Secara umum, onboarding dipahami sebagai proses memperkenalkan atau mengakrabkan karyawan dengan perusahaan, lingkungan dan pekerjaan di perusahaan baru tempat mereka bekerja. Jangan remehkan proses pengenalan, karena ini akan menjadi kesan pertama karyawan baru terhadap perusahaan. Tujuan keseluruhan dari proses onboarding adalah membuat karyawan merasa diterima oleh perusahaan sehingga mereka dapat belajar dan beradaptasi dengan cepat pada pekerjaan baru. Selain itu, proses referral yang baik juga berdampak positif bagi perusahaan karena pada umumnya kesan pertama yang baik akan membuat karyawan percaya pada perusahaan dan tidak mudah keluar. Karena banyak karyawan baru yang direkrut dan tidak bisa lama-lama di kantor. Ini mungkin hasil dari proses program orientasi saat mempekerjakan karyawan baru. Berikut proses onboarding karyawan yang tepat.
Proses Onboarding Karyawan yang Tepat
- Melakukan Company Tour
Company tour adalah langkah pertama yang sangat umum bagi perusahaan. Ini adalah langkah pengenalan paling dasar bagi karyawan baru. Company tour dapat dilakukan dengan menunjuk supervisor atau seseorang yang pernah bekerja di perusahaan sebelumnya untuk menjelaskan kepada anggota baru. Saran untuk memperkenalkan karyawan melalui company tour tidak terbatas pada memamerkan perusahaan di gedung yang sebenarnya. Namun, lebih kepada menyajikan divisi atau departemen perusahaan yang terlibat. Selain itu memberikan gambaran singkat tentang deskripsi pekerjaan masing-masing departemen. Proses tersebut juga memungkinkan karyawan baru untuk melihat dan bertemu orang-orang dari berbagai departemen.
- Berikan Deskripsi Singkat tentang Perusahaan
Selama onboarding karyawan, penting untuk memberikan informasi dan penjelasan singkat tentang perusahaan. Sertakan informasi tentang prosedur absen di attendance management, atau prosedur penting lainnya. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan rasa loyalitas bagi karyawan baru tersebut.
- Tetapkan Tugas dengan Beban Kerja yang Bertahap
Proses onboarding karyawan yang tepat berikutnya adalah memberikan pekerjaan dalam beban bertahap. Setelah departemen HR memberikan job description karyawan baru, mereka tentu saja akan diberi tugas berdasarkan deskripsi pekerjaan mereka. Langkah strategis yang harus dilakukan HR adalah tidak memberikan beban kerja yang tinggi dalam beberapa hari pertama. Alih-alih, tetapkan tugas yang lebih ringan sebagai pengantar dan mulailah. Langkah ini diambil untuk merangsang semangat karyawan baru agar semangat mereka tidak goyah. Dengan semangat yang terus menerus dan bahkan terus meningkat, hal ini tentu saja membawa keuntungan tersendiri bagi perusahaan. Moral yang tinggi berarti produktivitas yang tinggi.
- Beri Waktu untuk elajar
Buat dokumen atau materi untuk mendukung proses onboarding, agar karyawan memiliki arah pembelajaran yang jelas. Berikan waktu kepada karyawan baru untuk belajar sesuai petunjuk dalam dokumen dan tentunya dengan bantuan atasan atau rekan satu tim.
- Melibatkan Karyawan Baru dalam Perbincangan
Agar proses orientasi karyawan berjalan lancar, Anda perlu melibatkan karyawan baru dalam sebuah percakapan. Sehingga mereka dapat menunjukkan kemampuannya dalam melaksanakan tugas. Selain itu, mereka juga dapat belajar dari berbagai pengalaman yang didapat dari diskusi tatap muka dengan atasan. Hal ini dapat meningkatkan rasa percaya diri yang jauh lebih optimal.
Demikian artikel mengenai proses onboarding karyawan yang tepat. Proses onboarding karyawan yang tidak memenuhi syarat akan berdampak negatif pada perusahaan. Selain itu, karyawan baru akan sulit beradaptasi dengan lingkungan kerja. Untuk itu, penting untuk menerapkan onboarding di setiap perusahaan untuk menghindari turnover karyawan dan mengoptimalkan pekerjaan karyawan di kantor.




