PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KARIR – Bag.1

Ruang SOP / Blog

A.Perencanaan Karir

Sangat penting untuk memahami terlebih dahulu apa yang disebut karir. Menurul Greenhaus (2014) terdapat dua cara pendekatan untuk memahami makna karir. Pendekatan pertama memandang karir sebagai pemilikan (a property) dan/atau dari occupation atau perusahaan. Sebagai contoh, karir di bidang hukum merupakan sebuah urutan dari beberapa tahapan dimana seseorang menjalankan beberapa kegiatan dan kemudian menduduki posisi tertentu yang bersifat berjenjang mulai dari peran sebagai mahasiswa fakultas hukum, menjadi karyawan magang di kantor hukum, menjadi anggota senior, menjadi bakim, dan akhirnya pensiun.

Dengan pendekatan pertama tersebut, karir dapat pula dilihat sebagai jalur mobilitas di dalam perusahaan yang tunggal seperti jalur karir di dalam fungsi marketing berikut ini: menjadi sales representative, manajer produk, manajer marketing distrik, manajel marketing regional, dan wakil presiden divisional marketing dengan berbagai pendekatan.

Peridekatan kedua memandang karir sebagai suatu properti atau kualitas individual dan bukan okupasi atau perusahaan. Setelah setiap individu mengakumulasikan serangkaian jabatan posisi dan pangalaman tertentu, pendekatan ini mengakui kemajuan karir yang telah dicapai setiap orang.

Berdasarkan kedua pendekatan tersebut, Greenhaus mendefinisikan karir sebagai pola pengalaman berdasarkan pekerjaan (work-related experiences) yang merentang sepanjang perjalanan yang dialami seseorang. Greenhaus menambahkan bahwa work related experiences secara luas dapat dirinci ke dalam objective events atau situasi seperti misalnya serangkaian posisi jabatan/pekerjaan,tugas atau kegiatan pekerjaan, dan keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan (work-related decisions), intepretasi subyektif tentang peristiwa yang berkaitan dengan pekerjaan (work-related events) baik pada masa lalu, kini dan mendatang seperti aspirasi pekerjaan, harapar., nilai, kebutuhan dan perasaan tentang pengalaman pekerjaan tertentu.

Definisi karir tersebut meliputi elemen-elemen obyektif dan subyektif. Elemen obyektif berkenaan dengan kebijakan-kebijakan pekerjaan atau posisi jabatan yang ditentukan perusahaan. Sementara elemen subyektif menunjuk pada kemampuan seseorang dalam mengelola karir dengan mengubah lingkungan obyektif (misalnya dengan mengubah pekerjaan/jabatan) atau memodifikasi persepsi subyektif tentang suatu situasi (misalnya dengan mengubah harapan).

Ditambahkan pula bahwa definsi karir seperti di atas tidak mensyaratkan bahwa peran pekerjaan seseorang haruslah sebuah fungsi profesional, stabil dalam pekerjaan atau perusahaan tertentu, atau selalu dikaitkan dengan karakteristik mobilitas ke atas (upward mobility). Sekalipun demikian definisi ini juga membenarkan adanya seseorang yang bekerja di dalam perusahaan menganggap bahwa karir adalah mobilitas ke atas.

Setiap sumber daya manusia sebagai seorang karyawan, pada awal mulai bekerja akan terus bekerja hingga yang bersangkutan memasuki usia pensiun, ini berarti yang bersangkutan ingin meniti karier dalam perusahaan yang bersangkutan. Berangkat dari asumsi ini maka merupakan suatu yang logis bila dalam kehidupan kekaryaannya seseorang menanyakan segala sesuatu yang bersangkut paut dengan kariernya. Misalnya: (1) Kemampuan, pengetahuan dan keterampilan apa yang harus dikuasai karyawan agar meraih kemajuan dalam kariernya?, (2) Sistem promosi apa yang berlaku dalam perusahaan?, (3) Bagaimana model pendidikan dan pelatihan bagi karyawan yang dipromosikan dilaksanakan oleh perusahaan?, (4) keuntungan apa yang diperoleh bila menduduki jabatan tertentu?

