SOP Startup AgriTech Premium: Panduan Operasional untuk Menjaga Kualitas Layanan dan Efisiensi Bisnis

Ruang SOP / Blog

Pendahuluan

Perkembangan teknologi di sektor pertanian telah mendorong munculnya bisnis AgriTech yang menggabungkan teknologi digital, data, perangkat pintar, otomasi, dan layanan pertanian modern. Startup AgriTech Premium hadir untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang menginginkan solusi pertanian dengan kualitas layanan lebih tinggi, teknologi yang lebih terintegrasi, serta dukungan operasional yang profesional. Layanannya dapat mencakup platform pertanian digital, sensor dan perangkat Internet of Things (IoT), pemantauan lahan, sistem irigasi pintar, analisis data pertanian, konsultasi, hingga layanan pengelolaan pertanian berbasis teknologi.

Karakteristik bisnis tersebut membuat operasional Startup AgriTech Premium membutuhkan prosedur yang terstruktur. Setiap proses, mulai dari penerimaan pelanggan, identifikasi kebutuhan, pemilihan solusi, pemasangan perangkat, pengelolaan data, pemantauan layanan, hingga penanganan keluhan harus dilakukan dengan standar yang jelas. Tanpa SOP, perbedaan cara kerja antarpegawai dapat menyebabkan kesalahan data, keterlambatan layanan, kerusakan perangkat, maupun ketidakpuasan pelanggan.

SOP Startup AgriTech Premium berfungsi sebagai pedoman agar seluruh aktivitas berjalan konsisten. Penerapan prosedur yang jelas membantu perusahaan meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga keamanan aset dan data, mengurangi risiko kesalahan operasional, mempercepat pekerjaan, serta membangun profesionalisme di hadapan pelanggan. SOP juga membantu perusahaan menjaga kualitas meskipun jumlah pelanggan, proyek, perangkat, dan tim terus berkembang.

Baca juga: SOP startup healthtech premium

Pengertian SOP Startup AgriTech Premium

SOP Startup AgriTech Premium adalah dokumen yang berisi prosedur standar untuk mengatur seluruh aktivitas operasional perusahaan dalam menyediakan produk maupun layanan teknologi pertanian premium. SOP mencakup tata cara melayani pelanggan, melakukan konsultasi, mengelola pesanan, mempersiapkan perangkat, melakukan instalasi, menjalankan pemantauan, mengelola data, melakukan pemeliharaan, hingga menyelesaikan layanan.

Dalam praktiknya, SOP menjadi pedoman kerja bagi customer service, sales, teknisi, tim operasional, administrator, data analyst, customer success, hingga manajemen. Setiap karyawan dapat mengetahui tugas, tanggung jawab, urutan pekerjaan, standar kualitas, serta tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi masalah.

SOP tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administratif. Dalam Startup AgriTech Premium, SOP menjadi bagian dari sistem pengendalian operasional agar teknologi yang digunakan pelanggan dapat memberikan manfaat secara optimal. Dengan prosedur yang terdokumentasi, perusahaan juga lebih mudah melakukan pelatihan karyawan, audit internal, evaluasi kinerja, dan pengembangan layanan.

Mengapa SOP Startup AgriTech Premium Penting?

Startup AgriTech Premium memiliki karakteristik operasional yang berbeda dari bisnis jasa konvensional karena menggabungkan pelayanan pelanggan dengan teknologi dan aktivitas yang berkaitan dengan sektor pertanian. Perusahaan dapat menangani perangkat sensor, sistem monitoring, aplikasi, data lingkungan, data produksi, perangkat jaringan, serta berbagai kebutuhan teknis pelanggan. Kondisi tersebut membutuhkan koordinasi yang baik antara berbagai bagian perusahaan.

SOP diperlukan agar setiap proses mempunyai standar yang sama. Ketika pelanggan melakukan pemesanan, misalnya, informasi mengenai kebutuhan lahan, jenis komoditas, lokasi, perangkat yang diperlukan, target penggunaan, dan layanan tambahan harus dicatat dengan benar. Kesalahan pada tahap awal dapat memengaruhi proses instalasi, konfigurasi sistem, pemantauan, hingga laporan yang diterima pelanggan.

