Seperti yang kita ketahui bersama, uang tunai adalah aset yang paling aktif dan berpengaruh dalam setiap transaksi karena menjadi dasar penilaian atau valuasi yang jelas. Nah, salah satu langkah yang dilakukan perusahaan untuk menjaga aset perusahaan dan cek tunai adalah cash opname.
Sebagian dari Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah yang disebut stock opname. Baik cash opname maupun stock opname sebenarnya memiliki tujuan yang hampir sama, yaitu pemeriksaan fisik untuk memverifikasi keakuratan laporan akuntansi dan laporan yang sebenarnya.
Namun jika stock opname yang akan dikontrol adalah gudang perusahaan, maka barang yang akan dikontrol di gudang cash opname adalah uang perusahaan.
Apa itu cash opname?
Cash opname pada dasarnya mengacu pada verifikasi atau pemeriksaan fisik uang tunai, termasuk koin dan uang fisik, yang kemudian diperiksa kembali jumlah antara buku atau mesin kasir untuk nilai uang di tempat, baik yang disimpan di kantor maupun tidak. tempat. aman di perusahaan atau disiapkan dengan tangan.
Namun, verifikasi fisik uang tidak terbatas pada koin dan uang kertas. Bentuk uang lain, yaitu cek, giro, dan wesel pos, juga diperiksa. Membawa uang juga terkait dengan perubahan kecil atau yang disebut petty cash, jadi harus dilakukan tepat pada hari penyelesaian rekening.
Jika audit mengungkapkan perbedaan antara saldo keseluruhan dan saldo fisik, nilai perbedaan harus dikonfirmasi dan dicatat pada formulir audit. Biasanya, pemeriksaan kas fisik ini dilakukan oleh akuntan yang disewa melalui pemeriksaan fisik yang menghitung aset berwujud atau aset termasuk inventaris, uang tunai, peralatan, bangunan, dll.
Tujuan Cash Opname
Secara umum cash opname memiliki 2 tujuan. Tujuan yang pertama adalah untuk fokus pada jenis setoran tunai atau pembayaran yang diterima dan bagaimana pencatatannya dalam pembukuan. Selain memproses penerimaan kas, kegiatan ini juga meninjau semua jenis pengeluaran kas dan memastikannya didokumentasikan dengan baik dan dilaksanakan dengan persetujuan yang benar. Sebagai bagian terakhir dari tugas, pengelolaan uang juga memastikan bahwa penyetoran dan penarikan benar-benar terjadi, sehingga kas yang tersedia secara fisik atau sebagai penyetoran memiliki dasar penghitungan yang akurat dan penipuan dapat dihindari.
Dokumen apa saja yang butuhkan dalam prosedur cash opname
Jika Anda ingin melakukan cash opname, Anda memerlukan beberapa dokumen penting lainnya. Apa saja dokumen penting tersebut? Penilaiannya adalah sebagai berikut:
Laporan penerimaan barang (Receiving Report)
Laporan Penerimaan barang ini berisi informasi tentang hasil pemeriksaan kuitansi. Di dalamnya terdapat berbagai informasi, yaitu:
- Tanggal terimanya batang atau produk.
- Nomor pemesanan pembelian batang atau produk tersebut.
- Nama, tipe, jenis, jumlah, dan kualitas produk barang yang di terima.
- Catatan hasil pemeriksaan barang, contohnya seperti sesuai atau tidaknya barang dengan pesanan, adanya barang yang rusak, dan lain sebagainya.
Formulir ini biasanya diisi oleh bagian penerimaan barang pada saat barang diterima dan diperiksa.
Nota debet (Debit Note)
Nota debet adalah catatan transaksi perusahaan yang menunjukkan bahwa barang dikembalikan karena suatu sebab. Pembeli kemudian mengirimkan dokumen ini kepada penjual, karena produk yang dibeli dikembalikan baik karena kerusakan atau ketidaksesuaian pesanan.
Faktur pemasok (Vendor Invoce)
Dokumen penagihan atau invoice yang digunakan sebagai alat penagihan oleh penjual atau pemasok barang atau jasa.
Jurnal pengeluaran kas (Cash Disbursements journal)
Jurnal untuk mencatat semua penerimaan kas atau pembayaran kas.
Demikian penjelasan dari kami tentang cash opname, yang mencangkup pengertian, tujuan hingga prosedur dalam melakukan cash opname. Apabila Anda ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai artikel diatas Anda bisa mengunjungi akun media sosial kami.




