SOP Perusahaan Kontraktor: Panduan Lengkap, Contoh, dan Paket SOP Siap Pakai dari Ruang SOP

Ruang SOP / Blog

SOP Perusahaan Kontraktor
SOP Perusahaan Kontraktor
Dalam dunia konstruksi yang dinamis dan penuh risiko, SOP Perusahaan Kontraktor menjadi elemen vital yang tidak dapat diabaikan. Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan panduan tertulis yang menjelaskan secara sistematis bagaimana suatu kegiatan harus dilakukan agar hasilnya sesuai standar mutu, waktu, dan biaya yang telah ditetapkan.
Perusahaan kontraktor menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keselamatan kerja, manajemen proyek, pengadaan bahan, hingga pengendalian mutu dan komunikasi dengan klien. Tanpa adanya SOP yang jelas, proses kerja akan mudah kacau, kesalahan berulang terjadi, dan risiko keterlambatan proyek meningkat.
SOP berfungsi sebagai “peta jalan” bagi setiap karyawan, mulai dari staf administrasi hingga manajer proyek, agar seluruh pekerjaan mengikuti langkah yang seragam dan efisien. Dengan SOP yang tepat, perusahaan tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga membangun reputasi profesional di mata klien dan mitra bisnis.
Artikel ini akan membahas secara menyeluruh mulai dari pentingnya SOP dalam perusahaan kontraktor, komponen utamanya, hingga contoh penerapan dan paket dokumen siap pakai yang bisa Anda dapatkan langsung dari Ruang SOP, penyedia template SOP terpercaya untuk berbagai bidang usaha.

Pentingnya SOP Perusahaan Kontraktor

Industri konstruksi memiliki tingkat kompleksitas tinggi. Setiap proyek melibatkan banyak pihak — mulai dari perencana, pemasok bahan, hingga pekerja lapangan. Dalam situasi seperti ini, SOP berperan penting untuk memastikan koordinasi berjalan efektif dan semua kegiatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Beberapa alasan utama mengapa SOP Perusahaan Kontraktor sangat penting antara lain:
1. Menjamin Keseragaman Proses Kerja
SOP membantu seluruh karyawan memahami langkah-langkah yang harus dilakukan pada setiap tahapan proyek, sehingga hasil kerja menjadi seragam dan dapat diprediksi. Misalnya, SOP pemasangan pondasi akan menjelaskan mulai dari pengecekan elevasi tanah, campuran beton, hingga pengujian kekuatan struktur.
2. Meningkatkan Kualitas dan Keamanan Kerja
Bidang konstruksi memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja. SOP keselamatan kerja (Safety SOP) membantu perusahaan mengurangi risiko tersebut melalui prosedur standar seperti penggunaan alat pelindung diri (APD), inspeksi alat berat, serta pelaporan kecelakaan.
3. Efisiensi dan Penghematan Biaya
Tanpa SOP, banyak aktivitas dilakukan secara tidak efisien, seperti pemborosan bahan, waktu kerja yang tidak optimal, dan tumpang tindih pekerjaan antar tim. SOP menciptakan sistem kerja yang terukur dan mengurangi potensi kerugian akibat kesalahan teknis.
4. Kepatuhan terhadap Regulasi
SOP membantu perusahaan memastikan seluruh kegiatan sesuai dengan regulasi pemerintah, standar ISO, serta kebijakan keselamatan dan lingkungan. Dalam banyak tender proyek, dokumen SOP bahkan menjadi syarat wajib yang harus disertakan.
5. Meningkatkan Profesionalisme dan Kepercayaan Klien
Perusahaan kontraktor yang memiliki SOP tertulis menunjukkan kredibilitas tinggi dan komitmen terhadap kualitas. Hal ini memberikan kepercayaan bagi klien bahwa proyek akan diselesaikan dengan standar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan kata lain, SOP bukan sekadar dokumen administratif, melainkan alat strategis untuk meningkatkan efisiensi, keselamatan, dan kualitas dalam setiap proyek konstruksi.

