Kontrak kerja atau aturan perusahaan biasanya memiliki bab deskripsi pekerjaan atau job description, yang meliputi daftar tugas apa saja. Job description adalah sebuah catatan keterangan yang berkaitan dengan tanggung jawab dan tugas atas suatu pekerjaan tertentu. Di dalam catatan ini berisi berbagai hal yang berkaitan dengan pekerjaan yang harus dilakukan, bukan tentang pemegang tanggung jawab pekerjaan tersebut. Namun, pada praktiknya terkadang ada pembagian kerja yang dirasa tidak seimbang.
Bukti ketidakseimbangan pembagian beban kerja antar pegawai sebenarnya cukup mudah ditemukan. Jika ada pegawai yang selalu kekurangan waktu untuk menyelesaikan pekerjaannya, keteteran, bahkan sampai lupa istirahat, sedangkan pegawai lain bisa membaca koran, bermain catur, atau melakukan manicure pedicure di kantor, nonton YouTube nonstop, maka Itu bisa menjadi salah satu gejala pembagian beban kerja yang tidak seimbang.
Mungkin perusahaan dapat berargumen bahwa keterampilan seorang karyawan berbeda dari yang lain, dan oleh karena itu beban kerjanya berbeda (dan gajinya juga berbeda). Tentu saja, beban kerja yang tidak seimbang atau tidak merata seperti itu juga buruk bagi perusahaan Anda. Diantaranya sebagai berikut!
5 Risiko Beban Kerja Tidak Seimbang
1.Stress kerja meningkat
Beban kerja yang melebihi kapasitas menyebabkan kelelahan kerja, kelelahan fisik dan mental, dan akhirnya stres kerja. Stres yang dihasilkan pasti berdampak pada kinerja dan produktivitas karyawan sehari-hari. Produktivitas menurun, kurang konsentrasi, dll. Hal ini juga mempengaruhi kinerja perusahaan secara keseluruhan.
2.Karyawan akan sering menuntut kenaikan gaji
Beban kerja yang tidak seimbang membuat karyawan curiga, dipertanyakan, dan negatif. Gaji juga tidak seimbang. Karyawan yang merasa beban kerjanya terlalu berat kemudian bertanya, “Berapa gaji karyawan yang suka gabut di kantor itu? Jangan- jangan sama kayak gue!” Tentu saja, jika perusahaan menginginkan kenaikan gaji, tentu tidak masalah. Tapi kenaikan gaji itu tidak bisa langsung dilakukan, bukan? Untuk menaikkan gaji karyawan, meski beban kerja karyawan berat, perusahaan harus mempertimbangkan banyak hal.
3.Naiknya turnover karyawan
Jika seorang karyawan merasa diperlakukan tidak adil karena beban kerja yang lebih berat daripada karyawan lain (terutama kenaikan gaji untuk hal yang sama dan tidak ada cara karyawan dan perusahaan dapat berbicara satu sama lain untuk mengurangi stres), karyawan ini mungkin merasa tidak sehat. Akibatnya, karyawan hampir pasti mempertimbangkan untuk keluar dan mencari pekerjaan lain yang tampaknya lebih baik. Jika intensitas fluktuasi perputaran karyawan tinggi, hal ini menunjukkan bahwa manajemen perusahaan tidak sehat. Ini dapat mempengaruhi bisnis perusahaan juga, karena reputasinya dapat menurun.
4.Izin tidak masuk meningkat
Jika karyawan belum memutuskan untuk resign, ini juga dapat menyebabkan peningkatan tingkat cuti sakit. Meskipun karyawan tersebut mungkin tidak benar-benar sakit. Beberapa karyawan HR sering mengeluh, mengklaim melihat mereka makan di kedai kopi dan spa saat berlibur. Mereka menghibur diri sendiri, membuat alasan, dan memahami mengapa karyawan itu berbohong.
5.Rawan fraud
Beban kerja yang tidak seimbang diikuti dengan kebuntuan yang dapat dibicarakan antara karyawan dengan perusahaan dapat menimbulkan ketidakpuasan karyawan terhadap perusahaan. Selain yang sudah disebutkan di atas, banyak hal yang bisa terjadi nantinya. salah satunya adalah peluang terjadinya fraud. Well, siapa yang menginginkan terjadi fraud dalam perusahaan? Pemilik bisnis, manajer, CEO, staf HR mana pun sepertinya tak akan menginginkan fraud terjadi, karena bisa merugikan perusahaan baik material maupun imaterial. Tapi yah, ada peluang, ada ketidakpuasan, dan ada kebutuhan, bisa membuat seorang karyawan jujur yang tadinya berkarakter pekerja keras menjadi “tergoda”.
Seperti disebutkan sebelumnya, pembagian beban kerja yang tidak merata di antara karyawan dapat memiliki banyak efek yang tidak menyenangkan dan tidak boleh diabaikan. Akan lebih baik, jika pihak perusahaan sudah memperhatikan detail dari awal untuk menghindari ketidaksetaraan seperti itu.
