Dalam permainan sepakbola, terdapat beberapa aturan yang wajib diketahui oleh para pemain sepakbola, Aturan tersebut tidak hanya mencakup dengan proses ketika permainan itu sedang berlangsung, namun aturan tersebut sudah dibuat sebelum permainan tersebut dimulai. Sebuah aturan yang lengkap; dari sisi standardisasi luas lapangan, ukuran bola yang akan digunakan, penggunaan aksesori bagi para pemainnya, dan masih banyak lagi. Dari banyaknya aturan yang dibuat, bahkan ada aturan sepakbola yang sudah distandardisasi oleh FIFA; apakah aturan tersebut memiliki tujuan tertentu? Pastinya, iya.
Bagaimana jika aturan tersebut tidak ada? Seenaknya orang bisa menggunakan lapangan tidak memerhatikan kapasitas, misalnya: dengan panjang lima puluh meter dan lebar hanya sepuluh meter, dengan jumlah pemain sebelas orang per tim. Sangat tidak nyaman dan sempit, bukan? Mungkin itu bisa digunakan oleh anak kecil yang sedang bermain di tanah-lapang di samping kompleks; namun tidak demikian apabila digunakan dalam sebuah pertandingan dalam skala yang besar. FIFA memiliki tujuan tersendiri, ketika menentukan standardisasi luas lapangan sepakbola; begitu juga perusahaan, memiliki tujuan tersendiri ketika menentukan
SOP yang akan ditetapkan bagi perusahaan mereka.Secara umum SOP dibuat dengan tujuan-tujuan tertentu. Beberapa tujuan tersebut, yaitu
a.Konsistensi
SOP dibuat agar setiap pelaksana/petugas/pegawai mengetahui standar yang telah ditetapkan. Sehingga, mereka mampu menjaga konsistensi dan tingkat kinerja petugas/ pegawai/pelaksana atau tim.
b.Kejelasan Tugas
SOP dibuat agar setiap pelaksana/petugas/pegawai mengetahui dengan jelas peran dan fungsi tiap-tiap posisi dalam organisasi (institusi).
c.Kejelasan Alur
SOP dapat memperjelas alur tugas, wewenang, dan tanggung jawab apa saja-dari masing-masing pelaksana/ petugas/pegawai terkait.
d. Melindungi Organisasi (Institusi)
Secara tidak langsung, SOP disusun dengan tujuan untuk melindungi organisasi atau unit kerja, serta petugas atau pegawai dari tindakan malpraktik; atau kesalahan yang bersumber dari administrasi atau faktor lainnya-yang dapat berdampak buruk bagi keberlangsungan hidup organisasi (institusi).
e. Meminimalisasi Kesalahan
Dengan kejelasan tugas, alur, tanggung jawab dan wewenang: maka setiap pelaksana/petugas/pegawai dapat meminimalkan atau menghindari kegagalan, kesalahan, keraguan, dan duplikasi dalam bekerja.
f. Efisiensi
SOP dibuat dengan tujuan membuat semua pekerjaan menjadi lebih efisien. Semua aktivitas kerja diharapkan dapat lebih cepat, cermat, dan tepat sesuai dengan tujuan atau hasil yang ingin diraih, dengan bantuan SOP yang ada.
g. Penyelesaian Masalah
SOP berisi aturan dan batasan-batasan tertentu; bisa saja dalam pelaksanaannya terjadi gesekan antar karyawan yang menyebabkan konflik yang berkepanjangan. Selain perlu adanya campur tangan supervisor atau atasan; SOP juga dapat dijadikan landasan agar setiap karyawan dapat bekerja sesuai koridor kembali, yaitu tunduk pada aturan dan batasan sesuai SOP yang berlaku.
h. Batasan Pertahanan
Terkadang banyak pihak eksternal yang dengan senak nya ingin mengetahui hal-hal yang sifatnya sangat privat. bagi perusahaan. Sebagai contoh; seorang peneliti yang menginginkan untuk melakukan penelitian perilaku kerja dari sebuah organisasi (institusi). Dengan adanya SOP yang baku, maka pihak peneliti wajib melewati beberapa prosedur. Mereka tidak bisa langsung menuju ke bagian departemen atau bagian tertentu.
Sumber Panduan Lengkap Menyusun SOP & KPI Fajar Nur'aini D.F, M.psi, 2020




