Evaluasi Kinerja

Ruang SOP / Blog

A.Sejarah Evaluasi Kinerja

Evaluasi kinerja pertama kall dioperasikan di Amerika Serikat oleh Federal Civil Service Commission pada 1887 Evalusi pertama tersebut berbentuk merit rating system, yaitu suatu metode evaluasi kinerja yang bertujuan untuk menilai mutu pegawai secara formal Pada 1914 tokoh baru bernama Frederick Taylor mulai memperkenalkan evaluasi baru yang banyak dikenal dengan nama Scientific Management. Setelah tahun redup penggunaan evaluasi kinerja kembali digunakan pada tahun 1957 setalah kemunculan Douglas McGregor. Teori yang dari pencetus teori X dan teori Y ini memberikan metode evaluasi kinerja yang kini dikenal dengan Management By Objective (MBO).

Evaluasi kinerja mulai diaplikasikan dalam managemen perusahaan sekitar 1950-an di Amerika Serikat. Sedangkan di Indonesia sendiri, evaluasi kinerja sudah digunakan pada zaman penjajahan Belanda, Penilaian dilakukan untuk kalangan militer untuk menabukum menaikkan pangkat atau menaikan gaji para anggota tentara. Namun penggunaan evaluasi tersebut tidak berlangsung lama.

Sempat evaluasi kinerja tidak digunakan ketika tahun 1945-1950 karena lembaga pemerintahan lebih sibuk mempertahankan kemerdekaan dari agresi militer Belanda. Akhirnya pada 1979pemerintahan Orde Baru mulai mengeluarkan peraturan mengenai penilaian pelaksanaan PNS yang berisi mengenai evaluasi kerja yang diberi nama Daftar Penilaian Pekerjaan Pegawai (DP3). Hingga akhirnya kini evaluasi kinerja mulai banyak digunakan pada instansi pemerintahan maupun perusahaan swasta.

B.Evaluasi Kinerja

Evaluasi kinerja merupakan metode yang digunakan dalam proses penilaian atas pelaksanaan tugas. Evaluasi kinerja ini dapat digunakan untuk mengevaluasi dari level individu, kelompok kerja atau unit-unit kerja dalam satu perusahaan atau organisasi. Evaulasi kinerja didasarkan pada standar kinerja atau tujuan yang sebelumnya telah ditetapkan terlebih dahulu. Evaluasi kinerja dianggap sebagai metode yang paling adil untuk memberikan imbalan atau penghargaan kepada karyawan.

Evaluasi kinerja memiliki banyak sekali tujuan baik dalam lingkup individu, kelompok maupun perusahaan. Namun secara praktis, setiap perusahaan memiliki tujuan tertentu sebelum melakukan evaluasi kinera. Evaluasi kinerja individu memiliki baSumbernyak tujuan, beberapa di antaranya adalah:

1.Evaluasi kinerja digunakan sebagai dasar peningkatan kinerja karyawan.

2.Evaluasi kinerja memberikan hasil yang dapat membantu dalam pengembangan SDM.

3.Evaluasi kinerja digunakan untuk bahan pertimbangan dalam pemberian kompensasi.

4.Evalusi kinerja membantu program peningkatan produktivitas.

5.Evaluasi kinerja digunakan sebagai salah satu program karyawan.

6.Evaluasi digunakan untuk menghindari perlakuan diskriminasi antarkaryawan.

Evaluasi kinerja ini selain mengetahui seberapa jauh kinerja karyawan, evaluasi kinerja ini juga bertujuan untuk menjamin pencapaian sasaran dan tujuan perusahaan. Selain itu, evaluasi juga dilakukan untuk mengetahui di mana posisi perusahaan dibandingkan dengan perusahaan lain. Hal ini menjadi penting karena dengan adanya evauluasi kita dapat mengetahui tingkat pencapaian sasaran perusahaan, apabila terjadi keterlambatan atau penyimpangan perusahaan dapat sesegera mungkin diperbaiki.

C.Fungsi Evaluasi Kinerja

Setelah memahami sedikit mengenai tujuan evaluasi kinerja yang dipaparkan pada pembahasan sebelumnya,selanjutnya adalah mengetahui apa fungsi dari evaluasi kinerja ini sendiri. Beberapa di antaranya adalah:

1.Meningkatkan pemahaman dan pengertian karyawan mengenai prosedur-prosedur kinerja yang sesuai SOP.

