Didalam visi memang sudah terkandung tujuan perusahaan. Tetapi tujuan perusahaan itu terlihat seolah tidak kasat mata. sehingga pimpinan perusahaan memperjelasnya dalam rencana kerja perusahaan. Biasanya tujuan perusahaan dikategorikan menjadi tiga:
1.Tujuan Jangka Pendek
Tujuan perusahaan jangka pendek adalah hal-hal yang ingin dicapai perusahaan itu dalam waktu satu tahun ke depan atau paling lama lima tahun ke depan.
2.Tujuan Jangka Menengah
Tujuan perusahaan jangka menengah adalah hal-hal yang ingin dicapai oleh perusahaan itu dalam waktu antara 5 sampai 10 tahun ke depan.
3.Tujuan Jangka Panjang
Tujuan perusahaan jangka panjang adalah hal-hal yang ingin dicapai oleh perusahaan itu didalam jangka waktu diatas 10 tahun.
Visi adalah tujuan jangka panjang perusahaan. Visi biasanya dicapai oleh suatu perusahaan diatas 10 tahun. Untuk mempermudah atau mempercepat pencapaian visi itu, perusahaan harus melakukan tahapan-tahapan pencapaian yang periode waktunya lebih singkat.
Contoh:
Visi perusahaan: “Menjadi market leader di Indonesia”. Menjadi market leader ini tidak dapat dicapai dalam waktu satu hari atau satu tahun. Butuh waktu bekerja bertahun-tahun, dari mulai memperkenalkan produk perusahaan pertama kali, sampai berhasil membuat sebagian besar calon konsumen memilih untuk membeli produk itu dan mengulanginya lagi tanpa mempedulikan produk perusahaan lain (kompetitor) yang harganya lebih murah sekalipun. Oleh karena itu, pimpinan perusahaan membuat rencana kerja bertahap, seperti contoh berikut:
- Tujuan jangka pendek (1 s.d. 5 tahun): peningkatan pen jualan minimal 30% per tahun dan peningkatan keuntungan perusahaan minimal 10% per tahun.
- Tujuan jangka menengah (5 s.d. 10 tahun): membangun pabrik baru untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperbanyak jumlah armada untuk memperluas jangkauan distribusi, mengirim karyawan untuk disekolahkan lagi menjadi tenaga ahli di bidangnya, merekrut karyawan karyawan baru yang berkompeten di bidangnya.
- Tujuan jangka panjang (diatas 10 tahun): menguasai pangsa pasar wilayah tertentu, minimal di wilayah domisili perusahaan.
Nah, tujuan perusahaan ini harus anmengera betul oleh penyusun SOP. Tujuan perusahaan itu biasanya tidak diketahui umum. Yang mengetahui adalah jajaran manajerial perusahaan tersebut. Karyawan tahunya target bulanan atau tahunan. Target untuk karyawan itu dibuat berdasarkan tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan ini. Untuk dapat mengetahui tujuan perusahaan ini, penyusun SOP harus bertemu dan melakukan diskusi langsung dengan para pimpinan perusahaan, sebelum menyusun SOP-nya.
Berdasarkan tujuan perusahaan ini, penyusun SOP dapat menyesuaikan diri untuk menyusun SOP yang dapat digunakan untuk mendukung tercapainya tujuan perusahaan tersebut. Untuk apa menyusun SOP mahal-mahal jika tidak dapat dipergunakan untuk mendukung upaya pencapaian tujuan perusahaan?
Ada dua kemungkinan:
- SOP bisa diterapkan, tetapi tujuan perusahaan tidak ter capai Pimpinan perusahaan dan pemilik perusahaan bis menggerutu. gigit jari, atau marah-marah Yang pasti, perusahaan itu mengalami kerugian. Untuk apa menyusun dan menerapkan SOP jika setelah diterapkan justru menghasilkan kerugian?
- SOP bisa diterapkan, tetapi perusahaan tetap stagnan, tidak memiliki daya saing. Bagaimana mungkin dapat mencapai visi “menjadi market leader di Indonesia” jika perusahaan stagnan dan selalu ketinggalan dibanding kompetitor? Kompetitor bekerja lebih cepat dan menguasai pasar lebih cepat.
Jadi, pertanyaannya sekarang:
- Apakah Anda sudah menyusun SOP?
- Sudah sesuaikah SOP tersebut dengan tujuan perusahaan
- Anda? Jika belum, apa yang harus dilakukan?
Jawabannya adalah, bikin SOP baru yang benar-benar sesuai dengan tujuan perusahaan, sesegera mungkin! Jangan biarkan competitor menyalip atau terlalu jauh meninggalkan Anda. Menyusun SOP baru yang sesuai dengan tujuan perusahaan ini pun tidak dapat dilakukan sembarangan. Penyusun SOP tetap harus fokus pada tujuan jangka panjang perusahaan, supaya SOP tersebut berumur panjang dan membawa hasil yang optimal. Jangan sampai menyusun SOP hanya menggunakan dasar tujuan jangka pendek perusahaan. Jika terjadi hal seperti ini, Anda mau tidak mau harus merevisi SOP setiap tahun. Padahal untuk memberlakukan SOP dari nol sampai jadi, itu saja butuh waktu dua tahun. Anda bisa bayangkan risikonya jika penyusun SOP gagal fokus? Itulah sebabnya saya menyarankan Anda untuk menggunakan jasa penyusun SOP yang berkompeten. Penyusun SOP yang ber kompeten sudah sangat paham seluk-beluk manajemen perusahaan. sehingga ia akan selalu berorientasi pada keuntungan perusahaan untuk jangka panjang. Tapi penyusun SOP amatiran, apalagi yang tidak berkompeten, bisa saja salah fokus atau bahkan tidak memper timbangkan tujuan perusahaan sama sekali untuk menyusun SOP Waspadalah!
Sumber
MATINYA PERUSAHAAN GARA GARA S.O.P
Suryono Ekotama




