Setiap pekerja atau karyawan memiliki karakteristik yang berbeda pada setiap perusahaan. Ada karyawan yang rajin, ada yang bersifat keras, selain itu ada perbedaan kultur dan budaya yang mempengaruhi kebiasaan karyawan tersebut, perbedaan tersebut akan disesuaikan dengan peraturan perusahaan.
Peraturan perusahaan pun akan berbeda antara satu perusahaan yang satu dengan yang lainnya. Hal ini disebabkan ciri khas bidang usaha perusahaan yang berbeda. Mengutip dari DINPERINAKER, selain untuk menyesuaikan sikap dan sifat karyawan selama di perusahaan, peraturan dibuat agar hak dan kewajiban antara pengusaha dan pekerja berjalan secara harmonis.
Kali ini kami akan mengulas tentang peraturan perusahaan, mulai dari pengertian, tujuan pembuatannya, hingga isinya. Simak ulasan di bawah ini!
Pengertian Peraturan Perusahaan
Menurut Pasal 1, angka 20, peraturan perusahaan adalah peraturan yang dibuat secara tertulis oleh pengusaha yang mencakup syarat-syarat kerja dan tata tertib pengusaha.
Peraturan ini disusun dan menjadi tanggung jawab pengusaha yang bersangkutan. Dasar pembuatan peraturan dengan memperhatikan saran dan pertimbangan dari wakil pekerja/karyawan di perusahaan yang bersangkutan.
Di sisi lain, secara umum dapat dimaknai sebagai pedoman untuk tata kelola suatu perusahaan khususnya yang berkaitan dengan hubungan kerja atau hubungan industrial. Dengan adanya pedoman ini, pihak perusahaan bisa menyelaraskan kehidupan perusahaan, sehingga memudahkan mencapai tujuan yang dicita-citakan.
Selain itu, pedoman tersebut juga digunakan agar kehidupan perusahaan dan kegiatan operasionalnya berjalan dengan baik. Apabila pedoman dipatuhi oleh seluruh anggota perusahaan, maka akan meminimalkan risiko konflik antar karyawan. Konflik yang minim akan memperlancar operasional dan produksi perusahaan.
Tujuan Pembuatan
Pembuatan peraturan tentu memiliki tujuan tersendiri. Berikut tujuan dibuatnya peraturan perusahaan.
- Menjamin keseimbangan hak dan kewajiban pekerja
- Menjamin keseimbangan kewenangan dan kewajiban pengusaha
- Sebagai pedoman bagi pengusaha dan pekerja dalam melaksanakan kewajiban masing-masing
- Menciptakan hubungan kerja harmonis dan dinamis antara pekerja dan pengusaha
- Memajukan dan menjamin kelangsungan perusahaan
- Meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya
Isi Peraturan
Berdasarkan pasal 111 UU Ketenagakerjaan, isi peraturan kurang lebih memuat beberapa hal berikut:
- Hak dan Kewajiban Pengusaha
Pengusaha yang berperan mempekerjakan berhak untuk menerima hasil pekerjaan berkualitas maksimal dari karyawan. Sebagai imbal baliknya, pengusaha harus memberikan gaji yang sesuai atas pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan.
- Hak dan Kewajiban Karyawan
Karyawan yang dipekerjakan untuk menyelesaikan tugas, berhak menerima upah saat pekerjaan selesai. Penerimaan upah diiringi dengan melaksanakan kewajibannya dalam menyelesaikan pekerjaan sesuai standar yang sudah ditetapkan perusahaan.
- Syarat Bekerja
Setiap perusahaan memiliki kualifikasi tersendiri bagi karyawan yang ingin bekerja di dalamnya. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas dari produk yang dihasilkan. Misalnya, perusahaan hanya menerima lulusan psikologi untuk bekerja sebagai HRD.
- Tata Tertib
Tentu saja tata tertib harus masuk di dalam peraturan perusahaan. Tata tertib yang ditulis harus dipatuhi oleh seluruh karyawan perusahaan. Hal ini dimaksudkan agar terjadi keserasian dan menghindari konflik di antar karyawan.
- Jangka Waktu
Setiap peraturan yang disusun, memuat jangka waktu berlaku. Jangka waktu biasanya berlangsung selama karyawan tersebut masih bekerja di bawah perusahaan tersebut. Apabila karyawan telah resign atau pensiun, maka mereka sudah tidak terikat dengan peraturan tersebut. Selain itu, peraturan akan selalu diperbarui setiap 2 tahun.
Berdasarkan penjabaran di atas, sangat penting sekali untuk menyusun peraturan. Apabila sebuah perusahaan tidak memiliki peraturan, maka akan terjadi kekacauan seperti hubungan antar karyawan yang tidak harmonis, pemenuhan hak dan kewajiban antara pengusaha dan karyawan tidak seimbang,
Bagi Anda yang berencana menyusun peraturan, Anda bisa mendapatkan contoh peraturan perusahaan milik Ruang SOP. Dalam buku tersebut, berisi panduan dalam menyusun dan template yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Secara garis besar memuat bab dan pasal-pasal sebagai berikut:
- Ketentuan Umum
- Hubungan Kerja
- Peraturan Kerja dan Tata Tertib
- Fasilitas Kerja
- Cuti dan Ijin Meninggalkan Pekerjaan
Dengan menggunakan pedoman pertauran perusahaan ini Anda bisa membuat peraturan perusahaan dengan mudah, fleksibel, dan efektif.