SOP juga membantu meminimalkan risiko kehilangan data, kesalahan konfigurasi perangkat, kerusakan aset, keterlambatan respons, pemasangan yang tidak sesuai, dan kesalahan administrasi. Dalam layanan premium, masalah kecil dapat berdampak besar terhadap kepercayaan pelanggan. Karena itu, prosedur harus mengatur bukan hanya bagaimana pekerjaan dilakukan, tetapi juga bagaimana pekerjaan diverifikasi dan didokumentasikan.

Manfaat Penerapan SOP

Penerapan SOP Startup AgriTech Premium memberikan manfaat yang berkaitan langsung dengan kualitas layanan dan pengendalian operasional perusahaan. Manfaat tersebut antara lain:

  • Menyeragamkan standar pelayanan kepada seluruh pelanggan.
  • Mempermudah administrasi dan dokumentasi setiap proyek.
  • Menjaga kualitas operasional dari tahap awal hingga layanan selesai.
  • Mengurangi risiko kesalahan manusia dalam pekerjaan teknis maupun administratif.
  • Meningkatkan efisiensi waktu dan penggunaan sumber daya.
  • Meningkatkan kepuasan serta kepercayaan pelanggan.
  • Menjaga keamanan perangkat, aset, dan fasilitas perusahaan.
  • Membantu menjaga keamanan dan kerahasiaan data pelanggan.
  • Mempermudah proses pelatihan karyawan baru.
  • Memperjelas pembagian tugas dan tanggung jawab setiap bagian.
  • Memudahkan perusahaan melakukan evaluasi dan audit internal.
  • Mendukung skalabilitas bisnis ketika jumlah pelanggan dan proyek meningkat.
  • Mempercepat penanganan kendala dan keluhan pelanggan.
  • Meningkatkan profesionalisme dan konsistensi citra perusahaan.

Ruang Lingkup SOP Startup AgriTech Premium

Ruang lingkup SOP Startup AgriTech Premium mencakup seluruh proses yang berkaitan dengan penyediaan layanan kepada pelanggan. Proses dimulai ketika calon pelanggan menghubungi perusahaan dan menyampaikan kebutuhan. Tim kemudian melakukan konsultasi untuk memahami kondisi lahan, jenis usaha pertanian, kebutuhan teknologi, anggaran, serta target layanan.

Setelah kebutuhan diketahui, perusahaan melakukan pemeriksaan ketersediaan perangkat dan sumber daya. Selanjutnya dilakukan pencatatan transaksi, persiapan perangkat, pemeriksaan kualitas, konfigurasi, serta uji fungsi sebelum teknologi diterapkan kepada pelanggan. Untuk layanan yang membutuhkan instalasi, teknisi menjalankan pemasangan sesuai standar teknis dan keselamatan kerja.

Ruang lingkup berikutnya meliputi serah terima, edukasi penggunaan, pemantauan layanan, dukungan pelanggan, pemeliharaan perangkat, penanganan gangguan, pencatatan perubahan konfigurasi, serta evaluasi berkala. Setelah suatu perangkat atau proyek selesai digunakan, perusahaan melakukan pemeriksaan, pembersihan, perawatan, dan penyimpanan aset sesuai ketentuan.

Tahapan SOP Startup AgriTech Premium

1. Penerimaan Pelanggan

Proses operasional dimulai ketika pelanggan menghubungi Startup AgriTech Premium melalui saluran resmi seperti website, aplikasi, telepon, email, media sosial, atau layanan customer service. Petugas harus memberikan respons secara profesional dan memastikan informasi awal pelanggan tercatat dengan benar. Identitas pelanggan, jenis usaha, lokasi proyek, kebutuhan teknologi, serta tujuan penggunaan layanan perlu dicatat sebagai dasar proses berikutnya.

Petugas juga harus menjelaskan jenis layanan yang tersedia secara transparan. Jika kebutuhan pelanggan membutuhkan analisis lebih lanjut, pelanggan diarahkan ke tahap konsultasi. Seluruh komunikasi penting sebaiknya terdokumentasi sehingga informasi yang diterima oleh tim sales, teknisi, dan operasional tetap konsisten.

