Ketika Google masih berusia kurang dari setahun, John Doerr, salah satu investor Google, membuat presentasi untuk perusahaan dengan menggunakan sistem organisasi yang disebut Objectives and Key Results, atau OKR.
Ide tentang sistem OKR sendiri datang dari dalam Intel Google langsung menerapkan sistem inà dan telah menggunakannya cukup lama. OKR adalah sebuah cara sederhana untuk menciptakan struktur dasar bagi perusahaan, tim dan individu. Walaupun perusahaan Anda tidak mengadopsi OKR, tanpa disadari, values dari OKR dengan sendirinya terserap pada kehidupan pribadi Anda atau diri Anda di lingkungan kerja.
Cukup menarik melihat bagaimana Google beroperasi menggunakan sistem ini. Tak hanya untuk Google, sistem ini juga bermanfaat untuk berbagai jenis perusahaan dan banyak orang, atau bagi mereka yang ingin menciptakan suatu hal sederhana dan mudah diikuti, hingga bisa menyelesaikan hal balvano ada.
A.Cara Objectives and Key Results (OKR) Bekerja
Pertama, harus memiliki sebuah ‘tujuan’ (objective). Selanjutnya, siapkan target atau ‘key results’ yang bersifat kuantitatif atau dalam bentuk angka, sehingga lebih termotivasi untuk mewujudkan tujuan. Tujuan yang dibuat harus bisa diuraikan dan terukur. Jangan menetapkannya dengan kualitatif, misalnya, ingin menyulap situs agar cantik dan menarik. Tetapkan jika Anda ingin menjadikan situs Anda 30% lebih cepat. Atau, Anda ingin meningkatkan pertumbuhan situs Anda sebesar 15%.
Misalnya, Anda saat ini bekerja untuk Blogger di Google, Anda harus menetapkan beberapa tujuan untuk setiap kuartal tertentu. Salah satu objective yang Anda canangkan adalah meningkatkan reputasi Blogger.com. Meskipun situs web itu sudah cukup besar, namun Blogger mulai kehilangan nama nya jika dibanding dengan Tumblr, yang popularitasnya mulai menanjak. Untuk mengukur reputasi Blogger, Anda menawarkan. empat penilaian, yaitu
- The Objective: Is ambitious dan feels a tad uncomfortable.
- The Key Result: Clearly make the objective achievable, are quantifiable, and lead to objective grading.
Google menerapkan OKR dalam periode setiap tahun, dan setiap kuartalnya. Untuk setiap tahunnya, OKR selalu menjadi suatu hal yang besar, sebuah sistem terbaik selama bertahun tahun. Dan, OKR tidak diatur atau diterapkan dengan kaku, ia dapat berkembang setiap tahunnya. Oleh sebab itu, sistem OKR masih dipakai untuk tiap kuartal.
Anda juga mengatakan jika Google memiliki OKR sampai level perusahaan, pada level kerja sama tim, level organisasi, juga level personal. Seluruhnya saling terkait dan melengkapi dalam menjaga jalannya perusahaan. Anda pun diwajibkan mengelola karyawan dengan mempunyai setidaknya 4 sampai 6 poin OKR untuk tiap kuartalnya. Namun, jika seseorang memiliki poin OKR lebih dari itu, seseorang bisa kewalahan dengan sendirinya.
Pada akhir kuartal, Anda juga harus menilai target atau “key result’ Anda. Google memiliki skala 0-1. Target Google bukanlah untuk mendapat nilai 1 pada setiap target ‘key result”, yang diperhatikan Google adalah nilai 0,6-0,7. Sebab, jika Anda mendapat nilai 1, itu bisa diasumsikan jika Anda sudah terlalu mudah menetapkan target ‘key result: Jika Anda mendapatkan nilai di bawah 0,4, Anda perlu untuk lebih serius melihat apa yang salah dengan proses kerja Anda.
Jadi, kembali lagi pada contoh tadi, Anda bisa melihat sebaik apa ia mengeksekusi targetnya. Mulai dari hal-hal yang bisa ia tangani dengan baik, seperti memberi pelatihan atau memberikan speech terkait perusahaan di banyak acara, hal itu pun membuatnya sudah mendapat nilai 1. Anda memang kesulitan untuk mendapatkan angka OKR baik untuk pointDMCA (Digital Millenium Copyright Act), di mana Anda harus menurunkan konten-konten di blogger yang melanggar hak cipta/copyright orang lain, tetapi kesulitan yang dihadapi terasa masuk akal karena itu adalah hal yang sulit.
Penilalan terhadap target, pastilah memakan waktu. Tapi jangan hanya terpaku dan khawatir terlalu lama akan penilaian, lebih baik Anda gunakan waktu Anda untuk bekerja keras mewujudkan target yang ada.
Di Google, semua OKR yang ada, bersifat publik di bawah pengawasan Larry Page. Anda bisa mencari apa OKR yang rekan kerja Anda terapkan di bawah direktori karyawan. Dan, itu juga menjadi bagian dari profil internal mereka. Anda tidak hanya bisa melihat apa OKR mereka, tapi Anda juga bisa menilai pencapaian mereka selama bertahun-tahun lewat OKR mereka. Hal ini mungkin tampak mengerikan, tapi itu membantu Google dalam memahami apa yang dikerjakan orang-orangnya.
Jika suatu waktu, Anda ditugaskan untuk suatu page di YouTube. Saat itu, beberapa rekan kerja ingin mempromosikan produk dengan membuat video di YouTube. Jika begitu, Anda bisa mengecek kembali OKR, menelusuri apa yang sudah diberikan pada kuartal tertentu, lalu kemudian mereka bisa mempresentasikan pencapaian itu agar bisa mendapat tempat untuk mempromosikan produk di YouTube. Atau jika tidak, bisa dimulai dengan menanam ide di kepala agar bisa membuat OKR di kuartal selanjutnya.
OKR tidak dijadikan manajemen sebagai promosi kenaikan jabatan. Tapi, tim manajemen bisa menggunakan OKR pada karyawan mereka untuk mengetahui apa saja yang telah mereka capai. Apabila ingin mendapatkan promosi, Anda harus menerapkan sistem yang mudah diakses untuk mencari tahu apa yang telah dikontribusikan bagi perusahaannya. Dan, itu bisa dilakukan tewat sistem OKR
Ini mungkin terdengar sederhana dan biasa, tapi di sinilah letak daya tariknya. Oleh sebab itu, Anda bisa membuat daftar singkat mengenai hal-hal yang bisa memotivasi dan memusatkan perhatian Anda pada pekerjaan Anda.
Sumber Panduan Lengkap Menyusun SOP & KPI Fajar Nur'aini D.F, M.psi, 2020




