Apakah karyawan Anda merasa aman dan nyaman menyampaikan sesuatu yang tidak nyaman kepada manajemen? Apakah mereka terbuka dan komunikatif? Jika tidak, berarti komunikasi internal dalam organisasi Anda tidak berjalan dengan baik.
Interaksi antara karyawan satu sama lain dan di atasnya mungkin terlihat sepele, hanya komunikasi sehari-hari yang pasti akan ada terlepas dari situasi di lingkungan kerja.
Padahal, komunikasi internal dalam organisasi sama pentingnya dengan komunikasi eksternal. Jika komunikasi eksternal memperkuat citra perusahaan di mata publik, komunikasi internal memperkuat stabilitas struktur organisasi perusahaan. Sebelum mengetahui alasan penting membangun komunikasi internal alangkah baiknya mengetahui pengertian komunikasi internal terlebih dahulu.
Pengertian komunikasi internal menurut ahli
Pada dasarnya, komunikasi internal merupakan bagian dari komunikasi organisasi. Zelko dan Dancer (dalam Asyifa, 2016) mengatakan bahwa komunikasi organisasi merupakan suatu sistem yang saling bergantung yang terdiri dari komunikasi internal dan eksternal.
Ada beberapa definisi komunikasi internal yang dikemukakan oleh para ahli. Salah satunya adalah definisi komunikasi internal oleh Frank dan Brownell (1989, Dolphin, 2005). Menurutnya, komunikasi internal adalah transaksi atau interaksi antara individu dan kelompok pada tingkat yang berbeda dan dalam spesialisasi yang berbeda. Tujuan dari peristiwa atau interaksi ini adalah untuk mengubah atau membentuk organisasi dan mengoordinasikan operasi sehari-hari.
Alasan komunikasi internal dibangun
Dalam membangun komunikasi internal perusahaan, tujuannya adalah agar seluruh bagian organisasi dan anggotanya dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Namun ada banyak alasan lain mengapa komunikasi internal harus dirancang dengan baik.
- Agar karyawan terinformasi
Adalah baik bagi semua karyawan untuk mengetahui dasar-dasar perusahaan. Perusahaan memiliki visi dan misi yang membentuk budaya kerja yang harus dipahami bersama.
Ada banyak informasi yang perlu dibagikan secara merata kepada karyawan. Karyawan juga harus mengetahui perubahan peraturan, acara yang akan datang, atau informasi terkini tentang kesehatan perusahaan.
Perusahaan tidak boleh dengan sengaja menahan informasi penting, terutama jika menyangkut kesejahteraan semua karyawan.
- Membuka raung bersuara
Bagaimana seharusnya perusahaan mempertahankan karyawan jika komunikasi di area tersebut tidak sehat? Karyawan perlu merasa nyaman dan aman saat berkomunikasi dengan manajemen dan satu sama lain. Jika perusahaan mengharapkan karyawan yang komunikatif dan aktif, manajemen harus setuju untuk menciptakan ruang komunikasi yang nyaman bagi karyawan.
Bahkan ketika karyawan ingin melaporkan penipuan, kesalahan, atau keberatan atas sesuatu, manajemen harus bersedia mendengarkan tanpa mengintimidasi dan menanggapi tanpa membuat karyawan merasa keluhan mereka tidak benar.
- Membangun budaya organisasi
Komunikasi internal perusahaan, yang berkembang dari tahun ke tahun, pada akhirnya membentuk budaya perusahaan Anda. Tapi ini bukan jalan satu arah, karena budaya perusahaan yang berkembang juga memengaruhi komunikasi internal.
Jika perusahaan terbiasa terbuka, selalu up-to-date, komunikasi internal yang tanggap dan tanggap, maka budaya yang akan dibangun akan mengikuti. Terciptanya budaya kerja yang sehat dan transparan. Dan tentunya karyawan sangat menghargai transparansi dalam manajemen.
- Membantu karyawan tetap tenang saat krisis
Ketika sebuah perusahaan berada di tengah krisis, karyawan cepat panik. Misalnya, ketika masalah startup menyebabkan PHK, banyak karyawan khawatir tentang masa depan profesional mereka. Dengan komunikasi internal yang tepat, perusahaan dapat membantu karyawan tetap tenang. Informasi yang tepat setidaknya memberikan kepastian kepada karyawan bahwa perusahaan sedang mencari solusi terbaik.
- Menciptakan suasana kerja yang menyenangkan
Bekerja di lingkungan yang terbuka dan transparan itu menyenangkan dan menyenangkan. Karyawan umumnya merasa lebih baik ketika suasana kerja tidak mengintimidasi dan mengganggu. Misalnya, atasan yang enggan menerima dan mengintimidasi umpan balik membuat karyawan malas mengungkapkan keinginan dan kekhawatirannya saat bingung dan membutuhkan bimbingan.
Itulah penjelasan mengenai 5 Alasan komunikasi internal dibangun dalam organisasi. Apabila Anda ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai artikel diatas Anda bisa mengunjungi akun media sosial kami. Terimakasih sudah membaca artikel kami, semoga bermanfaat.




