MOTIVASI DAN INOVASI MANAJEMEN – Bag.2

Ruang SOP / Blog

Teori isi memusatkan perhatiannya pada pertanyaan “apa penyebab perilaku terjadi dan berhenti”, jawabannya terpusat pada kebutuhan, keinginan atau dorongan untuk melakukan kegiatan, serta hubungan SDM dengan faktor-faktor eksternal dan internal yang menyebabkan melakukan kegiatan.

Motivasi dapat berasal dari dalam diri maupun luar diri seseorang, sebagaimana digambarkan sebagai berikut:

Teori motivas Teori ERG menyebutkan ada tiga kategori kebutuhan individu yaitu eksistensi (existence), keterhubungan (relatedness) dan pertumbuhan (growth), karena itu disebut sebagai teori ERG yang dijelaskan sebagai berikut:

a.Kebutuhan eksistensi untuk bertahan hidup, kebutuhan fisik;

b.Kebutuhan keterhubungan adalah kebutuhan untuk dengan orang lain yang bermanfaat seperti keluarga, sahabat,atasan, keanggotaan di dalam masyarakat;

c.Kebutuhan pertumbuhan adalah kebutuhan untuk menjadi produktif dan kreatif, misalnya diberdayakan di dalam potensi tertentu dan berkembang secara terus-menerus.

Dari ketiga item kebutuhan teori ERG unsur motivasi meliputi kebutuhan hidup (kebutuhan pokok), kebutuhan fisik, kebutuhan keluarga, sosial, kebutuhan kerja dan kebutuhan produktif dan kreatif.

Hal ini menjadi pola dasar pemikiran content theory bahwa motivasi diperlukan untuk memenuhi kebutuhan kesuksesan, kekuasaan dan afiliasi. Ketiga unsur content tersebut, yang melahirkan teori proses (process theory) bahwa setiap orang termotivasi berdasarkan proses kebutuhan, dorongan sifat dan tindakan untuk berprestasi. Ini relevansi dengan pola dasar pemikiran proses penguatan reinforcement theory yang menyatakan bahwa karena rangsangan, tanggapan, akibat dan tanggapan yang akan datang. Termasuk pula pola dasar pemikiran teori harapan(expectancy theory) bahwa orang akan termotivasi karena mengharapkan hasil yang didapatkan.

Manfaat motivasi yang utama adalah menciptakan gairah kerja, sehingga kinerja meningkat. Sesuatu yang dikerjakan karena ada motivasi akan membuat senang mengerjakan, merasa dihargai atau diakui, dan bekerja keras. Orang yang termotivasi diukur melalui bekerja sesuai standar, senang bekerja, merasa bahagia, bekerja keras, sedikit pengawasan dan semangat juang tinggi. Sebagaimana digambarkan sebagai berikut:

Mitchell (2018) membentuk suatu model konsep yang menjelaskan motivasi mempengaruhi perilaku dan kinerja. Lebih jelasnya ditunjukkan sebagai berikut:

Berdasarkan teori-teori di atas, berikut digambarkan teori terbaru dari hirarki kebutuhan yang menggabungkan antara teori Maslow, teori ERG Alderfer dan teori dua faktor Herzbert:

Pemberian motivasi dalam suatu perusahaan yang mengacu kepada teori teori Herzberg lazim disebut sebagai faktor X dan Y, yang meliputi pemberian motivasi kompensasi, perbaikan kondisi tempat kerja, pemberian promosi jabatan, tanggungjawab kerja dan penguasaan pekerjaan. Motivasi sangat penting untuk meningkatkan kinerja karyawan, karena kinerja seseorang tergantung dari motivasi. Motivasi adalah keinginan untuk berbuat sesuatu mewujudkan kepuasan dan kinerja. Motivasi merupakan keinginan yang terdapat pada seseorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan atau sesuatu yang menjadi dasar atau alasan seseorang berperilaku. Motivasi dapat diartikan sebagai keinginan atau kebutuhan yang melatarbelakangi seseorang untuk terdorong bekerja.

