Ada saatnya kinerja sebuah perusahaan perlu dinilai, Hal ini untuk mengetahui seberapa jauh performa organisasi tersebut, apakah ada kemajuan atau tidak. Tentu saja penilaian tersebut tidak hanya perlu dilihat dari angka yang tertulis di laporan keuangan. Beberapa hal yang lain juga diperlukan utnuk bahan evaluasi, sehingga visi dan misi perusahaan dapat tercapai sepenuhnya. Apakah semua sudah sejalan dengan target dan tujuan yang dijalankan?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, diperlukan Key Performance Indicators (KPI) atau Indikator Kinerja Utama. KPI digunakan sebagai alat ukur yang memberikan informasi seberapa jauh keberhasilan yang sudah diperoleh oleh organisasi dalam mewujudkan sasaran strategis yang sudah ditetapkan sebelumnya.
Saat pertama kali dibentuk, sebuah organisasi atau perusahaan menetapkan visi dan misinya. Diperlukan indikator-indikator untuk mengukur apakah selama operasi, perusahaan sudah mencapai hal-hal yang ditargetkan tersebut. Key Performance Indicators atau KPI bersifat kuantitatif dan disusun berdasarkan faktor-faktor yang mencerminkan penentu keberhasilan sebuah organisasi. Tentu saja, masing masing perusahaan memiliki indikator-indikator yang berbeda sebagai alat ukur.
Ada organisasi yang KPI-nya disusun berdasarkan persentase pendapatan dari pelanggan mereka. Perusahaan.
Time Bound
Menentukan target waktu juga merupakan hal yang penting untuk diperhatikan saat menyusun KPI. Satuan waktu yang digunakan bisa disesuaikan der target yang ingin dicapai, bisa per jam, mingguan, bulan atau per tanggal. Contohnya target waktu untuk pembuatan laporan keuangan yang ditentukan setiap tanggap 1 tiap bulannya.
Key Performance Indicators (KPI) benar-benar memiliki peranan penting dalam proses evaluasi keberhasilan suatu bisnis atau performa setiap individu yang bekerja di sebuah organisasi yang bersangkutan. Pada saat proses penyusunan, diperlukan pengidentifikasian yang tepat untuk setiap posisi yang ada.
Melihat kembali faktor-faktor penting yang harus diperhatikan saat menyusun KPI, bisa dibilang proses ini tidaklah mudah. Oleh karena itu, banyak perusahaan mungkin lebih memilih untuk mencari bantuan konsultan yang berpengalaman dalam hal penyusunan KPI.
Ada enam langkah yang perlu dilewati untuk menyusun Key Performance Indicators. Berikut adalah langkah-langkah tersebut:
1.Mengumpulkan data pengukuran dari strategi perusahaan, target bisnis, proses inti bisnis, harapan pelanggan, baik internal maupun eksternal, hasil pekerjaan setiap unit dan individu pemegang jabatan
2.Menciptakan key result area yang penting dan key performance indikator yang sejalan dengan atasan,
3.Meninjau secara sistematis semua indicator yang telah diciptakan atau ditemukan. Hal ini bertujuan untuk menemukan keterkaitan antara masing-masing indikator di mana sangat penting untuk diperhatikan dalam meningkatkan performa perusahaan.
4.Memperkuat hubungan indikator mulai dari tingkat teratas sampai ke tingkat operasional.
5.Menghubungkan setiap indikator dengan setiap individu pemegang jabatan, memasukkan indikator sebagai pedoman perencanaan pekerjaan dan melakukan aktivitas coaching dan counseling selama proses pekerjaan.
6.Mengevaluasi keefektifan indikator yang sudah digunakan, mengecek apakah sudah tepat, memperbaiki sistem pengukuran performa sesuai dengan perkembangan yang muncul.
7.Setelah penyusunan KPI selesai, tantangan berikutnya yang harus dilalui oleh semua orang yang terlibat dalam operasional organisasi atau perusahaan tersebut adalah penerapan. Sebelum diterapkan, ada dua hal yang harus disiapkan.
Mindset Tim Manajemen
Ada dampak psikologis yang ditimbulkan saat pengukuran akan dilakukan. tiap level manajemen memiliki persepsi sendiri-sendiri terhadap KPI yang sudah disusun. Ada yang merasa tidak nyaman karena sudah berada di posisi aman. Beban pekerjaan yang harus dilakukan juga mungkin bertambah.
Beberapa orang mungkin merasa pesimis dengan tingkat pencapaian yang bisa dilakukan sedang yang lain akan merasa antusias dan termotivasi untuk melakukan yang lebih baik.
Untuk mengantisipasi kondisi-kondisi tersebut, pemilik perusahaan atau yang memegang kekuasaan tertinggi di organisasi, mengajak bagian manajemen tingkat menengah untuk berdiskusi dalam menentukan strategi masa depan perusahaan. Penawaran rewards juga bisa menjadi bentuk pemberian motivasi, yang bisa diberikan dalam bentuk bonus, fasilitas, jabatan atau program remunerasi karyawan.
Sumber Data
Penerapan KPI mungkin ingin segera dimulai, akan tetapi prosesnya akan sulit karena terbatasnya sumber data yang menjadi kunci pengukuran. Perusahaan mungkin tidak memiliki pangkalan data yang cukup tentang kinerja masa lalu atau proses record-nya tidak beraturan.
Selain itu, penggunaan perangkat lunak yang seyogianya membantu penyediaan data ternyata tidak bekerja sesuai dengan harapan. Masalah seperti ini bisa diselesaikan dengan terlebih dahulu memperbaiki sistem input data. Perusahaan bisa menyewa ahli IT untuk membuatkan program yang efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan. Perusahaan sebaiknya tidak terburu-buru untuk segera mengimplementasikan Key Performance Indicators yang sudah dibuat.
Terlebih dahulu, dua hal tersebut di atas, yaitu pola pikir tim manajemen dan sumber data, harus dipersiapkan. Apabila hal itu tidak dilakukan terlebih dahulu, kemungkinan besar akan muncul banyak masalah di tengah-tengah proses penerapan indikator kinerja utama yang sudah sebaik mungkin disusun.
Sumber Panduan Lengkap Menyusun SOP & KPI Fajar Nur'aini D.F, M.psi, 2020




