Aset perusahaan adalah semua sumber daya ekonomi atau kekayaan yang dimiliki oleh suatu entitas bisnis. Sumber daya ekonomi atau kekayaan tersebut bisa berupa hak kuasa yang diperoleh di masa lalu sehingga dapat bermanfaat di masa depan. Aset merupakan bagian penting dari sebuah perusahaan karena dengan adanya aset akan membuat bisnis dapat terus beroperasi dengan lancar.
Oleh karena itu, Anda harus dapat menjaga aset bisnis sebaik mungkin, karena hal ini dapat mempengaruhi kondisi keuangan bisnis Anda. Nah, pada artikel kali ini akan kami bahas mengenai cara menjaga aset perusahaan agar tetap maksimal. Simak terus ulasan berikut.
Cara Menjaga Aset Perusahaan
Berikut beberapa tahapan manajemen aset perusahaan yang bisa Anda terapkan:
- Pelajari History Aset
Dalam menjaga aset Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah mengetahui sejarah perkembangan aset perusahaan Anda.
Dimulai dengan fase perencanaan (bisnis menentukan kebutuhan aset), fase pengadaan (bisnis mulai membeli atau membangun aset), fase pemeliharaan (bisnis mulai menggunakan aset) ) dan langkah terakhir adalah likuidasi fase (bisnis perlu mengetahui bahwa kehidupan ekonomi telah berakhir dan kebutuhan akan aset hilang).
Dengan memahami sejarah tahapan properti tersebut, merupakan salah satu bentuk upaya yang Anda lakukan untuk menjaga properti agar tetap utuh dan maksimal.
- Mengetahui Depresiasi Aset
Seperti yang Anda ketahui, depresiasi aset adalah penyusutan nilai suatu aset karena penurunan nilai ekonomi dan fungsi pengembalian aset tersebut. Adapun aktiva tetap yang dapat disusutkan seperti sepeda motor, mobil, mesin industri. Sedangkan aset yang tidak dapat disusutkan adalah tanah, karena nilai tanah akan terus meningkat dari tahun ke tahun.
- Melindungi Aset dengan Proteksi Asuransi
Tentunya, Anda tidak ingin jika aset mengalami resiko misalnya gempa bumi, kebakaran, tanah longsor, pencurian dan lain-lain. Oleh karena itu, Anda perlu melindungi aset Anda dengan asuransi, agar aset Anda aman dan menjadi bagian dari manajemen risiko properti Anda.
Perusahaan asuransi akan sering menawarkan pertanggungan untuk barang-barang Anda, paket all-risk untuk orang-orang di luar industri seperti kantor, rumah sakit, dan sekolah. Sedangkan untuk paket cakupan yang komprehensif untuk industri seperti pabrik, gudang dan pusat perbelanjaan.
Asuransi yang komprehensif biasanya mencakup risiko huru hara, risiko banjir, risiko gempa bumi, risiko tanah longsor, oleh karena itu agar aset Anda tetap maksimal segeralah untuk memproteksi dengan asuransi.
- Pelacakan Aset Berkala
Anda tentu tidak ingin mengalami kerugian jika pemeriksaan aset Anda tidak dilakukan secara rutin. Karena aset Anda dapat mempengaruhi pajak, asuransi, pembelian dan sejenisnya.
Verifikasi Aset dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi seperti kode batang atau kode ID di setiap properti sehingga berapa pun jumlah aset Anda akan mudah dilacak. Barcode harus dicetak dan ditempelkan pada barang dagangan Anda sehingga Anda dapat memindai barcode untuk identitas dan riwayatnya.
- Pilih Tim Manajemen Aset yang Handal dan Dapat dipercaya
Menfokuskan pengelolaan aset pada satu tim akan menjadi lebih ringan dibandingkan jika dikerjakan bersamaan dengan hal yang lainnya. Untuk itu, carilah tim yang handal, bertanggung jawab dan dapat dipercaya untuk mengelola aset perusahaan.
Jika bisnisnya kecil, Anda dapat mempekerjakan dua orang untuk melakukannya, tetapi jika bisnisnya besar, ada baiknya untuk membentuk tim khusus untuk mengelola dan memelihara aset.
- Kelola Aset dengan Manajemen Otomatis
Segala sesuatu yang bersifat manual akan memakan banyak waktu, tenaga dan biaya. Dengan perkembangan teknologi seperti sekarang ini, pengelolaan aset dapat dilakukan secara otomatis. Banyaknya software yang membantu manajemen aset akan membantu dalam menampilkan nilai aset, pelacakan penyusutan, pemeliharaan aset, manajemen kontrak, serta analisis biaya dengan lebih cepat daan mudah.
Nah, itulah cara menjaga aset perusahaan yang bisa kami bagikan kepada Anda. Mulai dari mempelajari history aset, mengetahui depresiasi aset, menggunakan proteksi asuransi, melakukan pelacakan aset secara berkala, memilih tim manajemen yang handal, hingga menggunakan sistem manajemen otomatis. Semoga bermanfaat!




