SOP PPIC: Panduan Lengkap, Contoh, dan Paket SOP Siap Pakai dari Ruang SOP

Ruang SOP / Blog

SOP PPIC

SOP PPICDalam dunia industri manufaktur, perencanaan dan pengendalian produksi adalah kunci utama agar kegiatan operasional berjalan efisien, tepat waktu, dan sesuai permintaan pasar. Di sinilah PPIC (Production Planning and Inventory Control) berperan penting. PPIC bertanggung jawab untuk memastikan seluruh proses produksi — mulai dari perencanaan bahan baku, penjadwalan produksi, hingga pengendalian stok — berjalan secara terpadu dan efisien.

Namun, di banyak perusahaan, divisi PPIC sering kali menghadapi kendala seperti miskomunikasi antar departemen, keterlambatan jadwal produksi, hingga kelebihan atau kekurangan stok bahan baku. Salah satu solusi efektif untuk mengatasi masalah tersebut adalah menerapkan SOP PPIC (Standard Operating Procedure PPIC) yang terdokumentasi dengan baik.

SOP PPIC bukan sekadar panduan kerja, melainkan sistem standar yang mengatur bagaimana proses perencanaan, pengawasan, dan pelaporan dilakukan. Dengan SOP PPIC yang jelas, setiap karyawan memahami tanggung jawabnya, alur kerja menjadi lebih efisien, dan risiko kesalahan produksi dapat diminimalisir.

Artikel ini disusun oleh Ruang SOP, penyedia paket SOP siap pakai untuk berbagai industri, termasuk manufaktur, logistik, dan distribusi. Panduan ini akan menjelaskan secara lengkap tentang SOP PPIC, mulai dari pengertian, manfaat, komponen penting, langkah penyusunan, hingga contoh SOP PPIC yang dapat langsung diterapkan di perusahaan Anda.

Pentingnya SOP PPIC dalam Perusahaan Manufaktur

SOP PPIC memiliki fungsi vital dalam menjaga keseimbangan antara permintaan pasar, kapasitas produksi, dan ketersediaan bahan baku. Tanpa SOP, proses PPIC berpotensi berjalan tidak konsisten dan menimbulkan dampak besar terhadap produktivitas. Berikut beberapa alasan mengapa SOP PPIC sangat penting:

1. Menjamin Ketepatan Jadwal Produksi

SOP membantu memastikan setiap aktivitas perencanaan dan eksekusi produksi mengikuti timeline yang telah ditentukan. Dengan adanya SOP, koordinasi antara bagian produksi, gudang, dan pembelian dapat dilakukan dengan lancar.

2. Mengontrol Persediaan Secara Efektif

SOP PPIC mengatur proses perencanaan kebutuhan material (Material Requirement Planning). Hal ini mencegah terjadinya overstock maupun stockout yang bisa menghambat proses produksi.

3. Meningkatkan Koordinasi Antar Departemen

Divisi PPIC berinteraksi langsung dengan bagian produksi, pembelian, gudang, hingga marketing. SOP membantu menyatukan sistem komunikasi dan alur informasi antar departemen agar tidak terjadi tumpang tindih tanggung jawab.

4. Menjamin Kualitas dan Efisiensi Produksi

Dengan SOP, setiap langkah dalam perencanaan hingga pengendalian produksi memiliki standar yang jelas. Proses dapat diukur menggunakan indikator kinerja (KPI), seperti lead time produksi, tingkat pemakaian bahan baku, dan ketepatan pengiriman.

5. Mendukung Pengambilan Keputusan Manajemen

SOP PPIC menyediakan data dan laporan yang sistematis. Data ini membantu manajemen dalam memutuskan kapasitas produksi, perencanaan tenaga kerja, hingga strategi pembelian bahan baku jangka panjang.

Komponen Utama SOP PPIC

Agar berfungsi efektif, setiap SOP PPIC harus mencakup beberapa komponen penting yang mengatur seluruh proses produksi dan pengendalian inventori. Berikut elemen utama yang perlu dimasukkan dalam SOP PPIC:

1. Tujuan SOP

Menjelaskan secara spesifik mengapa SOP tersebut dibuat. Misalnya:
“SOP ini bertujuan untuk memastikan kegiatan perencanaan produksi dan pengendalian persediaan dilakukan secara efektif, efisien, dan sesuai target produksi perusahaan.”