Komponen Utama dalam SOP Perusahaan Kontraktor

Sebuah SOP yang baik harus memiliki struktur dan komponen yang jelas agar mudah dipahami serta diterapkan oleh seluruh tim di lapangan. Berikut komponen utama yang harus ada dalam SOP Perusahaan Kontraktor:
1. Identitas Dokumen
Bagian ini mencakup informasi dasar seperti judul SOP, kode dokumen, tanggal penerbitan, versi revisi, serta nama penanggung jawab atau departemen terkait. Komponen ini penting untuk memudahkan pengarsipan dan pembaruan dokumen.
2. Tujuan dan Ruang Lingkup
Menjelaskan tujuan dibuatnya SOP, serta bagian atau aktivitas yang tercakup di dalamnya. Misalnya, “SOP ini bertujuan untuk mengatur proses pengecoran beton agar memenuhi standar kekuatan yang ditetapkan.”
3. Definisi dan Istilah Teknis
Dalam bidang konstruksi, banyak istilah teknis yang digunakan. Bagian ini menjelaskan definisi istilah seperti “rebar”, “curing”, “slump test”, dan sebagainya agar tidak terjadi salah tafsir antar pekerja.
4. Tanggung Jawab dan Kewenangan
Menjelaskan siapa yang bertanggung jawab dalam setiap tahapan pekerjaan. Misalnya, supervisor bertanggung jawab memeriksa hasil pekerjaan, sementara mandor memastikan penerapan SOP di lapangan.
5. Uraian Prosedur
Bagian inti dari SOP yang menjelaskan langkah-langkah pelaksanaan kegiatan secara berurutan. Dalam industri kontraktor, uraian ini bisa berupa panduan visual (flowchart) agar mudah diikuti oleh tim proyek.
6. Peralatan dan Bahan yang Digunakan
Setiap pekerjaan konstruksi memerlukan alat dan bahan yang spesifik. SOP mencantumkan daftar alat serta persyaratan bahan agar hasil pekerjaan sesuai standar mutu.
7. Catatan dan Formulir Pendukung
Setiap proses kerja harus didukung dengan bukti dokumentasi seperti Form Pemeriksaan Kualitas Beton, Checklist K3, atau Form Penerimaan Material.
8. Evaluasi dan Tindakan Korektif
SOP yang baik juga harus mencakup langkah evaluasi dan prosedur perbaikan jika terjadi penyimpangan atau hasil kerja tidak sesuai standar.

Manfaat Langsung SOP bagi Perusahaan Kontraktor

Penerapan SOP memberikan dampak nyata bagi manajemen proyek dan efisiensi organisasi. Berikut beberapa manfaat utama yang dirasakan:
  • Meningkatkan akurasi pelaksanaan proyek. Setiap pekerjaan dilakukan berdasarkan panduan yang jelas. 
  • Mengurangi risiko keterlambatan. SOP mengatur jadwal kerja dan alur komunikasi antar tim. 
  • Menjaga keselamatan dan kesehatan kerja (K3). SOP mengatur penggunaan APD dan inspeksi alat berat. 
  • Memudahkan audit dan sertifikasi ISO. SOP menjadi bukti dokumentasi formal atas proses kerja perusahaan. 
  • Meningkatkan citra profesional perusahaan. Perusahaan dengan SOP lengkap dinilai lebih kredibel oleh klien dan investor. 
Dengan begitu, setiap kontraktor — baik skala kecil maupun besar — sangat disarankan untuk memiliki SOP sebagai bagian dari sistem manajemen mutu (Quality Management System).

Hubungan SOP dengan Keberhasilan Proyek

Keberhasilan proyek konstruksi sangat ditentukan oleh bagaimana perusahaan menjalankan prosedur dan pengawasan di setiap tahap. SOP berperan penting dalam memastikan:
  • Kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi teknis. 
  • Proses pengadaan material dilakukan dengan benar. 
  • Semua pihak memahami peran dan tanggung jawabnya. 
  • Proses dokumentasi proyek berjalan tertib. 
  • Masalah di lapangan dapat diidentifikasi dan ditangani dengan cepat. 
Dengan kata lain, SOP menjadi alat pengendali mutu (Quality Control Tool) yang membantu perusahaan kontraktor mencapai target proyek tepat waktu, sesuai anggaran, dan memenuhi standar kualitas.

