2.Manajemen Era Revolusi Industri 4.0
Manajemen sebagai ilmu yang dikembangkan harus menekankan pada bidang Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM). Ilmu manajemen mengacu pada pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi, internet of things, big data dan komputerisasi. Kemudian, ilmu manajemen diharapkan mampu menciptakan Higher Thinking Order Skills (HOTS) khususnya bagi para mahasiswa. Ilmu manajemen juga diharapkan memberikan pengajaran dan memiliki nilai-nilai luhur, nilai-nilai spiritual, kebijaksanaan (wise) dan juga unsur human touch.
Dunia saat ini telah memasuki era revolusi industri 4.0, yang dipopulerkan oleh Klus Schwab, founder and executive chairman dari World Economic Forum (WEF), yang ditandai dengan meningkatnya konektivitas, interaksi dan perkembangan sistem digital, visual serta kecerdasan artifisial. Dunia sekarang juga menjadi terbuka dan tanpa batas, dimana semua orang mudah untuk melakukan interaksi dan komunikasi. Hal ini muncul karena adanya fenomena globalisasi yang membuat sebuah kehidupan global. Fenomena yang membuka peluang-peluang baru dalam upaya membangun dan meningkatkan taraf hidup masyarakat dan bangsa. Perkembangan revolusi industri 4.0 menggunakan rekayasa intelegensia dan internet of things sebagai pundi-pundi pergerakan dan konektivitas antara manusia dan mesin. Istilah industri 4.0 sendiri berawal dari ide revolusi industri ke empat dimana revolusi industri terjadi sebanyak empat kali yang puncaknya pada tahun 2000-an, teknologi, interkoneksi, dan analisis data berkembang dengan pesat yang memunculkan gagasan agar seluruh teknologi diintegrasikan ke dalam berbagai bidang industri.
Terdapat empat desain prinsip industri 4.0 yaitu: Pertama, interkoneksi (sambungan) yaitu kemampuan mesin, perangkat, sensor, dan orang untuk saling terhubung dan berkomunikasi melalui Internet of Things (IoT) atau Internet of People (IOP) yang diikuti teknologi baru dalam data sains. Kedua, informasi yang transparan. Ketiga, bantuan di bidang teknis Keempat, keputusan terdesentralisasi yang merupakan kemampuan sistem fisik maya untuk membuat keputusan sendiri dan menyelesaikan pekerjaan seefektif mungkin.
Industri 4.0 memiliki dampak signifikan pada berbagai aspek seperti ilmu manajemen, pendidikan, pasar tenaga kerja, masyarakat dan juga bagi perusahaan manufaktur. Kemungkinan perubahan dapat memberikan tekanan kebijakan dan regulator ekonomi, serta keterampilan dan kompetensi baru yang dibutuhkan oleh teknologi baru akan membutuhkan perubahan pada sistem pendidikan.
Jika teknologi perubahan tidak disertai dengan perubahan signifikan dalam sistem sosio-ekonomi, kohesi sosial dapat melemah. Industri 4.0 merupakan fenomena teknologi dan sosialekonomi. Di masa lalu, manajemen mengacu pada mengetahui apa yang anda ingin lakukan dan kemudian memantaunya dengan cara terbaik. Seiring perkembangan zaman, teori manajemen berevolusi yang terdiri dari dua bagian esensi manajemen yaitu fisik dan konseptual. Manajemen merupakan kombinasi dari berbagai komponen atau disiplin ilmu, sehingga dikatakan manajemen adalah kunci menuju kemajuan ekonomi
Diketahui bahwa akhir abad ke-18 merupakan awal dari revolusi industri, ketika fasilitas produksi mekanik ditenagai oleh air dan uap pertama kali digunakan di dunia. Revolusi industri kedua dimulai pada awal abad ke-20, dimana produksi massal menjadi mungkin dengan penggunaan listrik dan pembagian kerja. Pada tahun 1970-an, revolusi industri ketiga dimulai yang ditandai dengan tingkat otomatisasi produksi yang lebih tinggi dan proses kerja yang berbeda dan dicapai melalui aplikasi industri elektronik dan teknologi informasi.
Revolusi industri keempat dianggap sebagai hasil dari ekspansi horisontal teknologi informasi. Teknologi informasi dan komunikasi banyak digunakan secara luas di berbagai bidang, meliputi pemerintahan, bisnis, dan kehidupan sehari-hari dimana keterkaitan menjadi elemen mendasar.
Konsep industri 4.0 diperkenalkan pada tahun 2011 oleh Aliansi Penelitian Industri-Sains Jerman (Buhr, 2017). Istilah industri 4.0 menggambarkan peningkatan digitalisasi seluruh rantai pasokan, yang memungkinkan untuk menghubungkan pelaku, objek dan sistem berdasarkan pertukaran data waktu yang nyata. Sebagai hasil dari interkoneksi tersebut, produk, mesin dan proses dengan kecerdasan buatan akan mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Lima elemen kunci dari industri 4.0 sebagai: (1) digitalisasi, optimalisasi dan kustomisasi produksi; (2) otomatisasi dan adaptasi; (3) interaksi manusia dan mesin; (4) layanan bernilai tambah dan menyimpan, serta (5) pertukaran data otomatis dan komunikasi.
Istilah industri 4.0 digunakan untuk tiga faktor: (1) digitalisasi dan integrasi jaringan, (2) digitalisasi produk dan layanan, dan (3) model pasar baru. Kemudian mengidentifikasi empat elemen utama industri 4.0, yaitu sistem fisik cyber, Internet of Things (IoT), layanan internet dan pabrik cerdas. Selain itu, fitur utama dari industri 4.0 sebagai virtualisasi, interoperabilitas, otomatisasi, fleksibilitas, ketersediaan waktu nyata, orientasi layanan, dan efisiensi energi.
Sejarah manajemen sama tuanya dengan manusia dan manajemen telah ada selama ribuan tahun. Piramida Mesir dan tembok besar Cina adalah bukti nyata yang menggambarkan manajemen. Pada 1776, tonggak menuju manajemen diletakkan oleh Adam Smith yang pertama mengawasi upaya berbagai teknik manufaktur (Sheldrake, 2003).
Menurut Adam Smith, masyarakat akan mendapatkan keuntungan ekonomi, jika masing-masing pekerjaan ditugaskan kepada pekerja dipecah menjadi berbagai tugas berulang yang meruncing. Adam Smith memusatkan perhatian pada masalah dan konsep terkait dengan proses manajemen untuk meningkatkan motivasi di kalangan pekerja. Konsep pembagian kerja yang diperkenalkan oleh Adam Smith mendapatkan banyak pujian diantara para pekerja dengan sangat cepat.
Baca Juga MOTIVASI DAN INOVASI MANAJEMEN – Bag.1
Baca Juga MOTIVASI DAN INOVASI MANAJEMEN – Bag.2
Baca Juga MOTIVASI DAN INOVASI MANAJEMEN – Bag.3
Baca Juga MOTIVASI DAN INOVASI MANAJEMEN – Bag.4
Baca Juga MOTIVASI DAN INOVASI MANAJEMEN – Bag.6
Sumber Manajemen Sumber Daya Manusia Di Era Revolusi Industri 4.0 Dr Sitti Nurbaya S.pd,MM,2020