2. Ruang Lingkup SOP

Menentukan batasan kegiatan dan bagian yang terlibat. Contoh: SOP PPIC mencakup aktivitas perencanaan material, jadwal produksi, pengawasan persediaan, dan pelaporan hasil produksi.

3. Definisi Istilah dan Singkatan

Bagian ini penting agar setiap istilah teknis yang digunakan memiliki arti yang sama bagi seluruh tim. Contoh:

  • Lead Time: Waktu antara pemesanan bahan baku dan kedatangan barang.

  • MRP (Material Requirement Planning): Sistem perencanaan kebutuhan material berdasarkan jadwal produksi.

4. Prosedur Pelaksanaan

Merupakan bagian inti dari SOP PPIC yang berisi langkah-langkah operasional secara rinci. Contoh umum dalam SOP PPIC meliputi:

  1. Mengumpulkan data rencana permintaan produk.

  2. Menyusun jadwal produksi berdasarkan kapasitas mesin dan tenaga kerja.

  3. Menghitung kebutuhan bahan baku menggunakan sistem MRP.

  4. Mengajukan permintaan pembelian bahan baku ke bagian procurement.

  5. Melakukan pengendalian stok bahan baku dan barang jadi.

  6. Menyusun laporan harian/mingguan PPIC.

5. Penanggung Jawab (PIC)

SOP harus menyebutkan siapa yang bertanggung jawab di setiap tahap, seperti:

  • PPIC Manager: Menyetujui rencana produksi dan memastikan kesesuaian antara permintaan dan kapasitas.

  • Planner: Membuat jadwal produksi dan perhitungan kebutuhan bahan baku.

  • Inventory Controller: Memantau stok bahan baku dan produk jadi.

6. Dokumen dan Formulir Pendukung

Contoh dokumen yang sering digunakan dalam SOP PPIC antara lain:

  • Formulir Perencanaan Produksi (Production Plan Form)

  • Formulir Permintaan Bahan Baku

  • Laporan Realisasi Produksi

  • Laporan Stok Harian

7. Indikator Kinerja (KPI)

Untuk mengukur efektivitas pelaksanaan SOP PPIC, perusahaan perlu menetapkan KPI seperti:

  • Ketepatan jadwal produksi (% on-time production)

  • Akurasi perencanaan kebutuhan material

  • Rasio persediaan optimal

  • Efisiensi penggunaan bahan baku

8. Revisi dan Pembaruan SOP

Karena proses produksi dapat berubah akibat perkembangan teknologi atau strategi bisnis, setiap SOP PPIC harus memiliki ketentuan revisi berkala minimal setiap enam bulan.

Contoh Struktur SOP PPIC

Berikut contoh struktur sederhana SOP Perencanaan Produksi Harian (Daily Production Planning) yang biasa digunakan di industri manufaktur:

Komponen Contoh Isi
Judul SOP SOP Perencanaan Produksi Harian
Tujuan Menjamin setiap aktivitas produksi harian berjalan sesuai kapasitas dan target perusahaan
Ruang Lingkup Bagian PPIC, Produksi, dan Gudang
Prosedur 1. PPIC mengumpulkan data permintaan harian.

2. Menyusun jadwal kerja mesin dan tenaga kerja.

3. Mengirimkan jadwal produksi ke kepala bagian produksi.

4. Memantau hasil produksi aktual dan membuat laporan harian.

Penanggung Jawab PPIC Supervisor
KPI Tingkat ketepatan jadwal produksi minimal 95%
Dokumen Pendukung Formulir Rencana Produksi Harian, Laporan Realisasi Produksi

Dengan struktur seperti ini, setiap langkah dalam kegiatan PPIC menjadi lebih jelas dan terarah.

Hubungan SOP PPIC dengan Efisiensi Operasional

SOP PPIC tidak hanya mengatur alur kerja, tetapi juga menjadi alat kontrol manajemen dalam meningkatkan efisiensi. Ketika semua aktivitas berjalan sesuai prosedur, perusahaan dapat:

  • Mengurangi biaya penyimpanan bahan baku yang berlebih.

  • Menghindari keterlambatan produksi akibat kekurangan material.

  • Menekan tingkat cacat produk dengan kontrol kualitas yang lebih baik.

  • Mempercepat pengambilan keputusan karena data yang disajikan PPIC lebih akurat.

