Dalam proses rekruitmen ada beberapa kendala yang dihadapi oleh penyelenggara, diantaranya faktor-faktor perusahaanonal meliputi kebijakan promosi dari dalam, kebiasaan pencari tenaga kerja yang harus mampu bertindak dan berpikir dan kondisi eksternal Selain kendala yang dihadapi tersebut, ada beberapa tantangan yang berhubungan dengan rekruitmen yaitu para recruiter menghadapi permasalahan dalam menarik pelamar, sumber atau channel transisional perekruitan tidak memadai, departemen SDM harus terus menemukan kebutuhan pelanggannya, kompetensi SDM menyebabkan para manajer menerima calon yang belum kualified, sehingga perlu latihan pengembangan yang lebih intensif Gambaran selengkapnya proses rekruitmen ditunjukkan sebagai berikut:

B.Seleksi
Proses seleksi merupakan rangkaian tahap-tahap khusus yang digunakan untuk memutuskan pelamar mana yang akan diterima Proses tersebut dimulai ketika pelamar melamar kerja dan diakhiri dengan keputusan penerimaan. Meskipun penerimaan akhir dilakukan oleh departemen SDM sebagai hasil dari evaluasi para pelamar mengenai kesesuaian potensi melalui penggunaan prosedur yang valid.
Seleksi merupakan pelaksanaan fungsi SDM di banyak departemen SDM. Dalam perusahaan yang besar fungsi SDM diserahkan tanggungjawabnya pada departemen SDM Dalam perusahaan yang lebih kecil manajer SDM menangani tugas-tugas departemen SDM. Departemen SDM seringkali dijadikan sebagai alasan pokok dalam keberadaan departemen itu karena proses seleksi memiliki sifat sentral pada fungsi SDM.
Proses seleksi merupakan proses pengambilan keputusan bagi calon pelamar untuk diterima atau ditolak. Banyak pertimbangan yang diperlukan untuk memilih orang yang tepat. Pedoman pokok dalam mengadakan seleksi ialah spesifikasi jabatan, karena dari situlah diketahui kualitas SDM yang dibutuhkan.
Seleksi adalah kegiatan dalam manajemen SDM yang dilakukan setelah proses rekruitmen selesai dilaksanakan. Seleksi dilaksanakan tidak saja untuk penerimaan karyawan baru, akan tetapi seleksi dapat pula dilakukan karena untuk pengembangan atau penerimaan karena adanya peluang jabatan.
Seleksi merupakan kegiatan yang benar-benar harus disiapkan secara baik melalui proses yang panjang dan memerlukan biaya yang besar, namun hasilnya akan dinikmati untuk jangka panjang dan karyawan tersebut dapat bekerja dengan motivasi tinggi serta berkarya secara maksimal.
Proses seleksi adalah langkah-langkah yang harus dilalui oleh para pelamar sampai akhimya memperoleh keputusan diterima atau ditolak sebagai karyawan baru. Proses ini berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Proses tersebut pada umumnya meliputi evaluasi persyaratan, testing, wawancara, ujian fisik.
Beberapa instrumen yang digunakan dalam seleksi yaitu surat-surat rekomendasi, format lamaran, tes kemampuan (TPA), tes kepribadian, tes psikologi, wawancara, assessment center, drug tes, honesty tes dan handwriting analysis. Surat-surat rekomendasi dalam hal ini memperhatikan isi rekomendasi tentang sifat-sifat orang yang direkomendasikan sebagai bahan pertimbangan evaluasi. Format lamaran untuk mempermudah penyeleksi mendapatkan informasi dan data yang lengkap dari calon karyawan. Tes kemampuan adalah alat untuk menilai kesesuaian antara para pelamar dengan syarat pekerjaan. Tes potensi akademik untuk mengukur sejauhmana kemampuan pelamar mulai dari kemampuan verbal, keterampilan kualitatif sampai pada kecepatan persepsi.
Tes kepribadian untuk membuat keputusan seleksi karyawan. Tes psikologi untuk menganalisis apakah para pelamar mempunyai etika kerja yang baik, dapat dimotivasi atau sebaiknya dapat dikalahkan oleh tantangan pekerjaan.
Wawancara, merupakan suatu pertemuan dari individu yang berhadap-hadapan satu dengan lainnya Wawancara merupakan suatu percakapan mendalam dan formal yang diadakan untuk mengevaluasi tentang pelamar. Format wawancara terdiri atas wawancara tidak terstruktur, terstruktur, campuran, behavioran dan stress.
Wawancara tidak terstruktur memungkinkan pakar kepegawiaan mengembangkan pertanyaan ketika wawancara berlangsung Wawancara terstruktur bergantung pada seperangkat pertanyaan yang ditetapkan sebelumnya. Wawancara campuran dalam hal ini memberikan dasar informasi yang memungkinkan perbandingan antara kandidat dengan cakupan yang sangat sempit. Wawancara stress berusaha mempelajari bagaimana pelamar merespon tekanan pekerjaan Sedangkan wawancara behavioral memfokuskan pada masalah atau situasi hipotesis yang meminta pelamar untuk memecahkannya.
Dalam hal ini perlu disadari bahwa proses seleksi karyawan baru merupakan kegiatan penting bagi perusahaan maupun bagi calon karyawan itu sendiri. Mempertahankan atau mengembangkan suatu sistem seleksi yang menghasilkan karyawan produktif dan mencari peluang untuk meningkatkan cara kerjanya sangat penting untuk keberhasilan perusahaan. Sistem seleksi yang efektif pada dasarnya memiliki tiga sasaran yaitu keakuratan, keadilan dan keyakinan
Keakuratan artinya kemampuan dari proses seleksi untuk secara tepat dapat memprediksi kinerja pelamar Keadilan artinya memberikan jaminan bahwa setiap pelamar yang memenuhi persyaratan diberikan kesempatan yang sama di dalam sistem seleksi Keyakinan adalah taraf orang-orang yang terlibat dalam proses seleksi yakin akan manfaat yang diperoleh.
Perusahaan semakin dituntut untuk mencapai semua sasaran yang diinginkan oleh manajemen. Sementara itu, karyawan semakin sering berpindah perusahaan dan karir, untuk mendapatkan predikat karyawan yang ideal dan dapat memenuhi kebutuhan ekonomi dan pribadinya. Tanpa sistem seleksi yang efektif, perusahaan akan menanggung risiko peningkatan biaya, motivasi karyawan yang rendah, kualitas pelayanan yang rendah atau menurun dan kurangnya upaya manajer/supervisor dalam membimbing bawahannya maupun inisiatif untuk kemajuan perusahaan.
Seleksi merupakan proses untuk mencocokkan orang-orang dengan kualifikasi yang mereka miliki. Jenis-jenis seleksi yaitu seleksi administrasi, seleksi secara tertulis dan seleksi tidak tertulis.
Untuk mencapai ketiga sasaran, yaitu keakuratan, keadilan dan keyakinan, sangat tergantung pada kemampuan pewawancara untuk mengatasi masalah seleksi yaitu:
Baca Juga REKRUITMENT DAN SELEKSI – Bag.1
Baca Juga REKRUITMENT DAN SELEKSI – Bag.3
Sumber
Manajemen Sumber Daya Manusia Di Era Revolusi Industri 4.0
Dr Sitti Larasati S.pd,MM,2020