2. Konsultasi Kebutuhan

Tim melakukan konsultasi untuk mengetahui kebutuhan aktual pelanggan. Dalam layanan AgriTech Premium, konsultasi tidak hanya berfokus pada produk yang ingin dibeli, tetapi juga kondisi penggunaan. Informasi seperti luas lahan, jenis tanaman, kondisi lingkungan, sistem pertanian yang digunakan, kebutuhan monitoring, konektivitas, serta target efisiensi perlu dianalisis.

Hasil konsultasi digunakan untuk menentukan solusi yang paling sesuai. Tim harus menghindari pemberian rekomendasi yang tidak sesuai kondisi pelanggan hanya untuk meningkatkan penjualan. Setiap solusi yang ditawarkan harus mempertimbangkan kebutuhan teknis, manfaat, kemampuan penggunaan, biaya, serta kesiapan lokasi.

3. Pemeriksaan Ketersediaan

Setelah solusi ditentukan, tim memeriksa ketersediaan perangkat, lisensi software, tenaga teknisi, jadwal implementasi, dan sumber daya pendukung lainnya. Pemeriksaan dilakukan berdasarkan pesanan atau proyek tertentu agar tidak terjadi kekeliruan antara stok fisik dan catatan sistem.

Jika perangkat belum tersedia, pelanggan harus mendapatkan informasi mengenai estimasi waktu pengadaan. Perusahaan tidak diperkenankan memberikan jadwal implementasi yang belum memiliki dasar operasional yang jelas. Status ketersediaan juga harus diperbarui pada sistem administrasi perusahaan.

4. Pencatatan Transaksi

Setiap transaksi harus dicatat secara lengkap sebelum proses implementasi dimulai. Dokumentasi yang rapi mempermudah pelacakan proyek, penagihan, pelayanan purna jual, dan penyelesaian masalah.

Data yang perlu dicatat antara lain:

  • Nama pelanggan atau nama perusahaan.
  • Nomor telepon dan kontak resmi.
  • Identitas atau dokumen legalitas yang diperlukan.
  • Alamat dan lokasi proyek.
  • Jenis produk atau layanan.
  • Perangkat yang digunakan.
  • Tanggal pemesanan.
  • Jadwal instalasi atau implementasi.
  • Durasi layanan jika berlaku.
  • Biaya layanan.
  • Deposit atau jaminan jika diperlukan.
  • Metode pembayaran.
  • Nomor transaksi atau nomor proyek.
  • Catatan kebutuhan khusus pelanggan.

5. Pemeriksaan Peralatan

Sebelum digunakan, seluruh perangkat harus diperiksa oleh petugas atau teknisi yang bertanggung jawab. Pemeriksaan bertujuan memastikan perangkat dalam kondisi baik, sesuai pesanan, dan siap digunakan. Setiap perangkat sebaiknya memiliki identitas atau nomor inventaris untuk mempermudah pelacakan.

Komponen yang diperiksa dapat meliputi:

  • Sensor dan modul pengukuran.
  • Gateway atau perangkat komunikasi.
  • Kabel dan konektor.
  • Adaptor dan sumber daya.
  • Perangkat kontrol.
  • Panel atau perangkat pendukung energi.
  • Perangkat jaringan.
  • Komponen instalasi.
  • Casing dan kondisi fisik.
  • Akses aplikasi atau dashboard.
  • Nomor seri perangkat.

Jika ditemukan kerusakan, ketidaksesuaian, atau komponen yang kurang, perangkat tidak boleh langsung diserahkan atau dipasang sebelum masalah diselesaikan.

6. Uji Fungsi

Setelah pemeriksaan fisik selesai, perangkat dan sistem harus melalui uji fungsi. Teknisi memastikan perangkat dapat menyala, terhubung dengan sistem, mengirimkan data, serta berkomunikasi dengan platform yang digunakan. Sensor harus diuji untuk memastikan pembacaan dapat diterima oleh sistem secara normal.

Untuk sistem yang terhubung dengan aplikasi atau dashboard, teknisi juga perlu menguji proses login, sinkronisasi data, notifikasi, tampilan informasi, dan fungsi utama lainnya. Hasil pengujian dicatat sebagai bukti bahwa sistem telah melewati pemeriksaan sebelum diterapkan kepada pelanggan.

7. Serah Terima

Serah terima dilakukan setelah perangkat atau layanan dinyatakan siap digunakan. Petugas menjelaskan fungsi perangkat, cara penggunaan aplikasi, prosedur dasar pemeliharaan, batasan penggunaan, serta tindakan yang harus dilakukan jika terjadi gangguan.

