SOP Warung Pempek Palembang: Panduan Operasional untuk Menjaga Kualitas, Kebersihan, dan Kepuasan Pelanggan

Ruang SOP / Blog

Warung pempek Palembang merupakan salah satu jenis usaha kuliner yang memiliki pasar luas di Indonesia. Pempek dikenal sebagai makanan khas Palembang yang dibuat dengan bahan utama ikan dan tepung sagu, kemudian disajikan bersama kuah cuko. Perkembangan bisnis kuliner, layanan pesan antar, penjualan melalui aplikasi digital, serta meningkatnya perhatian konsumen terhadap kebersihan dan kualitas makanan membuat pengelolaan warung pempek perlu dilakukan secara lebih terstruktur.

Dalam operasional sehari-hari, warung pempek tidak hanya berkaitan dengan proses memasak. Pengelola harus memastikan bahan baku tersedia, makanan diproduksi sesuai standar, area kerja tetap bersih, pesanan dicatat dengan benar, pelayanan pelanggan berjalan cepat, serta produk yang diberikan memiliki kualitas yang konsisten. Tanpa prosedur yang jelas, perbedaan cara kerja antarpegawai dapat menyebabkan rasa pempek berubah, pesanan tertukar, waktu pelayanan menjadi lebih lama, atau terjadi pemborosan bahan baku.

Oleh karena itu, SOP Warung Pempek Palembang diperlukan sebagai pedoman tertulis yang mengatur kegiatan operasional sejak persiapan sebelum warung dibuka, penerimaan bahan baku, proses produksi, penyajian, pelayanan pelanggan, pencatatan transaksi, kebersihan, hingga penutupan operasional. Penerapan SOP membantu menciptakan standar kerja yang konsisten sekaligus meningkatkan keamanan pangan, efisiensi, kualitas pelayanan, dan profesionalisme bisnis.

Baca juga: SOP warung gudeg jogja

Pengertian SOP Warung Pempek Palembang

SOP Warung Pempek Palembang adalah dokumen yang berisi prosedur dan standar kerja dalam menjalankan seluruh kegiatan operasional warung pempek secara sistematis, mulai dari persiapan bahan dan peralatan, pengolahan produk, penyimpanan, pelayanan pelanggan, transaksi, kebersihan, sampai evaluasi dan penutupan operasional.

SOP berfungsi sebagai pedoman bagi pemilik, pengelola, koki, kasir, pramusaji, maupun pegawai lain yang terlibat dalam kegiatan warung. Setiap karyawan dapat mengetahui apa yang harus dilakukan, bagaimana standar pelaksanaannya, kapan pekerjaan dilakukan, serta siapa yang bertanggung jawab terhadap setiap proses.

Dalam bisnis pempek, SOP juga berperan dalam menjaga konsistensi cita rasa dan kualitas produk. Takaran bahan, waktu pengolahan, suhu penyimpanan, kebersihan peralatan, hingga metode penyajian perlu memiliki standar yang jelas agar pelanggan memperoleh pengalaman yang relatif sama setiap kali berkunjung.

Mengapa SOP Warung Pempek Palembang Penting?

Bisnis warung pempek memiliki karakteristik operasional yang cepat dan melibatkan bahan makanan yang harus ditangani secara tepat. Pempek menggunakan bahan yang mudah mengalami penurunan kualitas apabila tidak disimpan dan diolah dengan benar. Selain itu, proses produksi melibatkan berbagai peralatan dapur, minyak panas, air panas, pisau, kompor, serta peralatan penyajian yang membutuhkan prosedur keselamatan.

SOP diperlukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap kebiasaan atau pengalaman individu. Seorang pegawai yang sudah lama bekerja mungkin mengetahui prosedur secara informal, tetapi pegawai baru membutuhkan panduan yang jelas agar dapat mengikuti standar yang sama. Dengan SOP, pengetahuan operasional dapat terdokumentasi dan tidak hanya tersimpan dalam pengalaman pemilik atau karyawan tertentu.

Penerapan SOP juga membantu mengurangi risiko kesalahan pesanan, penggunaan bahan baku secara berlebihan, pencatatan transaksi yang tidak akurat, produk tidak sesuai standar, serta masalah kebersihan. Dalam jangka panjang, prosedur yang konsisten dapat membantu warung mengendalikan biaya, meningkatkan produktivitas, mempertahankan kualitas makanan, dan membangun kepercayaan pelanggan.

