Manajemen keuangan memiliki dampak yang signifikan terhadap bisnis perusahaan dalam rangka mengelola aset dan menambah nilai keuntungan. Dengan manajemen keuangan perusahaan mampu melacak berapa estimasi modal yang diperlukan dan sumbernya dari mana saja. Dengan begitu, kelangsungan perusahaan dapat lebih terjaga, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Karena keuangan merupakan hal penting, rincian arus dana keluar dan masuk perlu diklarifikasi. Keuangan sering menjadi masalah ketika perusahaan menyusun laporan keuangan tahunannya. Tanpa disadari, banyak ketidaksesuaian dalam neraca akuntansi keuangan perusahaan selama penyusunan laporan ini. Bahkan, pemilik perusahaan sering kali tidak menyadari di mana letak permasalahan dan akar permasalahannya.
Sebagai pemimpin tentu saja Anda perlu mengetahui hal itu. Sehingga perusahaan Anda nantinya bisa berkembang dan menyelesaikan masalah yang serius. Berikut akan kami sampaikan beberapa masalah keuangan yang sering dihadapi perusahaan dan bagaimana penggunaan contoh SOP keuangan bisa mengatasinya.
Permasalahan dalam Manajemen Keuangan
Terdapat 10 masalah keuangan yang sering kali terjadi di perusahaan. Berikut penjelasan selengkapnya.
- Kesalahan Pencatatan dan Rekonsiliasi (Pencocokan) Laporan
Kesalahan paling umum yang dilakukan oleh pemilik perusahaan adalah perusahaan tidak mencatat laporan keuangan secara teratur. Ketika bisnis berjalan dengan baik, pemilik perusahaan tidak memiliki waktu dan tenaga untuk menghadapi beberapa masalah. Pencatatan keuangan kurang menjadi prioritas utama dalam bisnis setiap harinya. Tidak jarang penyusunan laporan keuangan tahunan tidak didasarkan pada keadaan perusahaan.
- Tidak Melihat Laporan Keuangan sebagai Alat Perusahaan
Sebagian besar perusahaan memandang keuangan sebagai satu-satunya fungsi pencatatan data keuangan perusahaan. Digunakan hanya untuk menghitung saldo atau untuk keperluan pajak saja. Padahal laporan keuangan ini sangat penting bagi pemilik perusahaan. Karena dapat digunakan untuk menentukan keputusan dan strategi yang akan digunakan ketika perusahaan mulai menurun.
- Ingin Menangani Semuanya Sendiri
Ketika perusahaan didirikan, pemilik perusahaan masih dapat menangani sendiri masalah dan urusan perusahaan. Misalnya, menyusun atau mencatat laporan keuangan, namun seiring berjalannya waktu bisnis tersebut semakin berkembang. Tentu saja tidak mudah untuk menanganinya sendiri karena butuh waktu dan tenaga. Suatu perusahaan harus mempekerjakan staf akuntansi atau dapat diandalkan dalam menyusun laporan keuangan perusahaan.
- Mencampuradukkan Akun Pribadi dan Akun Perusahaan
Pemilik bisnis pada umumnya tidak memisahkan dana pribadi dari dana perusahaan, terutama untuk keperluan sehari-hari. Tentu saja, ini bisa membingungkan dan buruk bagi perusahaannya. Dana perusahaan yang perlu digunakan terutama untuk investasi, tetapi digunakan terutama untuk keuntungan pribadi.
Sangat disarankan perusahaan memisahkan uang untuk pribadi dan untuk perusahaan. Termasuk mencatat secara rinci setoran dan penarikan dana untuk keperluan bisnis untuk digunakan nanti.
- Tidak Menyimpan Kuitansi dan Nota
Kebiasaan sederhana ini bisa sangat bermasalah, padahal kuitansi ini bisa menjadi jawaban atau bukti yang sah. Apabila terjadi kesalahan dalam laporan keuangan khususnya pada saat prosedur perpajakan, kuitansi ini sangat membantu dalam memperlancar proses tersebut.
- Menempatkan Orang yang Salah
Pemilik perusahaan sering tidak punya waktu untuk menyusun laporan keuangan perusahaan mereka. Inilah sebabnya mengapa pemilik perusahaan sering menggunakan jasa orang lain. Seperti anggota keluarga atau teman dekat yang sebenarnya baru mengenal akuntansi.
Sehingga sering orang tersebut salah ketika membuat keputusan yang tidak berlaku untuk catatan keuangan mereka. Biasanya tujuannya adalah untuk menghemat uang perusahaan, namun hal ini dapat menimbulkan masalah saat mengaudit laporan keuangan perusahaan. Lebih buruk lagi jika utusan tidak tahu bagaimana mengkategorikan pengeluaran atau membuat jurnal yang tepat.