Oleh karena itu, penerapan SOP PPIC yang konsisten akan berdampak langsung pada profitabilitas dan stabilitas rantai pasok perusahaan.

Kesimpulan Bagian 1

Bagian pertama ini menegaskan bahwa SOP PPIC adalah instrumen vital untuk menjaga keseimbangan antara produksi dan persediaan dalam sistem manufaktur modern. Dengan SOP yang terstruktur, tim PPIC dapat bekerja lebih sistematis, mengurangi risiko kesalahan, dan membantu manajemen mengambil keputusan berbasis data yang akurat.

Selanjutnya, di bagian berikutnya, kita akan membahas secara detail tentang jenis-jenis SOP PPIC, langkah penyusunannya, contoh implementasi di lapangan, serta tantangan yang sering dihadapi dalam penerapannya.

Jenis-Jenis SOP PPIC

SOP PPIC dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan fungsi dan tahapan dalam proses produksi. Setiap jenis SOP memiliki fokus dan tujuan yang berbeda, namun semuanya saling berhubungan untuk memastikan produksi berjalan efisien. Berikut pembagian jenis-jenis SOP PPIC yang umum digunakan di perusahaan manufaktur:

1. SOP Perencanaan Produksi (Production Planning SOP)

Mengatur proses perencanaan jangka pendek, menengah, dan panjang sesuai kapasitas produksi, sumber daya manusia, serta ketersediaan bahan baku.
Contohnya:

  • SOP Penyusunan Master Production Schedule (MPS)

  • SOP Perencanaan Produksi Harian dan Mingguan

  • SOP Koordinasi Rencana Produksi dengan Departemen Pembelian dan Gudang

2. SOP Pengendalian Persediaan (Inventory Control SOP)

Mengatur bagaimana bahan baku, barang setengah jadi, dan barang jadi dikontrol agar jumlahnya selalu sesuai kebutuhan.
Contoh:

  • SOP Pemantauan Stok Bahan Baku

  • SOP Reorder Point (ROP) dan Safety Stock

  • SOP Audit Persediaan dan Stok Opname

3. SOP Pengadaan Material (Material Procurement SOP)

SOP ini mengatur proses komunikasi antara PPIC dan bagian pembelian agar kebutuhan material terpenuhi tepat waktu dan sesuai spesifikasi.
Contoh:

  • SOP Permintaan Pembelian Material (Purchase Request)

  • SOP Verifikasi dan Persetujuan Order Pembelian

  • SOP Penerimaan dan Pemeriksaan Material

4. SOP Penjadwalan Produksi (Scheduling SOP)

Menjelaskan bagaimana jadwal produksi disusun dan disesuaikan dengan kapasitas mesin, tenaga kerja, dan permintaan pasar.
Contoh:

  • SOP Penyusunan Jadwal Produksi

  • SOP Penyesuaian Jadwal Akibat Permintaan Mendadak

  • SOP Monitoring Kinerja Produksi Harian

5. SOP Pelaporan Produksi (Production Reporting SOP)

Mengatur format, frekuensi, dan tanggung jawab pelaporan hasil produksi untuk mendukung evaluasi kinerja.
Contoh:

  • SOP Pembuatan Laporan Produksi Harian

  • SOP Pelaporan Realisasi Produksi vs Target

  • SOP Evaluasi Efisiensi Produksi

Dengan membagi SOP PPIC menjadi beberapa kategori ini, perusahaan dapat menerapkan sistem kontrol yang lebih spesifik dan mudah dievaluasi.

Langkah-Langkah Menyusun SOP PPIC

Penyusunan SOP PPIC memerlukan perencanaan matang dan keterlibatan dari berbagai pihak. Berikut langkah-langkah yang bisa diikuti agar SOP PPIC benar-benar sesuai kebutuhan perusahaan:

1. Analisis Proses yang Sedang Berjalan

Mulailah dengan mengidentifikasi bagaimana proses PPIC saat ini dijalankan. Lakukan observasi dan wawancara dengan staf terkait untuk mengetahui alur kerja, kendala, dan peluang perbaikan.

2. Tentukan Tujuan dan Ruang Lingkup SOP

Tentukan fokus utama SOP, apakah untuk perencanaan produksi, kontrol persediaan, atau koordinasi dengan bagian pembelian. Semakin jelas ruang lingkupnya, semakin mudah SOP diterapkan.

3. Buat Alur Proses (Flowchart)

Visualisasi alur kerja PPIC dalam bentuk diagram membantu semua pihak memahami hubungan antar aktivitas, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan.