Manfaat Penerapan SOP

Penerapan SOP Warung Pempek Palembang memberikan manfaat bagi kegiatan produksi maupun pelayanan. Prosedur yang terdokumentasi membuat setiap karyawan memiliki acuan kerja yang sama sehingga operasional lebih mudah dikontrol.

Beberapa manfaat utama penerapan SOP antara lain:

  • Menyeragamkan standar pelayanan kepada pelanggan.
  • Menjaga konsistensi rasa, ukuran, tekstur, dan kualitas pempek.
  • Mempermudah pengelolaan administrasi dan pencatatan transaksi.
  • Menjaga kualitas bahan baku dan produk jadi.
  • Mengurangi risiko kesalahan dalam proses produksi.
  • Mengurangi pemborosan bahan makanan.
  • Meningkatkan efisiensi waktu kerja karyawan.
  • Memperjelas pembagian tugas dan tanggung jawab.
  • Meningkatkan kepuasan dan kepercayaan pelanggan.
  • Menjaga kebersihan dapur, ruang makan, dan area pelayanan.
  • Meningkatkan keamanan penggunaan peralatan dapur.
  • Membantu mengendalikan persediaan bahan baku.
  • Mempermudah pelatihan karyawan baru.
  • Menjaga keamanan uang, peralatan, dan aset warung.
  • Meningkatkan profesionalisme pengelolaan bisnis.

Ruang Lingkup SOP Warung Pempek Palembang

Ruang lingkup SOP Warung Pempek Palembang mencakup seluruh kegiatan yang berhubungan dengan operasional bisnis. Prosedur dimulai dari persiapan sebelum warung beroperasi, pemeriksaan kebersihan, pengecekan stok, penerimaan bahan baku, penyimpanan, dan persiapan produksi.

Selanjutnya, SOP mencakup proses pengolahan pempek dan cuko, pengaturan standar porsi, penyimpanan produk, pemanasan atau penggorengan sesuai jenis produk, serta proses penyajian. Pada sisi pelayanan, prosedur mengatur cara menerima pelanggan, mencatat pesanan, mengonfirmasi pesanan, menangani pembayaran, dan menyerahkan makanan.

Ruang lingkup SOP juga mencakup layanan pesanan untuk dibawa pulang maupun pesanan melalui platform digital apabila warung menyediakan layanan tersebut. Pada akhir operasional, prosedur mencakup pembersihan area, pengelolaan sisa bahan, pencatatan stok, pemeriksaan peralatan, pengamanan kas, serta penutupan warung.

Tahapan SOP Warung Pempek Palembang

1. Persiapan Sebelum Warung Dibuka

Karyawan datang sesuai jadwal dan melakukan persiapan sebelum menerima pelanggan. Penanggung jawab memeriksa kondisi area dapur, meja pelayanan, ruang makan, tempat penyimpanan, serta fasilitas pendukung. Seluruh area harus berada dalam kondisi bersih, rapi, dan siap digunakan.

Bahan baku seperti ikan, tepung sagu, bumbu, telur, minyak goreng, bahan pelengkap, serta bahan pembuatan cuko diperiksa ketersediaannya. Bahan yang membutuhkan penyimpanan dingin harus diperiksa kondisi penyimpanannya. Peralatan seperti kompor, wajan, panci, pisau, talenan, wadah adonan, alat penggorengan, dan peralatan makan juga harus dipastikan tersedia dan layak digunakan.

2. Pemeriksaan dan Penerimaan Bahan Baku

Setiap bahan baku yang diterima harus diperiksa sebelum disimpan atau digunakan. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik, kebersihan, kesegaran, jumlah, tanggal penerimaan, serta kesesuaian dengan pesanan. Bahan yang memiliki kondisi tidak layak tidak boleh langsung digunakan dalam produksi.

Untuk bahan yang mudah rusak, karyawan harus segera menempatkannya pada tempat penyimpanan yang sesuai. Sistem penggunaan bahan dapat menerapkan prinsip FIFO atau FEFO sesuai karakteristik bahan agar stok lama digunakan terlebih dahulu dan risiko pemborosan dapat dikurangi.