2.Meningkatkan motivasi karyawan karena perusahaan memiliki dokumen mengenai prestasi dan hasil kerja mereka.

3.Meningkatkan kepedulian karyawan mengenai karier atau pekerjaan yang diembannya sekarang, sehingga mereka tau di mana posisi mereka sekarang.

4.Mengidentifikasi sasaran masa depan, sehingga setiap karyawan lebih termotivasi untuk berprestasi sesuai dengan potensi mereka masing-masing.

5.Membantu upaya perusahaan untuk memberikan pelatihan dan program pengembangan agar sesuai dengan kebutuhan karyawan.

D.Evaluator

Ada beberapa ahli yang menjelaskan bahwa evaluator atau orang yang memberikan evaluasi sangat bergantung pada metode apa yang digunakan dalam evaluasi kinerja. Namun dalam kebanyakan organisasi, departemen sumber daya manusia-lah yang bertanggung jawab untuk mengoordinasikan desain dan pelaksanaan program penilaian kinerja tersebut. Sedangkan, ada beberapa pihak yang mungkin ditunjuk untuk memberikan penilaian kepada seorang karyawan adalah:

1.Atasan langsung

Atasan langsung sangat penting dalam memberian evaluasi karena atasan langsung inilah yang setiap saat mengamati kinerja para karyawan.

2.Bawahan

Bawahan dianggap penting dalam memberikan evaluasi karena bawahan memiliki posisi yang tepat untuk menilai efektivitas manajerial. Bawahan dapat memberikan gambaran apakah kebijakan yang diberikan oleh atasan sesuai dengan kebutuhan kelompok kerja dan dapat membuat pekerjaan lebih baik.

3.Rekan kerja

Rekan kerja menjadi pihak yang cocok dalam memberikan evaluasi karena meraka memiliki tanggung jawab dan pengetahuan yang sama mengenai pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan yang dievaluasi. Terkadang evaluasi dari rekan kerja memiliki kekuatan tersendiri karena mereka yang mengetahui kinerja karyawan yang dievaluasi, terutama dalam tugas-tugas yang berhubungan dengan tim.

4.Evaluasi diri

Evaluasi diri menjadi hal yang sangat baik apabila karyawan memahami tujuan dan kriteria dalam evaluasi. Hal ini terkadang banyak tidak digunakan karena evaluasi diri dipandang kurang objektif dalam memberikan evaluasi.

5.Pelanggan

Evaluasi dari pelanggan banyak digunakan untuk beberapa posisi yang terlibat langsung dengan pelanggan. Managemen menggunakan pendekatan ini karena evaluasi dari pelanggan dapat menunjukkan sejauh mana komitmen karyawan terhadap pelanggan.

E.Periode Penilaian Kinerja

Periode dalam pemberian evaluasi kinerja dilakukan secara berkala dalam interval waktu tertentu. Umumnya,penilaian dilakukan satu atau dua kali dalam jangka waktu satu tahun. Banyak juga seorang karyawan dievaluasi menjelang berakhirnya masa percobaan atau training. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui sejauhmana karyawan tersebut untuk diangkat sebagai karyawan tetap dalam perusahaan. Sedangkan untuk karyawan tetap, biasanya evaluasi dilakukan dalam kurun waktu satu tahun sekali.


Sumber
Panduan Lengkap Menyusun SOP & KPI
Fajar Nur'aini D.F, M.psi, 2020

KATEGORI SOP

RECENT POST

RUANG SOP

Merupakan jawaban untuk Anda dalam mengelola ataupun menyusun setiap proses dalam bidang usaha yang Anda miliki. Dengan adanya SOP, Anda akan lebih mudah menentukan ke-efektivan dan membuat Anda lebih BIJAK dalam menentukan setiap proses yang dibutuhkan.

LOCATION

Grand Pesona Pandanwangi Ruko Kav 2 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

cs.ruangsop@gmail.com

Monday – Friday / 09.00 – 16.00 WIB

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping

Powered by
Hubungi Kami
By Ruang SOP
Halo kak, mau bertanya SOP yang mana?