Franchise atau waralaba berarti hak atau kebebasan. Dalam arti luas, itu didefinisikan sebagai hak antara pemilik merek dagang suatu produk dan pengguna merek itu. Dalam istilah yang lebih umum, waralaba juga dapat dipahami sebagai bisnis kemitraan. Langkah selanjutnya adalah membuat sistem waralaba. Buat proposal dengan bekerja bersama para profesional seperti akuntan, pengacara, penasihat keuangan, dan perencana bisnis waralaba. Namun, banyak pengusaha yang gagal dalam bisnis ini sendiri karena memiliki persepsi yang salah atau menyesatkan tentangnya. Persepsi ini dapat dilihat dari franchisor dan franchisee. Berikut penyebab gagalnya bisnis franchise sehingga Anda bisa berhati-hati dalam berbisnis franchise.
Penyebab Gagalnya Bisnis Franchise
- Membeli Franchise dengan Biaya Tinggi
Jika modal awal untuk membeli waralaba terlalu tinggi, pasti akan menyebabkan lamanya break event point atau balik modal. Misalnya, Pak Udin ingin membeli franchise bimbingan belajar dan harus membayar royalti sebesar Rp 250 juta beserta hak pakai merek tersebut selama 10 tahun. Modal ini tidak termasuk sewa atau pembelian lokasi. Franchisee juga harus membayar franchise fee sebesar 12,5% dari penjualan per tahun. Bahkan, beberapa merek ternama masih membebankan biaya tambahan khusus. Penting untuk diketahui apakah titik impas diperoleh dari modal awal dibagi keuntungan. Jadi, semakin besar modal awal, semakin lama periode pengembaliannya.
- Biaya Bahan Baku yang Tinggi
Agar bisnis Anda tetap berjalan, sebagian besar pemilik franchise meminta pemegang lisensinya untuk membeli bahan baku dari pemasok yang sering kali memiliki hubungan “khusus” dengan pemilik waralaba. Biasanya harga yang ditawarkan oleh pemasok ini lebih tinggi dari harga pasar. Jangan pernah membatalkan pesanan materi Anda dengan pemilik waralaba, karena bukan tidak mungkin dia memutuskan kontrak Anda di tengah jalan sehingga Anda gulung tikar.
- Kekurangan Dana
Sebagian besar pemegang lisensi waralaba tidak memiliki akses ke sumber keuangan yang baik. Jadi jika diperlukan tambahan modal, sebagian besar franchisee harus membayarnya sendiri. Di satu sisi, franchisee adalah otonom. Beberapa pemilik waralaba mengetahui hal ini dengan sangat baik dan karenanya menawarkan opsi cicilan untuk biaya waralaba, modal awal, bahan, dan peralatan yang diperlukan untuk memulai waralaba. Situasi seperti ini seringkali lebih menarik bagi calon pemegang lisensi.
- Terlalu Banyak Pemain
Logikanya, pemilik waralaba dapat memperoleh banyak keuntungan karena semakin banyak franchisee yang membeli waralaba yang diusulkan. Fakta ini terkadang menjadi tidak terkendali saat franchisee saling berdekatan yang berujung pada penurunan pendapatan. Dengan cara ini, penting untuk memperhatikan jumlah pemilik waralaba paling sedikit di lokasi yang ingin Anda buka. Temukan lokasi yang tidak memiliki banyak persaingan dengan banyak pelanggan potensial.
- Kreativitas Terbatas
Penyebab gagalnya bisnis franchise yang terakhir karena produk atau jasa yang diciptakannya tidak sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat. Dengan kata lain, perusahaan gagal meyakinkan pelanggan potensial untuk membeli produk atau layanannya. Misalnya, pemilik waralaba mengharuskan Anda untuk menjual produk yang tercantum dalam kontrak, sehingga Anda tidak dapat memodifikasi atau memperluas produk atau layanan yang akan dijual. Kewajiban keseragaman ini terkadang dapat membuat frustasi franchisee dan membuat bisnisnya tidak berkembang.
Demikian artikel mengenai Berikut penyebab gagalnya bisnis franchise sehingga Anda bisa berhati-hati dalam berbisnis franchise. Sebelum menyewa waralaba, pelajari tentang bisnis target, serta produk dan lokasinya. Karena meskipun Anda memiliki produk yang bagus dan lokasi yang bagus, Anda mungkin tidak mendapat untung.