3. Persiapan dan Pengolahan Pempek

Proses produksi dilakukan berdasarkan resep dan standar yang telah ditetapkan warung. Takaran bahan harus mengikuti formula agar rasa, tekstur, aroma, dan ukuran pempek tetap konsisten. Karyawan tidak diperbolehkan mengubah komposisi secara sembarangan tanpa persetujuan penanggung jawab.

Kebersihan tangan, peralatan, wadah, dan area produksi harus diperhatikan sebelum proses dimulai. Adonan diolah sesuai metode yang telah ditentukan, kemudian dibentuk berdasarkan jenis produk seperti pempek kapal selam, lenjer, adaan, kulit, atau jenis pempek lain yang tersedia.

4. Pencatatan Pesanan dan Transaksi

Setiap pesanan pelanggan harus dicatat dengan jelas untuk menghindari kesalahan penyajian. Pesanan yang diterima secara langsung maupun melalui kanal pemesanan digital perlu diverifikasi sebelum diproses.

Data yang perlu dicatat atau dipastikan meliputi:

  • Nomor atau identitas pesanan.
  • Nama pelanggan apabila diperlukan.
  • Nomor telepon untuk pesanan tertentu.
  • Jenis pempek yang dipesan.
  • Jumlah setiap produk.
  • Tingkat atau jumlah cuko.
  • Tambahan makanan atau minuman.
  • Jenis pesanan makan di tempat atau dibawa pulang.
  • Harga setiap produk.
  • Total pembayaran.
  • Metode pembayaran.
  • Catatan khusus pelanggan.

Kasir atau petugas pelayanan harus melakukan konfirmasi apabila terdapat pesanan yang kurang jelas. Bukti transaksi disimpan sesuai sistem administrasi yang digunakan oleh warung.

5. Pemeriksaan Kualitas Produk

Sebelum pempek disajikan, karyawan harus memastikan produk memenuhi standar kualitas. Pemeriksaan dilakukan terhadap bentuk, ukuran, tekstur, aroma, warna, dan kondisi produk. Pempek yang gosong, terlalu keras, rusak bentuknya, berbau tidak normal, atau tidak memenuhi standar harus dipisahkan dan tidak diberikan kepada pelanggan.

Komponen kualitas yang diperiksa antara lain:

  • Bentuk dan ukuran pempek.
  • Tekstur bagian luar dan dalam.
  • Aroma produk.
  • Warna setelah proses pengolahan.
  • Tingkat kematangan.
  • Kondisi minyak atau metode pemasakan.
  • Kebersihan produk.
  • Kondisi cuko.
  • Kebersihan bahan pelengkap.
  • Kesesuaian produk dengan pesanan.

6. Penyelesaian dan Penyajian Pesanan

Setelah produk dinyatakan layak, pesanan disiapkan berdasarkan catatan transaksi. Pempek ditempatkan pada wadah atau piring yang bersih. Cuko, kuah, saus, acar, mi, atau pelengkap lain diberikan sesuai pesanan dan standar porsi warung.

Untuk pesanan dibawa pulang, kemasan harus ditutup dengan baik agar makanan tetap terlindungi selama perjalanan. Produk panas dan cuko perlu dikemas secara aman untuk mengurangi risiko tumpah. Petugas kemudian memeriksa kembali kesesuaian jumlah dan jenis produk sebelum pesanan diserahkan.

7. Pelayanan dan Edukasi kepada Pelanggan

Karyawan harus melayani pelanggan dengan sopan, responsif, dan komunikatif. Pelanggan perlu mendapatkan informasi yang jelas apabila menanyakan jenis pempek, pilihan menu, harga, tingkat kepedasan atau karakter cuko, maupun metode penyimpanan produk untuk dibawa pulang.

Pada saat pesanan diserahkan, karyawan memastikan nama atau nomor pesanan sesuai. Untuk produk yang dikemas, pelanggan dapat diberi informasi mengenai isi pesanan serta cara penyimpanan dan konsumsi apabila diperlukan. Komunikasi yang baik membantu mengurangi kesalahpahaman sekaligus meningkatkan pengalaman pelanggan.

8. Pengendalian Selama Jam Operasional

Selama warung beroperasi, karyawan harus menjaga area pelayanan dan dapur tetap bersih serta tertata. Pesanan harus diproses berdasarkan urutan dan sistem yang telah ditentukan agar waktu tunggu pelanggan tetap terkendali.