Jenis-Jenis SOP Perusahaan Kontraktor

Dalam industri konstruksi, SOP Perusahaan Kontraktor mencakup berbagai bidang pekerjaan, mulai dari manajemen proyek, teknik lapangan, hingga administrasi. Berikut pembagian jenis SOP yang umum digunakan dalam perusahaan kontraktor:
1. SOP Operasional Lapangan
Jenis ini berfokus pada pekerjaan teknis di lokasi proyek. Contohnya:
  • SOP Pekerjaan Tanah dan Penggalian 
  • SOP Pemasangan Pondasi 
  • SOP Pengecoran Struktur Beton 
  • SOP Pemasangan Dinding dan Plester 
  • SOP Pemasangan Baja dan Konstruksi Atap 
  • SOP Pembersihan dan Finishing Area Proyek 
SOP ini memastikan setiap tahapan pekerjaan dilakukan sesuai metode teknis, standar keselamatan, dan spesifikasi bahan yang disetujui.
2. SOP Manajemen Proyek
SOP ini digunakan untuk mengatur alur komunikasi, perencanaan waktu, dan koordinasi tim proyek. Contohnya:
  • SOP Rapat Koordinasi Proyek 
  • SOP Penjadwalan dan Monitoring Progres 
  • SOP Pengendalian Anggaran Proyek 
  • SOP Pengelolaan Subkontraktor 
  • SOP Evaluasi dan Laporan Harian Proyek 
Jenis ini penting untuk menghindari konflik antar divisi serta memastikan pekerjaan berjalan sesuai timeline dan anggaran.
3. SOP Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Dalam proyek konstruksi, keselamatan kerja adalah prioritas utama. Oleh karena itu, SOP K3 wajib diterapkan. Contohnya:
  • SOP Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) 
  • SOP Inspeksi Alat Berat dan Mesin 
  • SOP Tanggap Darurat dan Kebakaran 
  • SOP Penanganan Material Berbahaya 
  • SOP Pelaporan Kecelakaan Kerja 
Tujuannya adalah menciptakan lingkungan kerja yang aman dan mengurangi risiko kecelakaan di lapangan.
4. SOP Administrasi dan Keuangan
SOP ini berkaitan dengan aspek administratif perusahaan, seperti dokumen proyek, keuangan, dan logistik. Contohnya:
  • SOP Penerimaan dan Pengarsipan Dokumen Proyek 
  • SOP Pengajuan dan Pencairan Dana 
  • SOP Pembelian Material dan Alat 
  • SOP Manajemen Kas Kecil (Petty Cash) 
  • SOP Pengelolaan Gaji dan Lembur Pekerja 
5. SOP Pengendalian Mutu (Quality Control)
SOP QC digunakan untuk menjaga agar hasil pekerjaan sesuai standar teknis dan estetika. Contohnya:
  • SOP Pengujian Kekuatan Beton 
  • SOP Pemeriksaan Material Masuk 
  • SOP Pemeriksaan Hasil Pekerjaan Struktur 
  • SOP Penanganan Ketidaksesuaian (Non-Conformance Report) 
Dengan mengelompokkan SOP berdasarkan jenisnya, perusahaan kontraktor dapat menerapkan sistem kerja yang lebih terarah dan mudah diaudit.

