Uraian di atas merupakan contoh bagaimana penerapan SOP di usaha kafe. Anda dapat menerapkannya sesuai kebu tuhan. Dapat pula SOP yang ada dikembangkan sesui dengan kebutuhan usaha Anda. Kelihatannya agak rumit, karena semua ada aturan yang harus diikuti. Namun, ini penting demi kemajuan bisnis Anda.
SOP pada Sebuah Minimarket
Usaha minimarket merupakan salah satu jenis usaha yang dili rik oleh banyak kalangan. Ada beberapa SOP yang sebaiknya ada dalam usaha minimarket Antara lain prosedur harian pelayanan pelanggan, penerimaan barang, pembayaran tagih an dari distributor, dan penataan barang dagangan.
Ringkasnya, sebuah mini market terdapat dua bagian yaitu bagian pelayanan dan satu lagi bagian gudang merangkap ad ministrasi minimarket. Bagian pelayanan bertugas melayani pembeli, termasuk mengatur display, dan menjaga mini mar ket baik dari sisi kebersihan, keamanan, dan kenyamanan. Se dangkan bagian gudang mempunyai tugas untuk mengatur masuknya barang ke toko dan dari distributor. Petugas gudang juga bertanggungjawab pada ketersediaan stok barang di toko tersebut.
Berikut adalah contoh SOP harian. Dalam buku ini dicon tohkan mini market “Ada Saja”. Sekali lagi ini bukan patokan baku, hanya sekadar contoh, Anda dapat mengurangi dan me nambahkan sesuai dengan kebutuhan.
Standart Operationg Procedurs
Bagian Kasir Mini Market “Ada Saja”
- Kasir siap antara 15-30 menit sebelum toko/minimarket buka Memeriksa modal awal toko dan ketersediaan uang receh untuk kembalian.
- Jika tidak ada segera melapor ke supervisor
- Minimal 30 menit sebelum shift berakhir, kasir harus mempersiap kan proses penutupan shift dan menyerahkan pada petugas shift berikutnya.
- Ketika melakukan transaksi pastikan uang yang diterima adalah asli. Biasanya di meja kasir tersedia alat untuk. asli atau palsu. endeteksi uang
- Ketika pembeli membayar, Anda sebutkan jumlah total belanjanya.
- Lalu, ketika membayar sebutkan pula jumlah uang yang dibayarkannya.
- Setelah memberikan kembalian, sebutkan dengan jelas besaran kembalian yang Anda berikan, serahkan struk, dan minta pembeli untuk memeriksa lagi kembalian yang Anda serahkan.
- Mengisi buku stok barang (bisa dibantu oleh pelayan atau karyawan lainnya).
- Menghitung uang hasil penjualan.
- Melakukan clossing dari mesin kasir dan menyerahkan tanggung jawab mesin kasir ke shift berikutnya.
- Menyerahkan uang hasil penjualan ke safedeposit box dan menyerahkannya ke supervisor.
- Menyusun laporan keuangan dan penjualan
- Meninggalkan minimarket setelah semua selesai dikerjakan.
Pada sebuah minimarket, biasanya membutuhkan sup plier yang memasok barang-barang. Apabila minimarket An da menyediakan berbagai kebutuhan rumah tangga, tentu ada banyak supplier yang datang untuk memasok kebutuhan mini market. Ada beberapa tahapan yang dilalui untuk prosedur pemesanan barang. Antara lain:
- Order dari toko untuk stok barang yang menipis.
- Bagian order di gudang melakukan order ke supplier.
- Supplier mengirim barang ke toko.
- Â Bagian penerimaan barang menerima barang dan melakukan pengecekan.
- Input stok barang dan barcode.
- Memasang barang di rak.
- Menuliskannya di buku stok.
Usahakan tempat pengiriman barang berbeda dengan pelayanan barang, sehingga tidak terlihat penuh dan dapat dibedakan mana supplier dan mana pembeli. Hal lain yang perlu di atur selain proses pengiriman barang adalah proses pembayaran barang kepada supplier Biasanya sistem konsinyasi ini berlaku satu bulan setelah pengiriman barang. Setelah satu bulan, supplier dapat mela kukan pengecekan terhadap barang yang dikirim sebelumya baru setelah itu dilakukan penagihan. Di sinilah pentingnya ada cek stok barang secara berkala, untuk memudahkan supplier ketika melakukan penagihan. Jika perlu setiap supplier dibe rikan satu buku stok untuk mengetahui sisa barang yang ada dan mempermudah ketika melakukan order barang.
Anda dapat merinci proses penagihan yang dilakukan oleh supplier. Misal tahapan-tahapannya adalah sebagai berikut:
1 Penagihan dilakukan satu bulan setelah pengiriman.
2 Proses penagihan dilakukan pada pukul 08.00-12.00.
3 Cek sisa barang dan menuliskan jumlah retur.
4 Setelah itu, laporkan pada bagian penagihan untuk menghitung jumlah tagihan.
5 Tugaskan bagian kasir untuk melakukan pembayaran, se baiknya dipisahkan antara kasir penagihan supplier de ngan kasir pembeli.
6.Pembayaran kepada supplier.
Prosedur di atas merupakan contoh-contoh penerapan SOP pada minimarket. Contoh di atas adalah contoh paling sederhana yang bisa Anda jadikan referensi. Sekali lagi, contoh-contoh tersebut bukan hal yang mutlak Anda dapat menyesuaikan dengan kebutuhan usaha. Apa saja yang sekiranya perlu tambahkan saja, demikian pula sebaliknya apa saja yang tidak perlu Anda dapat menghapusnya.
SOP pada Marketing
Selain contoh penerapan SOP pada minimarket seperti tersebut di atas, ada juga SOP yang mengatur pada bagian marketing. Pada bagian ini akan diuraikan secara general bagaimana SOP marketing atau pemasaran untuk sebuah usaha. Setiap usaha memiliki cara pemasaran yang berbeda-beda. Pada sebuah usaha, marketing atau pemasaran menjadi sesuatu yang pen ting karena di tangan mereka lah usaha ini dikenal orang. Stra tegi marketing yang dapat dilakukan misalnya:
- Mengenakan seragam dan atribut yang terkait dengan usaha. Seragam ini wajib dikenakan sebagai bagian dari promosi dan menumbuhkan rasa bangga bagi para kar yawan.
- Karyawan mempromosikan usaha kepada orang-orang terdekat. Misal keluarga, teman, dan tetangga. Memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Pela yanan terbaik akan membuat pelanggan merasa nyaman dan aman ketika datang ke tempat usaha Anda.
Baca Juga APLIKASI FORMAT SOP DALAM USAHA – Bag. 1
Baca Juga APLIKASI FORMAT SOP DALAM USAHA – Bag. 2
Baca Juga APLIKASI FORMAT SOP DALAM USAHA – Bag. 3
Baca Juga APLIKASI FORMAT SOP DALAM USAHA – Bag. 4
Baca Juga APLIKASI FORMAT SOP DALAM USAHA – Bag. 6
Sumber Strategi Pintar Menyusun SOP Endah Nur fatimah,dkk,2015




