Key Performance Indicator(KPI) – Bag. 2

Ruang SOP / Blog

C.System Dynamics

Berdasarkan Jay W. Forrester (Industrial Dynamics, 1961). System Dynamics merupakan suatu pendekatan yang dapat membantu dalam permasalahan di tingkat manajemen puncak. Dikatakan bahwa solusi untuk permasalahan-permasalahan kecil menghasilkan imbalan-imbalan yang kecil pula. Lebih lanjut disinggung bahwa sangat sering permasalahan permasalahan yang penting merupakan hal-hal yang sedikit lebih sulit untuk ditangani daripada permasalahan permasalahan yang tidak penting.

Banyak orang telah menentukan suatu tujuan awal yang terlalu rendah. Tindakan ini haruslah menjadi satu rancangan perusahaan. Harapan yang ditetapkan seharusnya adalah untuk peningkatan yang besar. Tindakan bahwa tujuannya adalah untuk menjelaskan perilaku, hal yang cukup umum di dalam lingkungan akademis, tidak cukup. Tujuannya seharusnya adalah untuk menemukan kebijakan manajemen dan struktur organisasi yang akan mengarahkan ke sukses yang lebih besar.

Tahapan-tahapan dalam metodologi System Dinamics ada lima, yaitu

1.Penentuan (perumusan) Masalah

Metodologi System Dinamics berperan menentukan permasalahan yang ada dalam sistem yang diamati. Dalam tahap ini, perlu diperhatikan variabel dan konsep kunci yang dipertimbangkan. Selain itu, juga perlu diperhatikan lama jumlah periode ke depan yang akan diperhitungkan dan akar permasalahan terletak dalam periode ke belakang. Dalam tahap ini juga diperhitungkan mengenai perilaku historis variabel dan konsep kunci dan kemungkinan perilakunya di masa yang akan datang.

2.Formulasi Hipotesis Dinamis

Dalam tahap ini perlu dilakukan pembuatan hipotesis awal yang dibuat berdasarkan teori perilaku permasalahan yang ditemukan di tahap pertama.Formulasi hipotesis dinamis yang dibangun harus dapat menjelaskan kondisi dinamis dalam sistem sebagai konsekuensi dari struktur umpan balik yang muncul dari dalam sistem.

Untuk formulasinya diperlukan peta struktur hubungan berdasarkan hipotesis awal, variabel kunci, model referensi, dan data-data lain, seperti: diagram batas model, diagram subsistem, diagram causal loop, peta stock and flow, dan diagram struktur kebijakan.

3.Formulasi Model Simulasi

Dalam melakukan formulasi model simulasi, perlu ditetapkan spesifikasi struktur dan aturan pengambilan keputusan. Selain itu juga perlu dilakukan estimasi parameter yang digunakan, hubungan-hubungan perilaku, dan kondisi awal sistem. Untuk itu perlu dilakukan pengujian untuk memastikan konsistensi tujuan dan batasan permasalahan.

4.Pengujian

Tahap pengujian yang dilakukan dapat ditempuh dengan sejumlah cara, misalnya: membandingkan dengan model referensi untuk mengetahui model yang dibuat cukup menghasilkan perilaku permasalahan yang diperlukan untuk tujuan yang telah ditetapkan. Pengujian lain yang dapat dilakukan misalnya; dengan pengujian kekukuhan (robustness) model terhadap kondisi ekstrem.

Hal ini dilakukan untuk menguji perilaku model masih tetap realistis atau tidak pada waktu dihadapkan dengan kondisi ekstrem. Pengujian lain yang dapat ditempuh adalah uji sensitivitas. Uji sensitivitas bertujuan untuk mengetahui perilaku model ketika berhadapan dengan ketidakpastian dalam hal parameter, kondisi awal dan batasan model.