Langkah-Langkah Menyusun SOP Perusahaan Kontraktor

Membuat SOP yang efektif tidak cukup hanya dengan menyalin format standar. Setiap perusahaan memiliki karakteristik proyek dan sistem kerja yang unik. Berikut tahapan menyusun SOP Perusahaan Kontraktor yang profesional:
1. Identifikasi Kebutuhan SOP
Langkah pertama adalah menentukan kegiatan apa saja yang membutuhkan SOP. Misalnya, apakah fokusnya pada proyek lapangan, administrasi, atau manajemen mutu.
2. Analisis Proses Kerja yang Ada
Lakukan observasi terhadap proses yang berjalan. Catat setiap langkah, hambatan, serta risiko yang muncul agar SOP bisa mengatasi permasalahan nyata.
3. Tentukan Tujuan dan Ruang Lingkup
Tuliskan secara spesifik tujuan pembuatan SOP. Misalnya:
  • Meningkatkan keselamatan kerja. 
  • Menstandarkan kualitas pekerjaan. 
  • Mengurangi pemborosan waktu dan biaya. 
4. Susun Struktur SOP
Gunakan struktur umum seperti:
  1. Judul dan kode dokumen 
  2. Tujuan dan ruang lingkup 
  3. Tanggung jawab 
  4. Uraian prosedur langkah demi langkah 
  5. Dokumen pendukung 
  6. Evaluasi dan revisi 
5. Libatkan Tim Ahli dan Pengguna Lapangan
SOP yang efektif disusun bersama tim lapangan dan manajer proyek, bukan hanya oleh manajemen. Hal ini memastikan setiap prosedur realistis dan bisa diterapkan di kondisi nyata.
6. Uji Coba dan Revisi
Sebelum diterapkan, lakukan uji coba SOP di satu proyek sebagai pilot project. Catat umpan balik dari pengguna untuk perbaikan.
7. Sosialisasi dan Pelatihan
Setelah final, lakukan sosialisasi kepada seluruh karyawan dan pekerja lapangan agar memahami isi dan tujuan SOP.
8. Implementasi dan Evaluasi Berkala
SOP harus selalu diperbarui mengikuti perubahan teknologi, standar keselamatan, atau sistem kerja. Lakukan evaluasi minimal setiap 6–12 bulan.

Contoh SOP Perusahaan Kontraktor

Berikut contoh sederhana SOP Pekerjaan Pengecoran Beton yang biasa digunakan di perusahaan kontraktor:
Judul: SOP Pekerjaan Pengecoran Beton
Kode Dokumen: SOP-KONSTR-001
Tujuan: Menjamin pekerjaan pengecoran beton dilakukan sesuai standar mutu dan keselamatan.
Ruang Lingkup: Pekerjaan struktur lantai, kolom, dan balok beton bertulang.
Prosedur Pelaksanaan:
  1. Pastikan bekisting dan tulangan telah diperiksa dan disetujui. 
  2. Pastikan mutu beton (slump, komposisi) sesuai dengan spesifikasi. 
  3. Gunakan vibrator untuk menghindari rongga udara dalam beton. 
  4. Lakukan curing selama minimal 7 hari. 
  5. Catat hasil pengecoran dalam Form Laporan Harian. 
Dokumen Pendukung:
  • Form Pemeriksaan Mutu Beton 
  • Checklist Persiapan Pengecoran 
  • Laporan Harian Pekerjaan 
Penanggung Jawab:
Site Engineer dan Supervisor Lapangan.
SOP di atas terlihat sederhana, namun memiliki dampak besar terhadap hasil pekerjaan, terutama untuk memastikan kualitas struktur sesuai standar.

Tantangan dalam Penerapan SOP di Perusahaan Kontraktor

Meskipun manfaat SOP sangat besar, banyak perusahaan kontraktor yang masih kesulitan menerapkannya secara konsisten. Berikut tantangan umum yang sering dihadapi:
1. Kurangnya Pemahaman Karyawan
Sebagian pekerja lapangan belum terbiasa membaca dokumen SOP formal. Akibatnya, prosedur sering diabaikan. Solusinya adalah pelatihan rutin dan penyediaan SOP dalam bentuk visual seperti flowchart atau infografis.
2. Resistensi terhadap Perubahan
Kebiasaan lama yang tidak terdokumentasi membuat sebagian tim enggan mengikuti aturan baru. Penting bagi manajemen untuk menunjukkan manfaat langsung dari SOP, seperti efisiensi waktu dan keamanan kerja.
3. Kurangnya Pengawasan dan Evaluasi
SOP tidak akan efektif jika tidak diawasi secara rutin. Diperlukan supervisor atau quality control officer yang memastikan setiap langkah SOP diikuti.
4. Revisi yang Terlambat
Banyak SOP yang sudah tidak relevan karena teknologi dan metode kerja terus berubah. Perusahaan harus memiliki sistem revisi berkala agar SOP selalu up to date.
5. Tidak Terintegrasi dengan Sistem Digital
Beberapa perusahaan masih menggunakan dokumen manual, padahal digitalisasi SOP akan mempermudah penyimpanan, akses, dan monitoring penerapan di lapangan.
Menghadapi tantangan tersebut, solusi terbaik adalah menggunakan paket SOP siap pakai dari Ruang SOP yang sudah dirancang profesional dan bisa langsung diterapkan di perusahaan kontraktor Anda.
Daftar Judul SOP Perusahaan Kontraktor yang Siap Digunakan
Berikut contoh daftar 25–30 SOP siap pakai yang tersedia di paket SOP Perusahaan Kontraktor dari Ruang SOP. Semua dokumen disusun dengan format profesional (Word dan PDF), dapat disesuaikan dengan struktur organisasi perusahaan Anda.