Pelanggan perlu mendapatkan informasi mengenai saluran dukungan resmi perusahaan. Jika diperlukan, perusahaan dapat memberikan panduan tertulis atau pelatihan singkat. Serah terima harus disertai dokumentasi agar kedua pihak memiliki catatan mengenai perangkat, kondisi awal, konfigurasi, dan layanan yang diterima.

8. Masa Penggunaan

Selama masa penggunaan, pelanggan bertanggung jawab menggunakan perangkat dan sistem sesuai panduan. Pelanggan tidak diperkenankan melakukan perubahan konfigurasi teknis atau membongkar perangkat tanpa persetujuan perusahaan apabila tindakan tersebut dapat memengaruhi fungsi dan garansi.

Startup AgriTech Premium harus menyediakan dukungan sesuai tingkat layanan yang disepakati. Setiap gangguan yang dilaporkan pelanggan dicatat berdasarkan waktu laporan, jenis masalah, tingkat urgensi, tindakan penanganan, dan status penyelesaiannya. Untuk layanan monitoring, tim juga melakukan pemantauan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

9. Pengembalian

Jika layanan menggunakan sistem sewa perangkat atau proyek dengan masa penggunaan tertentu, proses pengembalian dilakukan berdasarkan jadwal yang telah disepakati. Petugas mencatat tanggal dan waktu penerimaan serta memeriksa kelengkapan perangkat.

Pelanggan sebaiknya menyerahkan perangkat beserta komponen pendukungnya. Kondisi perangkat saat diterima dicatat sebagai dasar pemeriksaan berikutnya. Apabila terdapat kerusakan atau kehilangan, perusahaan melakukan verifikasi berdasarkan dokumentasi kondisi awal dan ketentuan perjanjian layanan.

10. Pemeriksaan Setelah Pengembalian

Setelah perangkat diterima, teknisi melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui kondisi aktual. Pemeriksaan mencakup kondisi fisik, fungsi perangkat, konektivitas, kelengkapan komponen, serta kemungkinan adanya kerusakan akibat penggunaan.

Hasil pemeriksaan dibandingkan dengan kondisi sebelum digunakan. Jika terdapat masalah, teknisi membuat laporan kerusakan yang menjelaskan jenis kerusakan, penyebab yang diketahui atau diduga, tindakan perbaikan, dan kebutuhan penggantian komponen. Dokumentasi ini penting untuk menjaga akurasi inventaris dan menghindari perselisihan.

11. Pembersihan dan Perawatan

Perangkat yang telah selesai digunakan harus dibersihkan dan dirawat sebelum kembali masuk ke inventaris. Pembersihan dilakukan menggunakan metode yang sesuai dengan karakteristik masing-masing perangkat agar tidak menyebabkan kerusakan pada sensor, konektor, komponen elektronik, atau bagian sensitif lainnya.

Teknisi juga melakukan perawatan preventif seperti pemeriksaan kabel, konektor, baterai, casing, sistem komunikasi, serta komponen lain yang relevan. Jika perangkat membutuhkan kalibrasi atau pembaruan firmware, proses tersebut dilakukan sesuai spesifikasi teknis sebelum perangkat dinyatakan siap digunakan kembali.

12. Penyimpanan Inventaris

Perangkat yang telah diperiksa dan dirawat disimpan pada lokasi yang aman, bersih, kering, dan sesuai dengan karakteristik masing-masing aset. Perangkat elektronik harus terlindung dari kelembapan, debu, benturan, suhu ekstrem, dan kondisi lain yang dapat menurunkan performanya.

Setiap aset harus diberi identitas dan dicatat dalam sistem inventaris. Penempatan perangkat perlu diatur agar mudah ditemukan ketika diperlukan untuk proyek berikutnya. Akses ke ruang penyimpanan juga sebaiknya dibatasi kepada karyawan yang memiliki kewenangan.

Standar Kebersihan dan Keselamatan Kerja

Keselamatan kerja merupakan bagian penting dalam operasional Startup AgriTech Premium, terutama ketika teknisi melakukan pemasangan perangkat di lahan, greenhouse, gudang, area produksi, atau lokasi dengan kondisi lingkungan tertentu. Sebelum bekerja, teknisi harus memahami kondisi lokasi, potensi bahaya, sumber listrik, kondisi permukaan, cuaca, serta akses menuju area pemasangan.