Penanggung jawab juga memantau persediaan bahan yang digunakan selama jam operasional. Apabila bahan tertentu hampir habis, informasi harus segera disampaikan kepada bagian yang bertanggung jawab. Pengisian ulang dilakukan dengan tetap memperhatikan kebersihan dan keamanan makanan.

9. Penanganan Sisa Produk dan Pengembalian

Setiap produk yang tersisa pada akhir periode pelayanan harus dipisahkan berdasarkan kondisi dan jenisnya. Produk tidak boleh dicampurkan kembali dengan stok baru apabila hal tersebut dapat menurunkan kualitas atau menyulitkan pengendalian masa simpan.

Produk yang dikembalikan pelanggan karena kesalahan pesanan atau alasan kualitas harus ditangani sesuai kebijakan warung. Petugas mencatat penyebab pengembalian dan melaporkannya kepada penanggung jawab untuk mengetahui apakah masalah berasal dari produksi, pencatatan pesanan, atau pelayanan.

10. Pemeriksaan Setelah Operasional

Setelah pelayanan selesai, penanggung jawab melakukan pemeriksaan terhadap stok bahan baku, produk yang tersisa, peralatan dapur, area pelayanan, dan catatan transaksi. Jumlah bahan yang digunakan dibandingkan dengan penjualan untuk membantu mendeteksi pemborosan atau ketidaksesuaian.

Pemeriksaan juga mencakup kondisi kompor, tabung atau sumber energi yang digunakan, peralatan listrik, lemari pendingin, tempat penyimpanan, serta fasilitas lainnya. Setiap kerusakan harus dicatat agar dapat segera diperbaiki dan tidak mengganggu operasional berikutnya.

11. Pembersihan dan Perawatan

Seluruh peralatan yang digunakan selama operasional harus dibersihkan setelah selesai digunakan. Wajan, panci, pisau, talenan, wadah adonan, alat penyajian, meja kerja, dan area produksi dibersihkan menggunakan metode yang sesuai dengan jenis peralatan.

Lantai, meja makan, tempat sampah, wastafel, dan area pelayanan juga harus dibersihkan. Peralatan yang sudah dicuci dikeringkan dan disimpan di tempat yang bersih. Perawatan berkala dilakukan terhadap peralatan yang membutuhkan pemeriksaan khusus agar umur penggunaannya lebih panjang.

12. Penyimpanan Inventaris dan Penutupan Warung

Setelah proses pembersihan selesai, bahan baku yang masih dapat digunakan disimpan sesuai karakteristiknya. Bahan kering ditempatkan di area yang kering dan terlindung, sedangkan bahan yang memerlukan suhu rendah disimpan pada fasilitas pendingin yang sesuai.

Peralatan dikembalikan ke lokasi penyimpanan masing-masing agar mudah ditemukan pada operasional berikutnya. Kasir melakukan rekonsiliasi transaksi, mencatat pendapatan dan pengeluaran yang diperlukan, kemudian mengamankan uang dan dokumen sesuai prosedur internal.

Sebelum warung ditutup, penanggung jawab memastikan kompor dan peralatan yang tidak diperlukan telah dimatikan, sumber energi diperiksa, pintu dan akses penyimpanan diamankan, serta kondisi area dipastikan aman. Proses penutupan dicatat apabila warung menggunakan checklist harian.

Standar Kebersihan dan Keselamatan Kerja

Kebersihan merupakan bagian penting dalam SOP Warung Pempek Palembang karena kegiatan bisnis berhubungan langsung dengan makanan yang dikonsumsi pelanggan. Karyawan harus menjaga kebersihan tangan, pakaian kerja, rambut, peralatan, bahan makanan, serta area produksi. Tangan perlu dibersihkan sebelum menangani makanan dan setelah melakukan aktivitas yang berpotensi menyebabkan kontaminasi.

Bahan mentah dan makanan siap saji harus ditangani secara terpisah untuk mengurangi risiko kontaminasi silang. Talenan, pisau, wadah, dan peralatan lainnya harus digunakan secara tepat dan dibersihkan setelah pemakaian. Sampah harus segera dipindahkan dari area produksi agar tidak mengganggu kebersihan.

