di gudang akan mengakibatkan kerusakan pada barang selama masa penyimpanan dan mengakibatkan nilai jual barang menurun.
Di sisi lain, bila jumlah produksi sedikit maka tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yang menginginkannya. Selain itu akan mempengaruhi profit perusahaan, kepercayaan pelanggan, dan stabilitas pekerjaan.
- Cacat Produk
Jumlah produksi yang sesuai tidak ada artinya bila kualitas produk yang dihasilkan tidak sesuai standar. Contoh produk yang tidak sesuai standar adalah produk yang mengalami cacat produk.
Cacat produk dapat terjadi di setiap bagian proses produksi, bahkan dapat terjadi sebelum proses dimulai, seperti pemakaian bahan baku dengan kualitas rendah. Di sinilah quality check dibutuhkan. Quality check harus memastikan standar mutu bahan baku dan menolak tegas bahan baku dengan mutu rendah. Apabila sudah terlanjur dan produk yang dihasilkan cacat, maka pihak produksi tidak menyalurkan produk tersebut dan harus dimusnahkan.
Selama proses produksi, petugas produksi harus memantau pada proses mana yang berpotensi menimbulkan cacat produk. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan terjadinya cacat produk.
- Biaya Produksi Tinggi
Setelah memastikan hasil produksi bagus, pastikan pula biaya produksi tidak terlalu besar. Biaya produksi yang terlalu tinggi mengakibatkan harga pokok produksi menjadi besar dan mengakibatkan harga jual produk meningkat. Apabila harga jual produk meningkat, maka konsumen akan kesulitan menjangkaunya.
- Sepi Order
Dalam usaha, pasti ada masanya sepi order. Pada bagian produksi, sepi order dapat menyebabkan target produksi menurun. Hal ini akan berdampak pada profit perusahaan. Berikut beberapa faktor penyebab sepi order.
- Pelanggan menurunkan jumlah pemesanan karena faktor internal
- Pelanggan menarik pemesanan dan melimpahkan ke pesaing
- Pelanggan menutup order karena bangkrut
Solusi Masalah Produksi
Masalah-masalah yang terjadi pada kegiatan produksi bisa dicegah dengan menerapkan pedoman kerja. Pedoman kerja digunakan sebagai panduan arah kerja bagi kegiatan produksi. Pedoman kerja yang baik akan membantu para pekerja di bagian produksi untuk menjalankan tugas dengan baik dan minim kesalahan. SOP membantu Anda untuk mengontrol seluruh kegiatan produksi, mulai dari perencanaan jumlah produksi, mengontrol biaya produksi, mengontrol kualitas produk, dan memenuhi target produksi. Salah satu pedoman kerja yang bisa digunakan adalah contoh SOP Produksi milik Ruang SOP.
Pedoman kerja SOP Produksi tersebut berisikan prosedur kerja yang berhubungan dengan kegiatan produksi. Berikut daftar isi dari SOP Produksi tersebut.
- Prosedur Penerimaan dan Penanganan Bahan Baku;
- Pengelolaan Bahan Baku Menjadi Produk Jadi;
- Prosedur Penyimpanan Barang Jadi;
- Prosedur Penyimpanan Barang Jadi;
- Prosedur Pengawasan Mutu;
- dan prosedur lainnya terkait kegiatan produksi.
SOP Produksi ini bisa langsung diterapkan pada perusahaan Anda. Bagusnya lagi, SOP ini bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan auditable. Dengan menggunakan SOP Produksi milik Ruang SOP, Anda bisa menjalankan kegiatan produksi secara sistematis dan berjalan secara autopilot, sehingga Anda tidak perlu mengawasi setiap saat.




