Jadi, menyusun SOP dengan cara yang benar pun belum cukup. Masih ada tahapan lanjutannya yang juga tidak kalah Mayoritas pemilik atau pimpinan perusahaan tidak mau menyediakan trainer karena menambah biaya tetap perusahaan. Tapi keputusan ini juga berimbas ke arah yang lebih buruk SOP tidak akan dapat diterapkan dengan sempurna. Mana ada karyawan yang sibuk bekerja memiliki waktu yang cukup untuk membaca SOP ribuan halaman kemudian melakukan uji coba sendiri? Celakanya, mungkin saja SOP tersebut malah akan difotokopi karyawan dan dijual kepada yang membutuhkan.
Yang membutuhkan SOP kopian itu ada beberapa pihak:
1.Pimpinan perusahaan yang kurang kreatif dan selalu mencari contoh setiap akan membuat sesuatu. la tidak bisa melakukan improvisasi, apalagi inovasi. Pimpinan perusahaan seperti ini biasanya menjadi pimpinan perusahaan bukan karena prestast. tetapi karena kedekatan dengan pemilik perusahaan, atau malah ia juga merangkap sebagai pemilik perusahaan. Pada saat akan menyusun SOP ia akan mencari contoh SOP dari perusahaan lain. Ia akan meminjam SOP milik perusahaan lain melalui koleganya yang juga menjadi pimpinan di perusahaan itu.
- Para penyusun SOP yang tidak berkompeten. Untuk meng hemat waktu, tenaga dan biaya, para penyusun SOP yang tidak berkompeten ini melakukan potong kompas. Ketika mendapatkan orderan dari klien, ia akan mencari SOP sejenis yang dikehendaki klien. Misalnya: ia mendapatkan orderan untuk membuat SOP Minimarket, ia pasti akan segera men cari SOP Minimarket terkenal yang sudah beroperasi puluhan tahun dan memiliki gerai ribuan. SOP itu difotokopi, ke mudian di-scan dan dimodifikasi sedikit supaya sesuai dengan keinginan klien. Jadilah SOP Minimarket instan yang harganya terjangkau.
- Para pedagang SOP. Jangan dikira para pedagang SOP itu sekumuh pedagang buku yang membuka lapak-lapak di pinggir jalan. Pedagang SOP ini penampilannya mewah. bahkan di kartu namanya bisa tercantum identitas keren sebagai “konsultan manajemen Orang seperti ini akan me ngumpulkan sebanyak-banyaknya SOP milik perusahaanbesar atau terkenal,supaya stok barang dagangannya makin lengkap.
Ini bukan soal kerugian yang diderita oleh perusahaan yang SOP-nya dibajak. Tetapi kerugian bagi Anda yang menggunakan SOP bajakan atau jiplakan tersebut sebagai pedoman untuk menyusun SOP bagi perusahaan Anda sendiri atau malah langsung menerapkannya untuk perusahaan Anda. Penyebabnya adalah:
1.SOP Dibuat untuk Tujuan Tertentu
Tujuan perusahaan besar yang SOP-nya dibajak itu tentu berbeda dengan tujuan perusahaan Anda. Contoh sederhana saja: Anda memiliki tujuan ke Amerika, tetapi Anda meng gunakan panduan SOP ke Afrika. Bukankah Anda akan ter sesat dan tidak sampai tujuan? Saya pastikan, tidak ada SOP satu perusahaan pun yang layak diterapkan untuk perusahaan lainnya, jika tujuannya berbeda.
- SOP Dibuat Sesuai Dengan Situasi dan Kondisi Perusahaan Terkini
SOP perusahaan besar tentu saja dibuat dengan unsur kecepatan dan ketepatan kerja yang luar biasa. Sumber daya manusia yang mereka miliki sudah siap menjalankan SOP itu dengan dukungan fisik dan mental yang prima. Bagaimana dengan perusahaan Anda yang kemampuan sumber daya manusianya masih dibawah rata-rata? Menerapkan SOP dengan standar tinggi seperti itu justru membuat sumber daya manusia Anda kepontal-pontal dan akhirnya gagal Saya pernah mengalami kejadian ini pada saat menyusunkan SOP untuk klien. Pemilik perusahaan minta disusunkan SOP seperti layaknya perusahaan besar karena ia ingin perusahaannya menjadi besar. Saya mengikuti kemauannya. Begitu SOP diterapkan, sumber daya manusia perusahaannya yang tidak siap. Bahkan saya mendapat kabar, gara-gara penerapan SOP ala perusahaan besar tersebut membuat 35 orang karyawannya yang menduduki jabatan selevel manajer terpental. Akhirnya pemilik perusahaan itu mengalah dan menyetujui usulan saya untuk meningkatkan kapabilitas sumber daya manusianya dulu, baru menerapkan SOP disusun dengan unsur kecepatan dan ketepatan tingkat tinggi itu.
- SOP Bajakan Dapat Diterapkan, Tetapi Perusahaan Tidak Mampu Bersaing
Mengapa demikian? Sebab perusahaan yang Anda tiru itu sudah berjalan sedemikian majunya, ratusan langkah di depan Anda. Sementara Anda baru memulai sekarang dengan cara yang sama. Tentu saja Anda ketinggalan ratusan langkah dan bisa jadi sudah tidak sesuai dinamika bisnis saat ini. Daya saing perusahaan Anda menjadi rendah, rentan terhadap perubahan, dan mudah disalip oleh kompetitor.
Jadi, sebaik-baik baju adalah hanya yang dijahit untuk kita sesuai ukuran tubuh kita. Bukan baju orang lain, meskipun mungkin baju orang lain itu terlihat lebih mewah dan menyilaukan mata. Kita sah sah saja memiliki cita-cita ingin mengembangkan perusahaan supaya menjadi besar, terkenal, mampu mencetak keuntungan berlipat ganda, dan beroperasi lintas negara. Mari kita bangun dengan cara kita sendiri, supaya perusahaan kita memiliki daya pembeda dan daya saing yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan sejenis lainnya.
Baca juga SOP Copy Paste dari Perusahaan lain – Bag. 1
Sumber MATINYA PERUSAHAAN GARA GARA S.O.P Suryono Ekotama,2018




