Indikator Evaluasi kinerja

Ruang SOP / Blog

Evaluasi kinerja memiliki banyak sekali tujuan dan fungsi fungsi dalam pengoperasiannya. Seperti yang telah dibahas di bab sebelumnya, evaluasi kinerja ini dapat berdampak secara positif bagi efektivitas organisasi. Oleh sebab itu, evaluasi kinerja tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum evaluasi diterapkan. Elemen elemen penting yang biasanya ada dalam evaluasi kinerja adalah sebagai berikut:

Tujuan yang jelas

Dalam pembuatan evaluasi kinerja kita perlu merencanakan untuk apa evaluasi ini dilakukan. Apakah evaluasi digunakan sebagai pertimbangan promosi jabatan, kenaikan tunjangan atau tujuan yang lain. Setelah mengetahui tujuan, tetapkan tujuan dengan jelas dan detail, sehingga evaluasi yang dilakukan dapat jelas indikator-indikatornya.

Bisnis proses yang jelas

Sebaiknya evaluasi kinerja dibuat berdasar bisnis proses yang berlangsung di perusahaan. Penyesuaian evaluasi dan bisnis proses menjadi penting agar daftar pertanyaan atau pernyataan yang ditulis dalam evaluasi relevan dengan kegiatan kerja sehari-hari, sehingga tidak membingungkan pembaca atau evaluator.

Pengembangan indikator yang relevan dengan tujuan Indikator yang ada dalam evaluasi perlu dikembangkan sesuai dengan tujuan dari evaluasi. Pengembangan indikator sangat penting apabila evaluasi yang sebelumnya pernah dilakukan dirasa tidak lagi sesuai dengan tujuan evaluasi.

Pemantauan dan pelaporan hasil kinerja secara formal

Evaluasi kinerja yang dilakukan harus mengandung unsur pemantauan dan pelaporan hasil kinerja. Hasil pantauan dan pelaporan yang diberikan pun harus bersifat formal. Hal ini karena hasil evaluasi kinerja akan dilaporkan langsung kepada pihak-pihak managerial untuk melihat sejauh mana hasil kinerja karyawan.

Perbaikan dan peningkatan untuk mencapai tujuan Evaluasi kinerja mengandung elemen-elemen yang dapat digunakan untuk perbaikam dan peningkatan blond’s Larawan Vlonda vana comakin baik dapat membantu perusahaan untuk mencapai sasaran dan tujuan yang ingin dicapai.

Apabila hasil evaluasi yang dihasilkan tidak sesuai dengan standar pencapaian, perusahaan dapat melakukan identifikasi area mana yang masih dirasa lemah. Area yang dirasa kurang kuat atau menjadi hambatan dalam kinerja dapat dijadikan patokan dalam pembuatan training atau pelatihan.

Melihat hasil evaluasi sebagal dasar pembuatan training, maka dalam evaluasi perlu dibuatkan indikator-indikator yang tepat mengukur kinerja yang dimaksud, Indikator ini dapat dikategorikan dalam beberapa sudut pandang, yaitu

A.Keterkaitan dengan Strategi Organisasi

1.Indikator Kinerja Strategis

Indikator jenis pertama ini berhubungan dengan strategi organisasi. Sebagai contoh ingin melihat “Product Knowledge para konsumen untuk melihat sejauh mana para konsumen mengetahui produk yang ditawarkan oleh perusahaan. Apabila semakin banyak konsumen mengetahui produk yang ditawarkan, semakin baik pula kinerja para marketing.

2.Indikator Kinerja Non-strategis

Indikator jenis kedua ini digunakan untuk mengukur kegiatan rutin dalam perusahaan. Sebagai contoh, evaluasi kinerja untuk mengetahui kinerja para staf gudang dalam distribusi barang. Apabila hasil evaluasi menunjukkan hasil yang di bawah standar, dapat dikatakan bahwa kinerja staff gudang kurang baik dan perlu adanya perbaikan dan pengembangan.

B.Aspek yang Diukur

1.Result Indicator

Result Indicator merupakan indikator yang didasarkan pada hasil dari proses dalam organisasi atau perusahaan. Indikator yang ada dalam result indicator menunjuk hasil kinerja dari seorang individu atau sekelompok orang. Indikator ini membantu para stakeholder mengenai prestasi atau pencapaian tertentu. Result indicator ini juga dapat digunakan untuk melihat sehat atau tidaknya perusahaan berjalan. Salah satu kelemahan dari indikator ini adalah pihak manajemen tidak dapat mengidentifikasi dari mana kesuksesan secara langsung. Begitu pula apabila hasil evaluasi menunjukkan hasil yang kurang memuaskan, pihak manajemen tidak dapat mengidentifikasi apa hambatan atau area mana yang menjadi kelemahan. Beberapa contoh kinerja yang digolongkan dalam result indicator adalah:

a.Informasi Finansial;

b.Profitabilitas Perusahaan;

c.Pangsa Pasar;

d.Jumlah Kontrak Baru;

e.Kepuasan Pelanggan; dan lain-lain.

2.Performance Indicator

Perbedaan paling mendasar performance indicator dengan result indicator adalah performance indicator dapat mendeteksi proses dari hasil yang ditampilkan dalam result indicator. Performance indicator merupakan indikator yang berfungsi untuk mengukur jalannya proses kerja. Namun dalam aplikasinya, performance indicator ini juga berfungsi dalam menyusun strategi dalam pencapaian sasaran atau visi misi perusahaan.

Hal tersebut yang menjadikan performance indicator selalu dikaitkan dengan faktor-faktor penguat atau faktor yang berpengaruh, sehingga dapat membantu pencapaian sasaran. Contoh performance indicator, yaitu

a.Ketepatan waktu distribusi barang;

b.Persentase komplain pelanggan, dan lain-lain.

Berdasarkan analogi ini, terlihat bahwa pencapaian omzet atau berupa result indicator tidak lepas dari strategi strategi khusus yang teraplikasi dalam performance indicator. Pencapaian berupa omzet yang besar tidak lepas dari pencapaian performance indicator yang baik pula. Untuk mempermudah pemahaman perbedaan kedua indikator tersebut.


Sumber
Panduan Lengkap Menyusun SOP & KPI
Fajar Nur'aini D.F, M.psi, 2020

KATEGORI SOP

RECENT POST

RUANG SOP

Merupakan jawaban untuk Anda dalam mengelola ataupun menyusun setiap proses dalam bidang usaha yang Anda miliki. Dengan adanya SOP, Anda akan lebih mudah menentukan ke-efektivan dan membuat Anda lebih BIJAK dalam menentukan setiap proses yang dibutuhkan.

LOCATION

Grand Pesona Pandanwangi Ruko Kav 2 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

cs.ruangsop@gmail.com

Monday – Friday / 09.00 – 16.00 WIB

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping

Powered by
Hubungi Kami
By Ruang SOP
Halo kak, mau bertanya SOP yang mana?