Keselamatan kerja juga harus diperhatikan karena dapur menggunakan kompor, minyak panas, air panas, pisau, dan peralatan listrik. Karyawan harus menggunakan peralatan sesuai fungsinya serta menjaga area kerja agar tidak licin. Apabila terjadi tumpahan minyak atau air, area tersebut harus segera dibersihkan untuk mencegah kecelakaan.

Peralatan yang rusak tidak boleh digunakan tanpa pemeriksaan. Kabel listrik, kompor, regulator, alat pendingin, dan peralatan lainnya perlu diperiksa secara berkala. Prosedur penanganan keadaan darurat seperti kebakaran atau kecelakaan kerja juga sebaiknya tersedia dan dipahami oleh karyawan.

Evaluasi Pelaksanaan SOP

Evaluasi SOP dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh prosedur benar-benar diterapkan. Pemilik atau penanggung jawab dapat melakukan pemeriksaan melalui checklist harian, pengamatan langsung, laporan karyawan, serta evaluasi data operasional.

Beberapa indikator yang dapat digunakan dalam evaluasi antara lain:

  • Tingkat kerusakan atau pemborosan bahan baku.
  • Jumlah kesalahan pesanan.
  • Efektivitas waktu pelayanan.
  • Tingkat kepuasan pelanggan.
  • Ketepatan pencatatan transaksi.
  • Kinerja masing-masing karyawan.
  • Konsistensi kualitas pempek.
  • Kondisi kebersihan area kerja.
  • Frekuensi kerusakan peralatan.
  • Efisiensi penggunaan bahan baku.
  • Jumlah keluhan pelanggan.
  • Kepatuhan karyawan terhadap SOP.

Apabila ditemukan prosedur yang tidak efektif, SOP dapat diperbarui sesuai kebutuhan. Evaluasi tidak hanya bertujuan mencari kesalahan karyawan, tetapi juga mengetahui bagian dari sistem kerja yang perlu diperbaiki. Dengan demikian, SOP dapat berkembang mengikuti kondisi bisnis dan kebutuhan pelanggan.

Tanya Jawab (FAQ)

1. Apa yang dimaksud dengan SOP Warung Pempek Palembang?

SOP Warung Pempek Palembang adalah panduan tertulis yang mengatur kegiatan operasional warung secara sistematis, mulai dari persiapan bahan, proses produksi, penyimpanan, pelayanan pelanggan, pencatatan transaksi, kebersihan, keselamatan kerja, hingga penutupan warung. SOP membantu memastikan setiap karyawan menjalankan pekerjaan berdasarkan standar yang sama. Dalam bisnis pempek, SOP juga penting untuk menjaga konsistensi rasa, kualitas, kebersihan, ukuran porsi, dan kecepatan pelayanan. Dengan prosedur yang jelas, pemilik warung lebih mudah melakukan pengawasan dan karyawan dapat memahami tanggung jawabnya tanpa harus selalu menunggu instruksi dari pemilik.

2. Mengapa warung pempek membutuhkan SOP?

Warung pempek membutuhkan SOP karena operasionalnya melibatkan banyak aktivitas yang harus dilakukan secara konsisten. Mulai dari memilih dan menyimpan bahan baku, membuat adonan, mengolah produk, menyiapkan cuko, menyajikan makanan, menerima pembayaran, sampai membersihkan dapur membutuhkan standar yang jelas. Tanpa SOP, setiap karyawan dapat memiliki cara kerja berbeda sehingga kualitas produk dan pelayanan berpotensi berubah-ubah. SOP membantu mengurangi kesalahan, mengendalikan penggunaan bahan, meningkatkan kebersihan, mempercepat pekerjaan, dan mempermudah pelatihan karyawan baru. Selain itu, SOP membuat bisnis terlihat lebih profesional karena kegiatan operasional memiliki sistem yang terdokumentasi.

3. Apa saja yang harus dimasukkan dalam SOP warung pempek?

SOP warung pempek idealnya mencakup seluruh aktivitas yang berkaitan dengan operasional bisnis. Isinya dapat meliputi prosedur pembukaan warung, penerimaan bahan baku, penyimpanan bahan, persiapan produksi, pengolahan pempek, pembuatan cuko, pengendalian kualitas, pelayanan pelanggan, pencatatan transaksi, pengemasan pesanan, kebersihan, keselamatan kerja, pengelolaan stok, hingga penutupan warung. Selain prosedur utama, dokumen SOP dapat dilengkapi dengan standar porsi, checklist kebersihan, formulir pemeriksaan bahan, catatan stok, serta pembagian tanggung jawab setiap posisi agar penerapannya lebih mudah dilakukan.

