Risiko merupakan bagian integral dari semua aspek kehidupan kita. Ketika kita memutuskan untuk berbisnis, berinvestasi, kuliah, dan menikah, kita mengambil risiko. Di dunia ini, kita harus berurusan dengan ketidakpastian. Unsur ketidakpastian ini sering menimbulkan kerugian. Ini adalah karakteristik universal, hadir hampir selalu dalam setiap aspek kehidupan manusia. Kerugian akibat unsur ketidakpastian (risiko) ini dapat terwujud dalam berbagai cara, antara lain dalam kegiatan ekonomi, sosial, dan hukum. Manajemen risiko adalah kegiatan manajemen yang dilakukan pada tingkat manajemen umum, yaitu studi dan analisis sistematis tentang kerugian yang mungkin dialami perusahaan karena risiko dan metode yang paling tepat untuk menangani kerugian yang terkait dengan risiko itu. Berikut metode manajemen risiko yang perlu Anda ketahui
Metode Manajemen Risiko
- Avoidance (Menghindari Risiko)
Metode ini adalah cara yang digunakan untuk menghindari risiko yang tidak perlu dengan cara tidak melakukan aktivitas yang dapat membuat Anda terkena risiko tersebut. Misalnya dengan berbisnis, Anda berpotensi menghadapi risiko kebangkrutan. Cara untuk menghindari kebangkrutan bukanlah dengan berbisnis, tetapi dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat menyebabkan risiko tersebut. Misalnya dengan tidak berspekulasi tentang bisnis Anda atau memilih mitra bisnis yang terpercaya.
- Mengurangi Risiko (Reduction)
Reduction adalah cara mengelola risiko dengan cara mengurangi faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko menjadi lebih tinggi. Biasanya metode ini melibatkan penentuan faktor mana yang dapat dikendalikan dan mana yang tidak. Dengan demikian, kita dapat mengurangi ketergantungan kita pada faktor-faktor yang tidak dapat kita kendalikan, seperti kondisi cuaca atau bencana alam. Setelah itu kita dapat meningkatkan faktor-faktor yang dapat dikendalikan seperti proses produksi, keterampilan karyawan, dan sebagainya.
- Sharing (Berbagi Risiko)
Metode risk sharing sering digunakan oleh perusahaan asuransi untuk menutupi sebagian risiko yang ditanggung individu. Pada dasarnya, Anda membagi risiko dengan perusahaan asuransi untuk mendapatkan manfaat asuransi kesehatan. Semakin banyak orang mendaftar untuk berbagi risiko, semakin rendah premi yang dibayarkan.
Dalam metode risk sharing, setiap peserta mengumpulkan modal selama periode waktu tertentu dan jumlahnya disepakati dengan perusahaan asuransi. Jumlah tersebut akan dibagi menjadi dua bagian, yaitu 50% diklaim oleh peserta untuk keperluan asuransi dan 50% sisanya diatur oleh perusahaan asuransi selaku pengelola. Cara ini dikatakan menguntungkan kedua belah pihak. Karena di satu sisi perusahaan asuransi diuntungkan dari pengelolaan dana tersebut, dan peserta juga diuntungkan karena sistem pembayarannya tidak menerapkan bunga.
- Transferring (Pengalihan Risiko)
Metode ini sering ditempuh oleh perusahaan asuransi baik itu asuransi kesehatan, pendidikan maupun masa tua. Metode ini biasanya melibatkan penugasan seseorang atau organisasi untuk menanggung beban imbalan tertentu. Misalnya, jika Anda membeli asuransi kesehatan, berarti dalam hal ini Anda memberi wewenang kepada suatu organisasi untuk membantu Anda mengantisipasi risiko kesehatan dengan imbalan pembayaran polis asuransi. Dalam hal ini, pihak asuransi akan memberikan pelayanan, saran dan solusi seputar kesehatan Anda. Perusahaan asuransi akan memberikan Anda potongan harga di beberapa pusat kebugaran agar Anda dapat menjaga kesehatan, memberikan penyuluhan kesehatan dan bentuk perlindungan kesehatan lainnya.
- Risk Prevention (Pencegahan Risiko)
Metode ini mencakup semua langkah yang dapat mengurangi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan tanpa sepenuhnya menghilangkan risiko. Metode ini ada karena keyakinan bahwa tidak ada yang dapat sepenuhnya menghilangkan risiko, tetapi selalu memungkinkan untuk mengurangi persentase yang terjadi. Misalnya, ada gedung yang memasang alat pendeteksi kebakaran berupa alarm dan sprayer air. Alat ini dapat lebih mengurangi resiko kebakaran, namun tidak dapat sepenuhnya menghilangkan resiko kebakaran. Namun kegiatan aktivitas pencegahan ini tetap dinilai bermanfaat karena dapat memberikan rasa aman dan memberikan jaminan lebih.
Demikian artikel mengenai metode manajemen risiko yang perlu Anda ketahui. Manajemen risiko ini juga merupakan penerapan suatu arahan umum yang berupaya untuk mengidentifikasi, mengukur dan menangani sebab dan akibat dari ketidakpastian dalam suatu organisasi atau perusahaan. Oleh karena itu, manajemen risiko diperlukan untuk menghindari dan meminimalkan risiko yang akan muncul atau dihadapi bisnis.