Selain itu dalam penerapan teori motivasi dikenal pendekatan kontemporer (contemporary approach) yang didominasi oleh tiga tipe motivasi yaitu teori isi, teori proses dan teori penguatan. Bangun (2013:316) menyatakan teori isi (content theory) menekankan pada teori kebutuhan manusia menjelaskan berbagai kebutuhan manusia yang mempengaruhi kegiatan dalam suatu perusahaan. Pimpinan perusahaan harus dapat memahami kebutuhan para anggotanya untuk meningkatkan tanggungjawab dan kesetiaan atas pekerjaan dan perusahaan. Teori isi ini terdapat tiga teori motivasi yang menekankan pada analisa yang mendasari kebutuhan manusia antara lain teori hirarki kebutuhan, teori ERG dan teori dua faktor. Teori proses (process theory) terdapat dua aplikasi teori motivasi yang terpusat pada bagaimana anggota perusahaan mencari penghargaan dalam keadaan bekerja, termasuk dalam kelompok ini yaitu teori keadilan dan teori harapan. Termasuk pula teori penguat di mana teori ini menekankan setiap anggota perusahaan mampu mengembangkan perilaku kerjanya sesuai yang diinginkan, sehingga memberi penguatan dalam mewujudkan kepuasan dan tujuan yang ingin dicapai.

Hersey dan Blanchard (2017) inti dari teori ERG tentang kebutuhan keberadaan, hubungan dan pertumbuhab yang diujudkan sebagai pemenuhan kebutuhan hidup (kebutuhan pokok), kebutuhan fisik, kebutuhan keluarga, sosial, kebutuhan kerja dan kebutuhan produktif dan kreatif. Lebih jelasnya ditunjukkan gambar teori motivasi ERG yang terbentuk secara operasional sebagai berikut:

Implikasi teori ERG juga memfokuskan seseorang termotivasi karena kebutuhan keberadaan (N-E). Kebutuhan ini membuat orang berperilaku dalam keadaan wajar dan bijak untuk mewujudkan kebutuhan hidup ajar sesuai kondisi kebutuhan fisiologis yang memberi kekuatan untuk termotivasi. Kebutuhan hubungan (N-R) yang perwujudannya dalam berbagai hubungan sosial yang terkait dengan tuntutan pekerjaan serta kebutuhan pertumbuhan (N-G) yang perwujudannya pada berbagai bentuk aktualisasi kerja yang produktif dan tuntutan penghargaan atas pekerjaan yang kreatif.

Memahami teori kebutuhan ERG, ada tiga landasan penting untuk melihat bagaimana orang termotivasi karena dorongan atau hasrat terpenuhi kebutuhan pribadinya. Ketiga landasan ini memfokuskan kepada: 1) kebutuhan eksistensi diri yaitu mengembangkan segala potensi yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan utamanya, (need existence); 2) kebutuhan hubungan atau relationship yaitu kebutuhan untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang dan lingkungan kerjanya (need relation); dan 3) kebutuhan pertumbuhan (need growth) yaitu kebutuhan untuk memelihara prestasi hasil kerja dan pengakuan atas karya yang dihasilkan.

Baca Juga MOTIVASI DAN INOVASI MANAJEMEN – Bag.1

Baca Juga MOTIVASI DAN INOVASI MANAJEMEN – Bag.3

Baca Juga MOTIVASI DAN INOVASI MANAJEMEN – Bag.4

Baca Juga MOTIVASI DAN INOVASI MANAJEMEN – Bag.5

Baca Juga MOTIVASI DAN INOVASI MANAJEMEN – Bag.6


Sumber
Manajemen Sumber Daya Manusia Di Era Revolusi Industri 4.0
Dr Sitti Nurbaya S.pd,MM,2020

KATEGORI SOP

RECENT POST

RUANG SOP

Merupakan jawaban untuk Anda dalam mengelola ataupun menyusun setiap proses dalam bidang usaha yang Anda miliki. Dengan adanya SOP, Anda akan lebih mudah menentukan ke-efektivan dan membuat Anda lebih BIJAK dalam menentukan setiap proses yang dibutuhkan.

LOCATION

Grand Pesona Pandanwangi Ruko Kav 2 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

cs.ruangsop@gmail.com

Monday – Friday / 09.00 – 16.00 WIB

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping

Powered by
Hubungi Kami
By Ruang SOP
Halo kak, mau bertanya SOP yang mana?