SOP Manajemen Proyek

  • SOP Perencanaan Proyek Konstruksi 
  • SOP Penjadwalan dan Monitoring Proyek 
  • SOP Koordinasi Tim dan Subkontraktor 
  • SOP Rapat Evaluasi Mingguan 
  • SOP Pengendalian Biaya dan Anggaran Proyek 
SOP Pekerjaan Lapangan
  • SOP Pekerjaan Tanah dan Galian 
  • SOP Pemasangan Pondasi Tiang Pancang 
  • SOP Pengecoran Beton dan Struktur 
  • SOP Pemasangan Dinding Bata dan Plester 
  • SOP Pekerjaan Finishing (Cat, Lantai, Plafon) 
SOP Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
  • SOP Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) 
  • SOP Tanggap Darurat di Proyek 
  • SOP Pemeriksaan Alat Berat 
  • SOP Penanganan Material Berbahaya 
  • SOP Pelaporan dan Investigasi Kecelakaan Kerja 
SOP Administrasi dan Keuangan
  • SOP Penerimaan dan Pengarsipan Dokumen Proyek 
  • SOP Pembayaran Subkontraktor dan Supplier 
  • SOP Pembelian Material dan Peralatan 
  • SOP Pengelolaan Kas Proyek 
  • SOP Laporan Keuangan dan Audit Internal 
SOP Pengendalian Mutu (Quality Control)
  • SOP Pemeriksaan Material Masuk 
  • SOP Pengujian Beton dan Aspal 
  • SOP Pengendalian Mutu Finishing 
  • SOP Penanganan Ketidaksesuaian (NCR) 
  • SOP Pemeriksaan Akhir dan Serah Terima Proyek 
SOP Manajemen Umum
  • SOP Rekrutmen dan Orientasi Karyawan Proyek 
  • SOP Pengawasan Tenaga Kerja Lapangan 
  • SOP Pemeliharaan Alat dan Kendaraan Proyek 
  • SOP Komunikasi Internal Perusahaan 
  • SOP Pengelolaan Arsip Digital 
Setiap dokumen dalam paket SOP dari Ruang SOP sudah dilengkapi dengan:
✅ Format lengkap (judul, tujuan, ruang lingkup, langkah kerja, form pendukung)
✅ Bahasa profesional dan mudah dipahami
✅ Dapat diubah sesuai kebutuhan proyek
✅ Siap cetak dan siap audit ISO
Dengan memiliki kumpulan SOP ini, perusahaan kontraktor dapat langsung menerapkannya tanpa harus menyusun dari awal — menghemat waktu, tenaga, dan biaya konsultan.

Tips Optimasi dan Implementasi SOP Perusahaan Kontraktor

Agar SOP tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi benar-benar menjadi pedoman kerja efektif, berikut beberapa tips penting untuk mengoptimalkannya:
1. Jadikan SOP Sebagai Alat Pelatihan
Gunakan SOP dalam program onboarding karyawan baru. Sertakan simulasi di lapangan agar mereka memahami setiap tahapan prosedur.
2. Digitalisasi Dokumen SOP
Gunakan sistem digital seperti Google Workspace, Notion, atau sistem intranet agar SOP mudah diakses kapan pun oleh tim proyek dan manajemen.
3. Integrasikan SOP dengan Evaluasi Kinerja
Sertakan kepatuhan terhadap SOP sebagai salah satu indikator penilaian kinerja supervisor dan pekerja lapangan.
4. Gunakan Visualisasi dan Infografis
Buat diagram alur atau ilustrasi prosedur di dalam SOP agar lebih mudah dipahami oleh semua level pekerja.
5. Lakukan Audit Internal Secara Berkala
Audit SOP setiap enam bulan untuk memastikan seluruh prosedur masih relevan dengan perkembangan teknologi dan metode kerja terbaru.
6. Libatkan Semua Departemen
SOP yang efektif adalah SOP yang disusun lintas divisi — mulai dari manajemen, teknik, keuangan, hingga keselamatan kerja.
7. Update Berdasarkan Hasil Proyek
Setiap proyek memberikan pengalaman baru. Gunakan hasil evaluasi proyek sebagai dasar revisi SOP agar dokumen selalu adaptif.