Teknisi wajib menggunakan alat pelindung diri yang sesuai dengan risiko pekerjaan. Peralatan kerja harus diperiksa sebelum digunakan, sedangkan instalasi listrik dan perangkat elektronik harus dilakukan berdasarkan prosedur teknis yang aman. Pekerjaan di area berisiko tidak boleh dilakukan tanpa pengamanan yang memadai.

Kebersihan area kerja juga harus dijaga. Setelah instalasi atau perawatan selesai, teknisi wajib memastikan kabel, kemasan, sisa material, dan peralatan kerja tidak meninggalkan kondisi yang membahayakan pelanggan maupun merusak lingkungan. Perusahaan juga perlu menerapkan prosedur perlindungan aset dan data, termasuk pembatasan akses terhadap perangkat, akun, kredensial, dan informasi pelanggan.

 Evaluasi Pelaksanaan SOP

Evaluasi SOP dilakukan secara berkala untuk mengetahui apakah prosedur yang diterapkan masih efektif. Evaluasi tidak hanya melihat apakah karyawan mengikuti langkah kerja, tetapi juga mengukur hasil operasional yang diperoleh perusahaan.

Indikator yang dapat digunakan meliputi:

  • Tingkat kerusakan perangkat.
  • Jumlah gangguan layanan.
  • Efektivitas operasional.
  • Waktu penyelesaian pekerjaan.
  • Kepuasan pelanggan.
  • Ketepatan administrasi.
  • Tingkat kepatuhan terhadap SOP.
  • Kinerja karyawan.
  • Kualitas pelayanan.
  • Kecepatan respons terhadap keluhan.
  • Akurasi data dan laporan.
  • Efektivitas pemeliharaan aset.

Hasil evaluasi digunakan untuk memperbaiki prosedur yang sudah tidak relevan. Jika perusahaan menambahkan teknologi, produk, atau layanan baru, SOP juga harus diperbarui agar sesuai dengan kondisi operasional terbaru.

 Tanya Jawab (FAQ)

1. Apa tujuan utama SOP Startup AgriTech Premium?

SOP Startup AgriTech Premium bertujuan memberikan standar kerja yang jelas untuk seluruh proses pelayanan dan operasional perusahaan. Dengan SOP, setiap karyawan memiliki panduan mengenai tindakan yang harus dilakukan sejak pelanggan menghubungi perusahaan sampai layanan selesai. SOP juga membantu mengurangi perbedaan cara kerja antarpegawai, memperkecil kesalahan, menjaga keamanan perangkat, dan meningkatkan konsistensi pelayanan. Dalam bisnis AgriTech yang melibatkan teknologi, data, perangkat elektronik, dan aktivitas lapangan, standar tersebut sangat penting agar kualitas layanan tetap terjaga. SOP juga dapat menjadi dasar pelatihan karyawan, pengawasan, evaluasi kinerja, serta pengembangan sistem operasional perusahaan.

2. Apa saja yang harus dimuat dalam SOP Startup AgriTech Premium?

SOP sebaiknya memuat seluruh proses yang benar-benar terjadi dalam operasional perusahaan. Isinya dapat mencakup penerimaan pelanggan, konsultasi kebutuhan, pemeriksaan ketersediaan, pencatatan transaksi, pemeriksaan perangkat, konfigurasi, uji fungsi, instalasi, serah terima, pemantauan, dukungan pelanggan, pengembalian perangkat, pemeliharaan, hingga penyimpanan inventaris. Selain langkah kerja, SOP idealnya menjelaskan pihak yang bertanggung jawab, standar waktu, dokumen yang digunakan, indikator keberhasilan, serta prosedur ketika terjadi kendala. Dengan demikian, SOP tidak sekadar menjadi dokumen formal, tetapi dapat digunakan sebagai panduan kerja sehari-hari.