4. Rinci Langkah Operasional

Tuliskan langkah kerja secara detail dan berurutan, misalnya:

  • Menerima data permintaan produk dari bagian sales.

  • Menghitung kebutuhan bahan baku berdasarkan BOM (Bill of Material).

  • Menyusun rencana produksi dan distribusi kerja.

  • Mengirimkan permintaan pembelian material.

  • Mengawasi realisasi produksi dan menginput data ke sistem.

5. Tentukan Penanggung Jawab dan Dokumen Pendukung

Setiap tahapan harus memiliki PIC (Person in Charge) agar tanggung jawab jelas. Sertakan juga format dokumen pendukung seperti form permintaan material, laporan produksi, dan daftar stok harian.

6. Uji Coba dan Evaluasi SOP

Sebelum diterapkan secara penuh, lakukan uji coba pada satu lini produksi untuk melihat apakah SOP sudah efektif dan realistis. Catat setiap masalah untuk dilakukan revisi.

7. Sosialisasi dan Pelatihan Karyawan

Agar SOP dijalankan dengan konsisten, berikan pelatihan kepada tim PPIC, operator produksi, dan bagian gudang mengenai isi dan pentingnya SOP.

8. Tinjau dan Perbarui Secara Berkala

SOP bukan dokumen statis. Lakukan pembaruan setiap kali ada perubahan sistem kerja, alat produksi, atau kebijakan perusahaan.

Contoh SOP PPIC

Berikut contoh SOP Pengendalian Persediaan Bahan Baku yang dapat digunakan di perusahaan manufaktur:

Judul: SOP Pengendalian Persediaan Bahan Baku
Tujuan: Memastikan ketersediaan bahan baku untuk produksi tanpa kelebihan atau kekurangan stok.
Ruang Lingkup: Bagian PPIC, Gudang, dan Pembelian.
Prosedur:

  • PPIC menerima data kebutuhan bahan baku dari jadwal produksi.

  • Inventory controller melakukan pengecekan stok aktual di gudang.

  • Jika stok kurang dari reorder point, PPIC mengirimkan purchase request ke bagian pembelian.

  • Setelah material tiba, gudang melakukan verifikasi kualitas dan mencatat di sistem stok.

  • PPIC memantau penggunaan bahan baku harian dan membuat laporan mingguan.
    Penanggung Jawab: PPIC Supervisor dan Inventory Controller.
    Indikator Kinerja: Akurasi perencanaan stok minimal 95%, tidak ada kasus stockout dalam periode produksi.

Tantangan dalam Penerapan SOP PPIC

Meski memiliki banyak manfaat, penerapan SOP PPIC juga menghadapi beberapa tantangan, terutama pada tahap implementasi. Berikut tantangan umum yang sering terjadi:

1. Kurangnya Disiplin Penerapan SOP

Beberapa karyawan sering mengabaikan prosedur tertulis karena merasa lebih nyaman dengan kebiasaan lama. Hal ini menghambat konsistensi pelaksanaan SOP.

Solusi: Manajemen harus menegakkan disiplin dengan audit rutin dan memberikan pelatihan berkala.

2. Kurangnya Data Akurat untuk Perencanaan

SOP PPIC sangat bergantung pada data permintaan, stok, dan kapasitas produksi. Data yang tidak akurat akan menyebabkan perencanaan meleset.

Solusi: Gunakan sistem ERP atau software PPIC yang terintegrasi agar data selalu real-time.

3. Perubahan Permintaan Pasar yang Cepat

Pasar sering berubah mendadak, menyebabkan jadwal produksi yang sudah disusun tidak relevan lagi.

Solusi: Buat SOP fleksibel dengan mekanisme revisi jadwal produksi cepat (rapid rescheduling).

4. Kurangnya Koordinasi Antar Departemen

PPIC harus berkoordinasi dengan banyak bagian. Jika tidak ada komunikasi yang baik, SOP sulit dijalankan dengan efektif.

Solusi: Terapkan rapat koordinasi mingguan antara PPIC, produksi, dan pembelian.

5. Dokumentasi yang Tidak Lengkap

Tanpa dokumentasi yang baik, sulit mengevaluasi apakah SOP berjalan sesuai standar.

Solusi: Gunakan format digital seperti Google Sheets atau software manajemen dokumen agar seluruh data terdokumentasi dengan aman.