Daftar Isi Contoh SOP Job Description
Jika perlu, segera ambil tindakan hingga masalah ini teratasi. Jangan biarkan karyawan terbaik Anda merasa frustrasi dan mempertimbangkan untuk pergi. Lengkapi juga dengan berbagai training, agar karyawan yang kurang kompeten bisa meningkat kompetensinya. Bahkan karyawan yang baik pun semakin mahir mengelola diri sendiri, termasuk mengelola keuangan pribadinya dengan bijak. Berikut adalah contoh SOP Job Description:
Bidang Usaha Tour
1. Job Desc Staff Ticketing,
2. Job Desc Staff Biro Haji dan Umroh,
3. Job Desc Tour Officer,
4.Job Desc Accounting.
Bidang Usaha Toko / Minimarket
1. Job Desc Store Manager,
2. Job Desc Assistant Manager,
3. Job Desc Sale Assistant,
4.Job Desc Chasier.
Bidang Usaha Media Massa
1. Job Desc Pemimpin Redaksi,
2. Job Desc Sekretaris Redaksi,
3. Job Desc Redaktur Pelaksana,
4. Job Desc Redaktur,
5. Job Desc Reporter,
6.Job Desc Redaktur Bahasa/Korektor,
7. Job Desc Fotografer,
8. Job Desc Pustaka dan Dokumentasi,
9. Job Desc Design Grafis/Layoter,
10. Job Desc Cetak.
Bidang Usaha Media Visual / Tv
1. Job Desc Presenter,
2. Job Desc Eksekutif Produser,
3. Job Desc Produser,
4. Job Desc Research Writer/creative,
5. Job Desc Lightingman,
6. Job Desc Talent Staff,
7. Job Desc Sound Engineer,
8. Job Desc Kameramen.
Bidang Usaha Pendidikan
1. Job Desc Kepala sekolah,
2. Job Desc Guru,
3. Job Desc Pustakawan,
4. Job Desc Laboran,
5. Job Desc Rektor
6. Job Desc Konselor pendidikan,
7. Job Desc Dosen.
Bidang Usaha Kesehatan
1.Job Desc Apoteker Apotik,
2.Job Desc Apoteker pendamping,
3.Job Desc Medical Representative,
4.Job Desc Ahli gizi,
5. Job Desc Bidan.
Bidang Usaha Transportasi
1. Job Desc Pilot,
2. Job Desc Flight Attendant (Pramugari/Pamugara),
3. Job Desc Air Traffic Controller (ATC),
4. Job Desc Flight Operation Officer (FOO),
5. Job Desc Nahkoda Kapal,
6. Job Desc Mualim.
Bidang Usaha Industri Otomatif Dan Elektro
1. Job Desc Plant Manager,
2. Job Desc Purchasing Supervisor,
3. Job Desc Purchasing,
4. Job Desc Direktur Produksi.
Bidang Usaha Perbankan Dan Jasa Keuangan
1. Branch Manager,
2. Internal audit manager,
3. IT Support Officer.
Bidang Usaha Pertambangan
1. Senior Geologist,
2. Healt Safety & Environment officer,
3. Geophycist.
Bidang Usaha Resto / Café
1. Job Desc Supervisor (Kepala Resto),
2. Job Desc Juru Masak (Chef),
3. Job Desc Kasir,
4. Job Desc Penyaji,
5. Job Desc Office Boy.
Jobdesc Lembaga Training
1. Contoh Job Desc Direktur,
2. Contoh Job Desc Bidang Sarana dan Prasarana,
3. Contoh Job Desc Program Studi,
4. Contoh Job Desc Kepala Instruktur,
5. Contoh Job Desc Kepala Kurikulum.
Jobdesc Konveksi / Garmen
1. Contoh Job Desc Kepala Produksi,
2. Contoh Job Desc Kepala Tukang Jahit,
3. Contoh Job Desc Kepala Tukang Kain,
4. Contoh Job Desc Kepala Tukang Potong,
5. Contoh Job Desc Bagian Pembelian Kain,
6. Contoh Job Desc Quality Control,
7. Contoh Job Desc Tukang Jahit,
8. Contoh Job Desc Kepala Patron,
9. Contoh Job Desc Tukang Jahit Sample,
10. Contoh Job Desc QC Sample.
Jobdesc Jasa Kontruksi
01. Job Desc Project Manager,
02. Job Desc Site Manajer,
03. Job Desc Site Engineering,
04. Job Desc Site Supervisor,
05. Job Desc Quality Control,
06. Job Desc Quantity Control,
07. Job Desc Admin Proyek,
08. Job Desc Keuangan Proyek,
09. Job Desc Logistik Proyek,
10. Job Desc Staf Peralatan Proyek.
Jobdesc Marketing Online
01. Job Desc Marketing Online Manager,
02. Job Desc Content Developer,
03. Job Desc Creative Production,
04. Job Desc Admin & Cs,
05. Job Desc Marketing Online,
Contoh SOP Job Description hadir untuk memandu Anda mengatur pembagian kerja agar seimbang. Menggunakan contoh job description ini dapat membantu karyawan memahami kewajiban mereka dalam perusahaan.