3. Mengapa pemeriksaan perangkat penting dalam bisnis AgriTech?

Pemeriksaan perangkat penting karena layanan AgriTech sering bergantung pada sensor, perangkat komunikasi, sistem kontrol, dan komponen elektronik yang harus bekerja secara akurat. Kerusakan atau kesalahan konfigurasi dapat menyebabkan data tidak terbaca, informasi tidak akurat, atau layanan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Pemeriksaan sebelum digunakan membantu memastikan perangkat sesuai pesanan dan berada dalam kondisi layak. Pemeriksaan setelah digunakan juga diperlukan untuk mengetahui kondisi aset dan menentukan kebutuhan perawatan. Dengan prosedur pemeriksaan yang konsisten, perusahaan dapat mengurangi risiko kerusakan, memperpanjang usia aset, dan meningkatkan keandalan layanan kepada pelanggan.

4. Bagaimana SOP membantu meningkatkan kepuasan pelanggan AgriTech Premium?

Kepuasan pelanggan tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang ditawarkan, tetapi juga oleh konsistensi pelayanan. SOP membantu memastikan pelanggan mendapatkan proses yang terstruktur mulai dari konsultasi, implementasi, edukasi, hingga dukungan setelah layanan berjalan. Ketika terjadi gangguan, karyawan dapat mengikuti prosedur penanganan yang jelas sehingga respons menjadi lebih cepat dan terukur. Dokumentasi yang baik juga membuat perusahaan lebih mudah memahami riwayat layanan pelanggan. Bagi pelanggan premium, transparansi, ketepatan waktu, kualitas komunikasi, dan kemampuan perusahaan menyelesaikan masalah merupakan bagian penting dari pengalaman layanan secara keseluruhan.

5. Kapan SOP Startup AgriTech Premium perlu diperbarui?

SOP perlu diperbarui ketika terdapat perubahan signifikan dalam produk, teknologi, sistem kerja, struktur organisasi, regulasi, kebutuhan pelanggan, atau risiko operasional. Pembaruan juga perlu dilakukan apabila hasil evaluasi menunjukkan adanya prosedur yang tidak efektif atau terlalu sering menimbulkan kesalahan. Perusahaan sebaiknya melakukan review secara berkala meskipun tidak ada perubahan besar. Setiap revisi harus disosialisasikan kepada karyawan yang berkepentingan agar tidak terjadi penggunaan prosedur lama. Dengan pembaruan yang teratur, SOP tetap relevan dan mampu mendukung perkembangan Startup AgriTech Premium.

Penutup

SOP Startup AgriTech Premium merupakan fondasi penting untuk memastikan teknologi dan layanan pertanian modern dapat diberikan secara konsisten, aman, dan profesional. Bisnis yang menggabungkan teknologi, perangkat fisik, data, dan pelayanan pelanggan membutuhkan prosedur yang lebih terstruktur agar setiap bagian perusahaan dapat bekerja dalam standar yang sama.

Dengan SOP yang disusun sesuai alur bisnis sebenarnya, perusahaan dapat mengurangi kesalahan operasional, menjaga aset, meningkatkan efisiensi, mempercepat pelayanan, serta meningkatkan kepercayaan pelanggan. SOP juga memberikan dasar yang kuat bagi perusahaan untuk berkembang tanpa kehilangan konsistensi kualitas pelayanan.

Ruang SOP membantu perusahaan menyusun SOP yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik bisnis. Layanan dapat mencakup pemetaan alur kerja, penyusunan prosedur operasional, pembuatan dokumen SOP yang mudah dipahami, hingga pengembangan standar kerja untuk membantu meningkatkan profesionalisme dan efisiensi operasional perusahaan. Dengan SOP yang tepat, Startup AgriTech Premium dapat memiliki sistem kerja yang lebih tertata, terukur, dan siap mendukung pertumbuhan bisnis.

SOP Jasa Laundry Boneka

KATEGORI SOP

RECENT POST

RUANG SOP

Merupakan jawaban untuk Anda dalam mengelola ataupun menyusun setiap proses dalam bidang usaha yang Anda miliki. Dengan adanya SOP, Anda akan lebih mudah menentukan ke-efektivan dan membuat Anda lebih BIJAK dalam menentukan setiap proses yang dibutuhkan.

LOCATION

Grand Pesona Pandanwangi Ruko Kav 2 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

cs.ruangsop@gmail.com

Monday – Friday / 09.00 – 16.00 WIB

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping

Powered by
Hubungi Kami
By Ruang SOP
Halo kak, mau bertanya SOP yang mana?