FAQ Seputar SOP Perusahaan Kontraktor

Apa itu SOP Perusahaan Kontraktor?
SOP Perusahaan Kontraktor adalah dokumen panduan resmi yang menjelaskan langkah-langkah kerja, tanggung jawab, dan standar kualitas dalam menjalankan proyek konstruksi.
Mengapa perusahaan kontraktor wajib memiliki SOP?
Karena proyek konstruksi melibatkan banyak risiko dan proses teknis. SOP membantu mencegah kesalahan kerja, mempercepat proses pengambilan keputusan, dan menjaga mutu hasil pekerjaan.
Apakah SOP berbeda untuk setiap proyek?
Ya. Struktur utama SOP tetap sama, tetapi rincian prosedur dan dokumen pendukung bisa disesuaikan dengan jenis proyek (gedung, jalan, jembatan, renovasi, dll).
Berapa banyak SOP yang dibutuhkan perusahaan kontraktor?
Idealnya minimal 20–30 dokumen SOP mencakup aspek operasional, administrasi, keuangan, dan keselamatan kerja.
Apakah saya bisa membeli SOP siap pakai?
Bisa. Ruang SOP menyediakan paket SOP Perusahaan Kontraktor siap pakai yang bisa langsung diunduh dan disesuaikan. Dokumen sudah dalam format Word & PDF.
Apakah SOP dari Ruang SOP bisa diedit?
Ya, seluruh file dapat disesuaikan dengan logo, struktur organisasi, dan kebutuhan proyek Anda.
Bagaimana cara memesan paket SOP Perusahaan Kontraktor?
Anda dapat menghubungi tim Ruang SOP melalui halaman resmi atau WhatsApp untuk mendapatkan penawaran lengkap serta contoh isi dokumen.

Kesimpulan

SOP Perusahaan Kontraktor adalah fondasi utama bagi keberhasilan proyek konstruksi. Dengan SOP yang tersusun rapi dan dijalankan secara konsisten, perusahaan dapat:
  • Menjaga standar mutu pekerjaan. 
  • Meningkatkan efisiensi dan keselamatan kerja. 
  • Memperkuat citra profesional di mata klien dan mitra bisnis. 
Menyusun SOP dari nol memang membutuhkan waktu dan tenaga besar. Oleh karena itu, solusi praktisnya adalah menggunakan Paket SOP Perusahaan Kontraktor siap pakai dari Ruang SOP. Paket ini telah disusun oleh tim profesional dengan format yang mudah diterapkan dan siap digunakan untuk audit ISO, tender proyek, maupun pelatihan internal.

Call to Action

Ingin memiliki SOP lengkap tanpa repot membuat dari awal?
Dapatkan Paket SOP Perusahaan Kontraktor hanya di [Ruang SOP] — berisi 30+ dokumen siap edit, profesional, dan sesuai kebutuhan industri konstruksi.
Hubungi tim kami sekarang untuk mendapatkan:
Contoh isi dokumen
Daftar lengkap SOP
Konsultasi gratis penyesuaian SOP
➡️ Klik di sini untuk memesan paket SOP Perusahaan Kontraktor dari Ruang SOP dan mulai terapkan sistem kerja profesional di perusahaan Anda!
SOP Perusahaan Kontraktor

KATEGORI SOP

RECENT POST

RUANG SOP

Merupakan jawaban untuk Anda dalam mengelola ataupun menyusun setiap proses dalam bidang usaha yang Anda miliki. Dengan adanya SOP, Anda akan lebih mudah menentukan ke-efektivan dan membuat Anda lebih BIJAK dalam menentukan setiap proses yang dibutuhkan.

LOCATION

Grand Pesona Pandanwangi Ruko Kav 2 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

cs.ruangsop@gmail.com

Monday – Friday / 09.00 – 16.00 WIB

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping

Powered by
Hubungi Kami
By Ruang SOP
Halo kak, mau bertanya SOP yang mana?