PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KARIR – Bag.3

Ruang SOP / Blog

Model manajemen karir secara normatif dimaksudkan sebagai uraian tentang bagaimana seseorang dapat mengelola karirnya. Dalam hal ini tidaklah setiap orang harus mengelola karirnya, namun sejumlah kegiatan yang direpresentasikan di dalam model tersebut dapat mengarahkan pada outcome yang dikehendaki untuk setiap individu. Greenhaus telah mernbuat sebuah model siklus karir manajemen seperti dapat dilihat pada gambar 7.3 berikut ini:

Jika dilakukan secara tepat, eksplorasi karir dapat ditindaklanjuti dengan kesadaran diri dan lingkungan. Mariajer dapat memperoleh informasi tentang nilai, interes, bakat, pilihan pekerjaan, peiuang serta hambatan yang dihadapi dalam lingkungan kerja. (B) kesadaran yang semakin besar tentang diri individu dan lingkungan dapat membantu menajer untuk menetapkan pilihan tujuan yang hendak diraih. Tujuan dalam hal ini dapat diperoleh dari berbagai macam posisi yang tersedia. (C) penetapan tujuan yang realistis dapat memfasilitasi pengembangan (D) dan implementasi (E) strategi karir, yaitu rencana kegiatan yang dirancang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Implementasi strategi karir dapat menghasilkan kemajuan menuju tujuan karir yang telah ditentukan (F). Kemajuan menuju tujuan dapat dicapai atau tidak, implementasi strategi karir dapat memberikan umpan balik yang berguna bagi setiap individu. Umpan balik ini berkaitan dengan sumber-sumber yang berasal dari pekerjaan maupun non pekerjaan (G) yang memungkinkan manajer dapat melakukan penilaian atas karir pekerja (H). Informasi tambahan yang diperoleh dari penilaian karir menjadi sarana lain dalam elesplorasi karir (lihat panah dari H ke A) yang menunjukkan adanya siklus dalam model manajemen karir.

Greenhaus menambahkan pula bahwa siklus manajemen karir merupakan problem solving sekaligus merupakan proses pengambilan keputusan. Sebagaimana dapat dilihat pada gambar 2, eksplorasi, penetapan tujuan, strategi dan umpan balik acap tergantung pada bantuan yang diperoleh dari beragam individu dan perusahaan. Sebagai contoh, program internship dan konseling yang diberikan oleh perusahaan, penilaian kinerja, workshop selfasessment, serta program pelatihan yang ditawarkan perusahaan, dukungan dari keluarga dan lain-lain dapat memberi sumbangan yang efektif bagi manajemen karir. Efektifitas aplikasi model manajemen karir, bagaimanapun juga, tergantung pada kemauan dan kemampuan perusahaan untuk berbagi informasi dengan pekerja, membuatnya sebagai sumber informasi berarti yang ketersediannya dapat diakses, dan mendukung pekerja dalam upaya untuk mengelola karir mereka.

Baca Juga PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KARIR – Bag.1

Baca Juga PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KARIR – Bag.2


Sumber
Manajemen Sumber Daya Manusia Di Era Revolusi Industri 4.0
Dr Sitti Nurbaya S.pd,MM,2020

KATEGORI SOP

RECENT POST

RUANG SOP

Merupakan jawaban untuk Anda dalam mengelola ataupun menyusun setiap proses dalam bidang usaha yang Anda miliki. Dengan adanya SOP, Anda akan lebih mudah menentukan ke-efektivan dan membuat Anda lebih BIJAK dalam menentukan setiap proses yang dibutuhkan.

LOCATION

Grand Pesona Pandanwangi Ruko Kav 2 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

cs.ruangsop@gmail.com

Monday – Friday / 09.00 – 16.00 WIB

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping

Powered by
Hubungi Kami
By Ruang SOP
Halo kak, mau bertanya SOP yang mana?