4. Bagaimana SOP dapat menjaga kualitas pempek tetap konsisten?

SOP membantu menjaga kualitas pempek dengan menetapkan standar yang harus diikuti selama proses produksi. Standar tersebut dapat mencakup jenis dan takaran bahan, metode pengolahan, ukuran produk, waktu proses, cara penyimpanan, hingga prosedur pemeriksaan sebelum makanan disajikan. Dengan adanya standar tertulis, karyawan tidak perlu mengandalkan perkiraan pribadi dalam menjalankan proses produksi. Konsistensi juga perlu didukung dengan pemeriksaan kualitas secara berkala. Apabila ditemukan perubahan rasa, tekstur, ukuran, atau kondisi produk, penanggung jawab dapat menelusuri proses yang dilakukan dan melakukan perbaikan terhadap prosedur yang menjadi penyebabnya.

5. Apakah SOP tetap diperlukan untuk warung pempek skala kecil?

SOP tetap bermanfaat meskipun warung pempek masih berskala kecil. Justru sejak awal bisnis, prosedur kerja yang jelas dapat membantu membentuk kebiasaan operasional yang tertib. SOP tidak harus selalu berupa dokumen yang sangat panjang. Warung kecil dapat memulai dengan prosedur sederhana mengenai kebersihan, produksi, pelayanan, pencatatan transaksi, pengelolaan stok, dan penutupan warung. Ketika bisnis berkembang dan jumlah karyawan bertambah, SOP dapat dikembangkan menjadi lebih lengkap. Dengan demikian, pemilik tidak perlu menjelaskan pekerjaan yang sama berulang kali dan operasional dapat berjalan lebih konsisten meskipun tidak seluruh aktivitas diawasi secara langsung.

Penutup

SOP Warung Pempek Palembang merupakan bagian penting dalam membangun sistem operasional bisnis kuliner yang konsisten, bersih, aman, dan profesional. Prosedur yang jelas membantu mengatur kegiatan sejak persiapan bahan baku hingga penutupan warung, sekaligus memastikan setiap karyawan memahami standar kerja dan tanggung jawabnya.

Penerapan SOP yang dilakukan secara konsisten dapat membantu warung menjaga kualitas pempek, meningkatkan efisiensi penggunaan bahan, mengurangi kesalahan pesanan, menjaga kebersihan, meningkatkan keamanan kerja, serta memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan. SOP juga dapat menjadi dasar evaluasi sehingga pemilik dapat mengetahui bagian operasional yang perlu diperbaiki ketika bisnis berkembang.

Jika bisnis Anda membutuhkan SOP yang lebih terstruktur dan disesuaikan dengan kondisi usaha, Ruang SOP dapat membantu menyusun dokumen SOP sesuai kebutuhan bisnis. Proses penyusunan dapat dimulai dengan melakukan pemetaan alur kerja, mengidentifikasi aktivitas dan tanggung jawab setiap bagian, menyusun prosedur operasional yang relevan, hingga membuat dokumen SOP yang sistematis dan mudah dipahami oleh karyawan.

Dengan SOP yang disusun sesuai karakteristik bisnis, perusahaan atau usaha kuliner dapat memiliki sistem kerja yang lebih jelas, profesional, dan efisien. Ruang SOP siap membantu Anda membangun dokumentasi operasional yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan dan pengelolaan bisnis secara berkelanjutan.

KATEGORI SOP

RECENT POST

RUANG SOP

Merupakan jawaban untuk Anda dalam mengelola ataupun menyusun setiap proses dalam bidang usaha yang Anda miliki. Dengan adanya SOP, Anda akan lebih mudah menentukan ke-efektivan dan membuat Anda lebih BIJAK dalam menentukan setiap proses yang dibutuhkan.

LOCATION

Grand Pesona Pandanwangi Ruko Kav 2 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

cs.ruangsop@gmail.com

Monday – Friday / 09.00 – 16.00 WIB

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping

Powered by
Hubungi Kami
By Ruang SOP
Halo kak, mau bertanya SOP yang mana?