Tren Rekrutmen yang Harus diantisipasi HRD di Masa Sekarang

Ruang SOP / Blog

contoh usaha manufaktur kecil

Memahami tren rekrutmen penting bagi HRD untuk dapat menyusun strategi rekrutmen yang tepat di tahun mendatang. Dengan pemahaman tersebut, menjadikan proses pencarian talenta terbaik bisa terlaksana lebih cepat dan akurat.

Sudah tahukah Anda? Tren perekrutan bukan hanya mengenai sistem kerja saja, ya. Misalnya, sistem kerja hibrida (hybrid), work from home (WFH), dan rapat daring (online meeting). Sebagai seorang HRD, ada tren lain yang perlu Anda ketahui untuk mengoptimalkan proses rekrutmen dan retensi karyawan.

Dari sisi rekrutmen, setidaknya ada 6 tren rekrutmen yang muncul mulai dari tahun 2022 hingga tahun yang akan datang. Apa saja tren tersebut? Berikut penjelasannya.

Tren Rekrutmen

Berikut beberapa tren perekrutan yang harus Anda ketahui:

  • Sistem Kerja Hybrid

Tren saat ini dan masa depan yang diimpikan oleh banyak karyawan adalah sistem kerja hybrid. Sistem ini akan tetap ada dan menjadi semakin populer. Perusahaan dapat merancang pekerjaan dengan menekankan fleksibilitas yang berfokus pada karyawan, hubungan dengan budaya perusahaan, dan kepemimpinan.

Perlu diingat bahwa tidak semua perusahaan dapat diimplementasikan dalam sistem kerja hybrid. Misalnya, beberapa perusahaan dalam industri manufaktur yang hanya beroperasi 24/7 tidak disarankan untuk menerapkan sistem kerja hybrid.

  • Area Rekrutmen Semakin Luas

Indonesia adalah negara kepulauan yang besar. Oleh karena itu, area rekrutmen menjadi lebih luas, apalagi ditambah dampak pandemi COVID-19. Di satu sisi, hal ini menguntungkan bagi negara karena luas negara berpotensi membawa peluang yang besar. Namun di sisi lain, hal ini membuat perekrutan menjadi lebih sulit.

Misalnya, sebuah perusahaan akan membuka kantor di Batam setelah pandemi, tetapi tim rekrutmen tidak dapat menemukan kandidat yang cocok di kota tersebut. Jadi, perusahaan tersebut harus merekrut kandidat dari daerah lain ke Batam, dan harus menyediakan akomodasi. Jika ini sepadan dengan hasil bisnis, tentu perusahaan tidak masalah melakukannya.

  • Turnover Akan Meningkat

Sistem kerja hibrida telah menjadi harapan dasar bagi sebagian besar karyawan dan kandidat yang akan menekuninya. Meski seseorang sudah bekerja di perusahaan dengan sistem kerja WFO, mereka akan mencari pekerjaan baru atau bertanya kepada teman mereka tentang lowongan pekerjaan yang mengoperasikan sistem kerja hibrida.

Jika diberi kesempatan, karyawan akan dengan mudah meninggalkan pekerjaannya saat ini. Apalagi untuk perusahaan yang telah menerapkan sistem WFH namun kemudian menerapkan sistem  WFO, karyawan tidak segan-segan untuk mengundurkan diri. Akibatnya, turnover akan meningkat secara signifikan.

  • Peluang Promosi

Peluang promosi menjadi tren rekrutmen di tengah pandemi COVID-19. Sebuah studi menemukan bahwa 76% manajer mengatakan bahwa karyawan yang bekerja di kantor lebih mungkin mendapatkan promosi daripada bekerja dari jarak jauh.

Hal ini menyangkut penegakan Diversity, Equity and Inclusion (DEI) yang tidak berjalan dengan baik. Wanita dan karyawan dari kelompok minoritas cenderung ingin memanfaatkan praktik kerja yang fleksibel, sehingga terjadi bias kedekatan dan ketidakadilan di lingkungan kerja, termasuk promosi.

  • Peran Ganda Manajer

Sistem kerja hibrida memiliki potensi untuk mengurangi interaksi spontan tatap muka di tempat kerja. Manajer juga perlu lebih berhati-hati dalam membangun dan mengembangkan hubungan dengan anggota timnya. Hal ini karenaa hubungan antara karyawan dan manajer sangat penting dalam membentuk employee engagement.

Oleh karena itu, tim HRD harus mempersiapkan manajer untuk peran ganda, yaitu selain menjadi pemimpin, ia harus mampu mengelola persepsi karir anggota tim itu sendiri dan menghubungkannya dengan budaya organisasi. Berikan manajer alat yang mereka butuhkan. Misalnya, sistem kerja hibrida meningkatkan trust issues, maka seorang manajer dapat mengadakan sharing session selama 90 menit setiap seminggu sekali.

  • Empat Hari Kerja

Sistem empat hari kerja telah menjadi tren pekerjaan 2023. Bahkan bekerja selama empat hari dianggap sebagai nilai tambah bagi para kandidat. Persaingan tenaga kerja, inflasi, dan dampak pandemi memberikan tekanan pada bisnis.

Banyak perusahaan tidak dapat menaikkan gaji dengan cepat. Akibatnya, perusahaan harus memikirkan kembali EVP mereka untuk mempertahankan karyawan berprestasi. Salah satunya dengan menerapkan alur kerja yang lebih singkat, yakni empat hari kerja.

Nah, itulah tren rekrutmen yang harus diantisipasi HRD di masa sekarang. Tren perekrutan akan selalu menjadi tantangan bagi tim HRD dan perekrut. Tapi, kehadiran tren ini tidak untuk dihindari atau ditakuti, ya.

Tim HRD dan manajemen SDM dapat memanfaatkan tren tersebut untuk meninjau strategi perekrutan, membangun program pembelajaran dan pengembangan, serta membentuk dan memberdayakan karyawan melalui perekrutan secara internal.

Untuk membantu tim HRD dalam proses perekrutan tersebut, perusahaan bisa menerapkan sebuah pedoman kerja berupa SOP HRD. SOP tersebut berisi struktur kerja yang dapat membantu HRD agar bisa bekerja lebih baik dan efisien. Sehingga, mereka bisa lebih siap menghadapi tren rekrutmen yang sedang terjadi.

Jika belum memilikinya, Anda bisa melihat contoh SOP HRD milik Ruangsop atau langsung menghubungi admin, ya. Buruan hubungi sekarang!

contoh usaha manufaktur kecil

KATEGORI SOP

RECENT POST

RUANG SOP

Merupakan jawaban untuk Anda dalam mengelola ataupun menyusun setiap proses dalam bidang usaha yang Anda miliki. Dengan adanya SOP, Anda akan lebih mudah menentukan ke-efektivan dan membuat Anda lebih BIJAK dalam menentukan setiap proses yang dibutuhkan.

LOCATION

Grand Pesona Pandanwangi Ruko Kav 2 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

cs.ruangsop@gmail.com

Monday – Friday / 09.00 – 16.00 WIB

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping

Powered by
Hubungi Kami
By Ruang SOP
Halo kak, mau bertanya SOP yang mana?