Jika seseorang berbicara tentang karier dalam kehidupan perusahaan, biasanya yang dimaksud adalah keseluruhan pekerjaan yang dilakukan dan jabatan yang dipangku oleh seseorang selama dia bekerja. Prestasi kerja, pengalaman, pelatihan dan pengembangan sangat berperan penting dalam menempuh berbagai jalur karier yang dapat ditempuh seseorang.

Dengan kata lain agar mengetahui pola karier yang terbuka baginya seorang pekerja perlu memahami (1) sasaran karier, (2) perencanaan karier, dan (3) kesediaan mengambil langkah dalam pengembangan karier Pengembangan karier (career development)didefinisikan sebagai: an organized, planned effort comprised of structured activities or processes that result in a mutual career plotting effort between employees and the organization (Gutteridge & Otte, 1983).

Betatapun baiknya suatu rencana karier yang telah dibuat oleh seorang pekerja disertai oleh suatu tujuan kariernya yang wajar dan realistik, rencana tersebut tidak akan menjadi kenyataan tanpa adanya pengembangan karier yang sistematik dan programmatik. Pekerja merupakan orang yang paling berkepentingan dalam pengembangan karier, karena dialah yang akan menikmati hasilnya, dan ini merupakan salah satu prinsip pengembangan karier yang sangat fundamental,meskipun kepentingan perusahaan juga tidak begitu saja dapat diabaikan. Seperti yang dinyatakan Hubungan pengembangan karier organiasi dan individu ini dapat digambarkan sebagai berikut:

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam rangka pengembangan karier yaitu:

1 Prestasi kerja yang memuaskan

2.Pengenalan oleh fihak lain

3.Kesetiaan pada perusahaan

4.Pemanfaatan mentor dan sponsor

5.Dukungan dari bawahan

6.Pemanfaatan kesempatan untuk bertumbuh

7.Berhenti atas permintaan sendiri

Dalam usaha menentukan tujuan, jalur, rencana dan pengembangan kariernya, seorang karyawan berangkat dari keinginan untuk memuaskan kebutuhannya. Sehingga bagaimanapun juga salah satu pertimbangan seseorang meniti kariernya adalah sampai seberapa besar kebutuhan dan kepentingan pribadinya dapat terpenuhi, tidak semata-mata karena kepentingan perusahaan (perusahaan).

Jalur karier adalah suatu lini progresi yang fleksibel mana kala seorang karyawan bergerak sepanjang kekaryawanannya dalam suatu perusahaan (perusahaan). Mengikuti jalur karier yang disusun karyawan dapat melakukan pengembangan karier dengan bantuan perusahaan. Pengembangan karier adalah pendekatan formal yang diambil perusahaan untuk memastikan bahwa orang dengan kualifikasi dan pengalaman yang tepat, tersedia pada saat dibutuhkan.

Baca Juga PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KARIR – Bag.2

Baca Juga PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KARIR – Bag.3


Sumber
Manajemen Sumber Daya Manusia Di Era Revolusi Industri 4.0
Dr Sitti Nurbaya S.pd,MM,2020

KATEGORI SOP

RECENT POST

RUANG SOP

Merupakan jawaban untuk Anda dalam mengelola ataupun menyusun setiap proses dalam bidang usaha yang Anda miliki. Dengan adanya SOP, Anda akan lebih mudah menentukan ke-efektivan dan membuat Anda lebih BIJAK dalam menentukan setiap proses yang dibutuhkan.

LOCATION

Grand Pesona Pandanwangi Ruko Kav 2 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

cs.ruangsop@gmail.com

Monday – Friday / 09.00 – 16.00 WIB

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping

Powered by
Hubungi Kami
By Ruang SOP
Halo kak, mau bertanya SOP yang mana?