Tentunya setiap bisnis memiliki aktivitas perputaran keuangan yang perlu dicatat dengan baik dalam bentuk laporan keuangan. Secara umum, laporan keuangan adalah laporan yang berisi catatan uang dan transaksi yang terjadi dalam suatu bisnis, baik transaksi pembelian maupun penjualan, dan transaksi lain yang bernilai ekonomi dan moneter. Laporan ini biasanya dibuat dalam jangka waktu tertentu.
Penentuannya dilakukan sesuai kebijakan masing-masing perusahaan, bisa dilakukan setiap satu bulan sekali ataupun setiap satu tahun sekali. Pelaporan keuangan memudahkan Anda untuk mengambil strategi bisnis yang tepat dalam menunjang pengembangan perusahaan.
Namun, kesalahan dalam laporan keuangan bisa saja terjadi jika tidak dilakukan dengan teliti. Kesalahan ini harus dihindari agar laporan keuangan yang dihasilkan menjadi akurat. Jangan sampai memasukkan data yang salah dalam laporan keuangan yang bisa berakibat fatal bagi perusahaan Anda.
Kesalahan dalam Laporan Keuangan
Saat menyusun laporan keuangan, mungkin saja terjadi beberapa kesalahan sehingga menyebabkan informasi keuangan yang disampaikan tidak tepat. Berikut adalah beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat membuat laporan keuangan:
- Kesalahan Pencatatan
Salah satu kesalahan paling umum dalam pelaporan keuangan adalah pencatatan yang tidak akurat. Misalnya, pembelian kredit dicatat sebagai pembelian tunai. Kesalahan pencatatan umum lainnya terkait dengan nominal. Misalnya, transaksi senilai Rp 7.000.000 dicatat sebagai Rp 17.000.000.
Penyebabnya bisa sangat beragam, yang paling sering terjadi adalah karena human error, baik itu kelelahan atau kurang teliti. Bisa juga karena salah mengartikan angka. Hal ini sangat wajar, apalagi jika datanya masih menggunakan metode akuntansi manual. Anda harus melakukannya dengan lebih teliti dan lakukan koreksi kesalahan pada pencatatan akuntansi agar menghasilkan laporan yang akurat.
- Tidak Mencantumkan Perhitungan Pajak
Kesalahan dalam penyusunan laporan keuangan terkadang juga disebabkan oleh adanya komponen yang terlewat. Salah satu komponen tersebut adalah perhitungan pajak. Meskipun pajak merupakan bagian penting dalam berbisnis, namun pada kenyataannya masih banyak pelaku bisnis yang belum mengetahui cara menghitungnya.
Akibatnya, perhitungan pajak dalam laporan keuangan menjadi salah atau lebih parahnya lagi tidak dicantumkan. Oleh karena itu, pastikan petugas pelaporan keuangan Anda memiliki pengetahuan tentang dunia perpajakan.
- Kurang Teliti dalam Menghitung HPP
Kesalahan selanjutnya terkait dengan perhitungan HPP atau Harga Pokok Penjualan. Pada dasarnya penentuan harga pokok penjualan dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu persediaan, barang yang dibeli dan barang yang dikembalikan.
Biasanya, ketika terjadi kesalahan perhitungan HPP, salah satu faktor tersebut tidak diikut sertakan. Misalnya, tidak menghitung retur atau lupa untuk memasukkan pembelian bersih. Dengan demikian, HPP yang terdaftar tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
- Salah Menghitung Persediaan Barang
Kesalahan ini biasanya terjadi pada perusahaan besar atau perusahaan dengan banyak cabang. Di perusahaan besar, data persediaan berubah dengan sangat cepat. Perubahan akan lebih cepat jika perusahaan memiliki banyak cabang atau gudang yang tersebar di berbagai lokasi.
Akibatnya, data seringkali tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Ada kemungkinan data dalam laporan persediaan berisi jumlah tertentu, sedangkan di lapangan demikian. Akibatnya, laporan keuangan tidak lagi akurat. Hal ini dapat merugikan karena dapat menyebabkan overstocking atau understocking pada akhir periode.
- Tidak Menyimpan Bukti Transaksi
Pelaporan keuangan tidak akan mungkin terjadi tanpa bukti transaksi. Hal inilah yang seringkali menjadi kesalahan dalam laporan keuangan. Masih banyak sekali perusahaan yang asal dalam menyimpan bukti transaksi. Padahal, berapapun nominal bukti transaksi sangatlah penting.
Apalagi jika transaksi tersebut mempengaruhi posisi keuangan perusahaan. Tanpa bukti transaksi, tidak akan ada laporan keuangan yang akurat. Untuk melakukan ini, pastikan bahwa semua bukti transaksi perusahaan Anda disimpan dengan benar.
- Tidak Memasukkan Biaya Angkut
Kesalahan penyusunan laporan keuangan terakhir adalah tidak memperhitungkan biaya pengiriman. Biaya pengiriman adalah biaya yang timbul ketika Anda membeli atau menjual barang dan menggunakan jasa pengiriman atau jasa angkut. Untuk menentukan biaya angkut sebenarnya ada beberapa syarat.
Salah satunya adalah FOB atau Free On-Board yang artinya biaya pengiriman barang dari gudang penjual ke tangan pembeli menjadi tanggungan pembeli. Ada juga CIF atau Cost Insurance and Freight, yang artinya premi pengiriman ditanggung penjual.
Nah, itulah beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam menyusun laporan keuangan. Untuk meminimalisir kesalahan-kesalahan tersebut, Anda bisa menerapkan sebuah sistem operasional yang tepat berupa SOP keuangan agar kegiatan pencatatan akuntansi perusahaan Anda bisa menghasilkan data yang lebih akurat.
SOP keuangan adalah standar atau pedoman dalam bidang akuntansi yang meliputi kegiatan pencatatan dan juga pembukuan. Jika belum memilikinya, Anda bisa melihat contoh SOP keuangan yang akan membantu Anda dalam menyusun SOP yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.