Daftar Judul SOP PPIC Siap Pakai dari Ruang SOP

Ruang SOP menyediakan paket dokumen SOP PPIC siap pakai yang dirancang oleh konsultan bisnis dan praktisi industri manufaktur. Setiap dokumen dalam paket ini sudah lengkap dengan format, flowchart, indikator kinerja (KPI), dan template formulir pendukung.

Berikut contoh daftar SOP PPIC siap pakai yang bisa Anda miliki:

1. SOP Umum PPIC (Planning and Inventory Control)

  • SOP Perencanaan Produksi Harian, Mingguan, dan Bulanan

  • SOP Penyusunan Master Production Schedule (MPS)

  • SOP Perencanaan Kebutuhan Material (MRP)

  • SOP Penjadwalan Produksi

  • SOP Pengendalian Stok Bahan Baku dan Barang Jadi

2. SOP Pengendalian Persediaan

  • SOP Penerimaan Material dan Pemeriksaan Kualitas

  • SOP Reorder Point dan Safety Stock

  • SOP Stock Opname dan Audit Persediaan

  • SOP Pemusnahan Bahan Rusak atau Kadaluarsa

  • SOP Pengendalian FIFO dan FEFO

3. SOP Koordinasi dan Komunikasi Antar Departemen

  • SOP Permintaan Pembelian Material (Purchase Requisition)

  • SOP Koordinasi PPIC dengan Purchasing

  • SOP Koordinasi PPIC dengan Produksi

  • SOP Koordinasi PPIC dengan Warehouse

  • SOP Pelaporan Produksi Harian dan Mingguan

4. SOP Pemantauan dan Evaluasi Produksi

  • SOP Monitoring Realisasi Produksi

  • SOP Analisis Keterlambatan Produksi

  • SOP Evaluasi Efisiensi Produksi

  • SOP Analisis Waste dan Reject

  • SOP Pelaporan Kinerja Produksi ke Manajemen

5. SOP Digitalisasi dan Sistem Data PPIC

  • SOP Penggunaan Sistem ERP untuk PPIC

  • SOP Input dan Validasi Data Produksi

  • SOP Pelaporan Online Material Usage

  • SOP Backup dan Keamanan Data PPIC

  • SOP Integrasi Data PPIC dengan Keuangan

6. SOP Pengelolaan Dokumen dan Arsip PPIC

  • SOP Pembuatan dan Revisi Dokumen SOP

  • SOP Penyimpanan Dokumen Produksi

  • SOP Pengendalian Formulir Manual

  • SOP Pengarsipan Digital Dokumen PPIC

Setiap judul SOP di atas bisa dibeli dalam bentuk paket lengkap berisi:

  • Dokumen SOP versi Word (editable)

  • Flowchart proses kerja

  • Template form pendukung (Excel/PDF)

  • Petunjuk penerapan dan evaluasi SOP

Paket ini cocok untuk berbagai jenis perusahaan seperti:

  • Manufaktur elektronik (produksi komponen dan perakitan)

  • Manufaktur makanan dan minuman

  • Tekstil dan garmen

  • Industri otomotif dan spare part

  • Percetakan dan kemasan

  • Fabrikasi logam dan alat berat

Dengan paket SOP PPIC dari Ruang SOP, perusahaan bisa langsung menerapkan sistem kerja yang efisien tanpa harus menyusun SOP dari nol.

Tips Optimasi SOP PPIC agar Lebih Efektif

Meskipun perusahaan sudah memiliki SOP, efektivitasnya sangat bergantung pada penerapan dan evaluasi. Berikut beberapa tips agar SOP PPIC berjalan maksimal:

1. Digitalisasi Proses SOP

Gunakan software PPIC, ERP, atau spreadsheet otomatis untuk mencatat jadwal, stok, dan hasil produksi. Hal ini mengurangi risiko kesalahan manual dan mempercepat pelaporan.

2. Libatkan Semua Bagian Terkait

Pastikan tim purchasing, gudang, dan produksi memahami isi SOP PPIC. Komunikasi lintas divisi yang baik memastikan seluruh alur kerja berjalan lancar.