5.Perancangan dan Evaluasi Kebijakan

Dalam perancangan dan evaluasi kebijakan hal yang perlu dilakukan adalah membuat spesifikasi skenario yang mungkin terjadi, merancang kebijakan (keputusan, strategi, dan struktur baru) yang dapat diterapkan, melakukan analisis “what if untuk mengetahui pengaruh dari kebijakan yang diambil, melakukan analisis sensitivitas untuk mengetahui kekokohan kebijakan yang direkomendasikan jika dihadapkan kepada skenario yang berbeda dan ketidakpastian yang terjadi, dan mengevaluasi interasi kebijakan-kebijakan yang diambil.

Dalam sistem dinamis digunakan sejumlah alat bantu untuk menggambarkan struktur sistem. Dua diagram yang utama dalam sistem dinamis adalah diagram causal loop (cousal toop diagram) dan peta stock and flow. Berikut ini adalah penjelasan untuk kedua diagram tersebut.

Diagram causal loop (CLD) merupakan suatu alat bantu yang penting untuk merepresentasikan umpan balik mengenai struktur sistem. Causal diagram terdiri dari variabel-variabel yang dihubungkan dengan anak panah untuk menunjukkan pengaruh antara satu variabel terhadap variabel lain. Umpan balik yang penting juga diidentifikasi dalam diagram. CLD tidak membedakan antara stock dan flow.

Stock merupakan akumulasi sumber daya dalam sistem. Flow merupakan tingkat perubahan yang memengaruhi akumulasi sumber daya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat CLD:

a.Setiap link yang ada dalam diagram harus merepresentasikan suatu hubungan penyebab di antara variabel. Dalam hal ini, korelasi antara variable tidak disertakan. Korelasi antara variabel mencerminkan perilaku masa lalu dalam sistem, Dengan demikan, korelasi tidak mewakili struktur sistem.

b.Pelabelan polaritas link harus dilakukan di setiap link yang ada dalam CLD. Variabel-variabel saling berkaitan oleh karena causal link yang ditunjukkan dengan anak panah. Penanda loop menunjukkan suatu loop merupakan umpan balik yang bersifat positif (memperkuat) atau negatif (menyeimbangkan). Penanda loop berputar dengan arah yang sama dengan loop yang ditandainya. Penanda loop yang positif ditandai oleh huruf “R” atau tanda “+”, sedangkan penanda loop yang negatif ditandai oleh huruf “B” atau”_”.

Dijelaskan lebih lanjut, positif link berarti jika suatu penyebab bertambah, maka efeknya juga akan bertambah jika variabel lain yang menjadi penyebab juga bertambah, atau jika suatu penyebab berkurang, maka efeknya juga akan berkurang jika variabel lain yang menjadi penyebab juga berkurang.

Sebaliknya untuk negatif link berarti jika suatu penyebab bertambah, maka efeknya akan berkurang jika variabel lain yang menjadi penyebab juga bertambah, atau jika suatu penyebab berkurang, maka efeknya akan bertambah jika variabel lain yang menjadi penyebab juga berkurang.

Baca Juga Key Performance Indicator(KPI) – Bag. 1

Baca Juga Key Performance Indicator(KPI) – Bag. 3


Sumber
Panduan Lengkap Menyusun SOP & KPI
Fajar Nur'aini D.F, M.psi, 2020

KATEGORI SOP

RECENT POST

RUANG SOP

Merupakan jawaban untuk Anda dalam mengelola ataupun menyusun setiap proses dalam bidang usaha yang Anda miliki. Dengan adanya SOP, Anda akan lebih mudah menentukan ke-efektivan dan membuat Anda lebih BIJAK dalam menentukan setiap proses yang dibutuhkan.

LOCATION

Grand Pesona Pandanwangi Ruko Kav 2 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

cs.ruangsop@gmail.com

Monday – Friday / 09.00 – 16.00 WIB

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping

Powered by
Hubungi Kami
By Ruang SOP
Halo kak, mau bertanya SOP yang mana?