- Kesalahan Matematis dalam Berhitung
Kesalahan ini umum terjadi dan bahkan akuntan yang berpengalaman pun dapat melakukan kesalahan ini. Padahal sudah menggunakan aplikasi akuntan, biasanya salah dalam pencatatan ke akun yang berbeda, atau salah dalam mengetik. Faktor-faktor ini biasanya disebabkan oleh ketidaksabaran dan kelelahan, yang menyebabkan konsentrasi yang buruk dan kesalahan yang tidak terdeteksi.
Jika kesalahan perhitungan ini digabungkan dengan kesalahan input dan pencocokan. Bila itu terjadi, bisa menjadi masalah yang sangat besar dalam laporan keuangan suatu perusahaan. Karena kesalahannya tidak diketahui, diperlukan waktu berbulan-bulan dan pada akhirnya masalah yang lebih kompleks perlu diselesaikan.
- Berpikir Bahwa Teknologi adalah Solusi yang Terbaik
Banyak perusahaan menemukan diri mereka berinvestasi dalam teknologi mutakhir. Misalnya, aplikasi akuntansi perusahaan dapat memecahkan masalah dalam penyusunan laporan keuangan perusahaan. Namun, aplikasi seringkali tidak sesuai dengan skala perusahaan yang sedemikian kompleks. Oleh karena itu, diperlukan proses dan pertimbangan yang cermat dari pihak pemilik perusahaan saat memilih aplikasi.
- Hanya Berfokus pada Jangka Pendek
Pemilik perusahaan ini biasanya hanya menggunakan laporan transaksi harian. Bahkan jika angka-angka dalam laporan keuangan dapat digunakan untuk memprediksi pertumbuhan bisnis di masa depan. Selain itu, dapat digunakan untuk mengidentifikasi risiko yang timbul dari situasi keuangan.
Pemilik bisnis disarankan untuk mempertimbangkan masalah akuntansi karena bisnis mereka akan terus berkembang di masa depan. Misalnya, membuka cabang baru pasti akan membutuhkan sumber daya tambahan di departemen akuntansi perusahaan.
- Kesalahan pada Penulisan Desimal
Masalah ini dapat terjadi jika Anda merasa lelah dan menulis sesuatu yang salah. Misalnya ingin menulis Rp 1.000.000, tetapi salah dalam penulisan menjadi Rp 10.000.000. Yang pasti salah pengetikan dapat menimbulkan masalah yang serius dan merugikan perusahaan. Hal ini harus ditulis dengan hati-hati agar tidak terjadi kesalahan dalam data laporan keuangan.
Cara Mengatasi Masalah Manajemen Keuangan
Hal utama yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi masalah manajemen keuangan perusahaan adalah dengan menyusun SOP keuangan. SOP keuangan adalah standar atau rujukan dalam bidang akuntansi yang meliputi kegiatan pencatatan atau pembukuan.
SOP yang baik akan menentukan bagaimana proses kerja harus dilakukan, mulai dari siapa yang harus mengerjakan, siapa yang bertanggung jawab, siapa yang harus menyetujuinya, kapan harus dilakukan, hingga dokumen apa yang harus dibuat.
Untuk menyusun SOP keuangan yang benar-benar akurat dan efisien tidaklah mudah. Tapi jangan khawatir. Anda dapat menggunakan struktur SOP milik Ruang SOP yang bisa Anda lihat dalam contoh SOP Keuangan. Pada contoh tersebut akan Anda dapatkan beberapa penjelasan seperti:
- Ketentuan Umum Keuangan
- Job Descriptions
- Kebijakan Sistem Penggajian dan Pajak Penghasilan
- Simbol-Simbol Dalam Flowchart
Dengan menggunakan panduan SOP ini Anda tidak perlu repot-repot menyusun SOP dari awal. Anda cukup mengeditnya dan mnyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda.
Mengapa Menggunakan Ruang SOP?
Produk Ruang SOP memungkinkan bisnis Anda menjadi autopilot, specific, complete, serta auditable. Kunjungi situsnya sekarang dan rasakan manfaat menggunakan Ruang SOP.
Itulah penjelasan mengenai masalah keuangan yang sering terjadi di perusahaan, susun SOP yang tepat untuk meminimalkan beberapa masalah akuntansi yang sering terjadi. Sehingga Anda bisa mendapatkan laporan keuangan yang tepat dan akurat.