3. Tetapkan Indikator Kinerja (KPI) yang Jelas

Contohnya:

  • Akurasi rencana produksi ≥ 95%

  • Tidak ada stockout selama 3 bulan berturut-turut

  • Ketepatan laporan produksi ≤ 1 hari kerja setelah realisasi

4. Lakukan Audit SOP Secara Berkala

Setiap enam bulan, tinjau kembali apakah SOP masih relevan dengan kondisi perusahaan. Lakukan revisi jika ada perubahan sistem, mesin, atau permintaan pasar.

5. Berikan Pelatihan dan Refreshment Training

Karyawan baru perlu pelatihan agar paham SOP sejak awal. Untuk karyawan lama, pelatihan penyegaran membantu meningkatkan konsistensi penerapan.

6. Gunakan Visualisasi dan Template Standar

Gunakan diagram alur, tabel kontrol, dan checklist agar SOP lebih mudah dipahami. Format visual memudahkan karyawan mengikuti langkah-langkah tanpa salah urutan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang SOP PPIC

  1. Apa itu SOP PPIC?
    SOP PPIC adalah dokumen standar yang mengatur proses Production Planning and Inventory Control agar kegiatan perencanaan dan pengendalian produksi berjalan efisien, tepat waktu, dan sesuai target perusahaan.
  2. Mengapa SOP PPIC penting dalam perusahaan manufaktur?
    Karena tanpa SOP, perencanaan produksi bisa tidak terarah, stok bahan baku tidak terkendali, dan output tidak konsisten. SOP PPIC menjadi panduan kerja untuk menjaga keseimbangan antara permintaan pasar, kapasitas produksi, dan ketersediaan bahan.
  3. Siapa yang bertanggung jawab menjalankan SOP PPIC?
    Biasanya terdiri dari Supervisor PPIC, Staf PPIC, Warehouse Officer, serta tim dari Produksi dan Pembelian.
  4. Apakah SOP PPIC sama untuk semua industri?
    Tidak. Setiap industri memiliki karakteristik berbeda. Misalnya, industri makanan memerlukan SOP tambahan terkait keamanan pangan, sementara industri otomotif lebih menekankan kontrol kualitas.
  5. Bagaimana cara mendapatkan SOP PPIC siap pakai?
    Anda dapat menghubungi Ruang SOP untuk membeli atau mengunduh paket SOP PPIC lengkap, yang sudah mencakup dokumen siap edit, form template, dan panduan penerapan.

Kesimpulan

SOP PPIC merupakan elemen penting dalam sistem manajemen produksi yang efektif. Dengan adanya SOP ini, setiap proses mulai dari perencanaan, pembelian material, hingga pelaporan hasil produksi dapat berjalan terarah dan terukur. Tanpa SOP, perusahaan berisiko menghadapi keterlambatan, pemborosan bahan baku, dan inefisiensi produksi.

Ruang SOP hadir untuk membantu perusahaan menyusun dan menerapkan SOP PPIC secara profesional. Paket SOP PPIC siap pakai dari Ruang SOP memberikan kemudahan bagi Anda untuk langsung menerapkan sistem standar tanpa perlu riset dan penyusunan dokumen dari awal.

Call-to-Action (CTA)

Jika Anda ingin memiliki SOP PPIC profesional, lengkap, dan siap digunakan, segera dapatkan Paket SOP PPIC dari Ruang SOP.

✅ Format dokumen editable (Word, Excel, PDF)
✅ Lengkap dengan flowchart dan template form
✅ Dapat digunakan di berbagai jenis industri
✅ Siap diterapkan langsung tanpa revisi rumit

Hubungi kami melalui [Ruang SOP] untuk konsultasi dan pemesanan paket SOP sesuai kebutuhan bisnis Anda.
Bangun sistem produksi yang terukur, efisien, dan berstandar tinggi bersama Ruang SOP – Mitra Profesional Penyusun SOP Bisnis.

 

SOP PPIC

KATEGORI SOP

RECENT POST

RUANG SOP

Merupakan jawaban untuk Anda dalam mengelola ataupun menyusun setiap proses dalam bidang usaha yang Anda miliki. Dengan adanya SOP, Anda akan lebih mudah menentukan ke-efektivan dan membuat Anda lebih BIJAK dalam menentukan setiap proses yang dibutuhkan.

LOCATION

Grand Pesona Pandanwangi Ruko Kav 2 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

cs.ruangsop@gmail.com

Monday – Friday / 09.00 – 16.00 WIB

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping

Powered by
Hubungi Kami
By Ruang SOP
Halo kak, mau bertanya SOP yang mana?