Bagaimana cara mengoreksi laporan keuangan? Mengapa terjadi kesalahan dalam laporan keuangan? Apakah setiap kesalahan harus diperbaiki?
Kesalahan sering terjadi dalam segala hal, termasuk laporan keuangan. Kesalahan yang muncul dalam proses penyusunan laporan keuangan harus diperbaiki, tujuannya agar pembukuan sesuai dengan keadaan sebenarnya, sehingga informasinya siap dan menjadi dasar pengambilan keputusan yang bebas dari kesalahan. Berikut ini jenis dan dampak kesalahan laporan keuangan.
Jenis Kesalahan dalam Laporan Keuangan
- Kesalahan disengaja
Kesalahan dalam pencatatan dapat terjadi secara sengaja maupun tidak sengaja.
- Keinginan untuk menghindari pajak,
- membuat laporan keuangan yang menguntungkan untuk mempengaruhi harga pasar sekuritas perusahaan,
- untuk mempengaruhi pandangan beberapa institusi seperti bank, untuk menyembunyikan penipuan di perusahaan seperti pencurian uang,
- persediaan barang.
Jika kesalahan terjadi atas kebijaksanaan manajemen perusahaan, akan sulit bagi sistem dan prosedur akuntansi formal untuk mencegahnya.
- Kesalahan tidak disengaja
Kesalahan penagihan yang tidak disengaja dapat terjadi sebagai akibat dari kesalahan pencatatan. Kesalahan tersebut antara lain
- Kesalahan membukukan ke rekening yang lain.
- Kesalahan mencatat jumlah dan penjumlahan baik footing maupun cross footing.
- Kesalahan dalam membedakan antara pengeluaran modal dan pengeluaran hasil.
- Barang sisa yang hilang tidak dihitung.
Kesalahan yang tidak disengaja ini dapat dihindari seminimal mungkin jika dibuat sistem akuntansi yang baik. Selain itu, untuk mencegah kesalahan tersebut biasanya dilakukan audit internal oleh karyawan perusahaan. .
Dampak kesalahan laporan keuangan
Kesalahan yang terjadi bisa saja hanya neraca atau bisa hanya laporan laba rugi, selain itu juga bisa mempengaruhi keduanya, baik neraca maupun lapora laba rugi.
Ketika kesalahan tersebut terjadi, hasil perhitungan salah selama dua periode berturut-turut menjadi salah. Neraca musim pertama salah, tetapi keseimbangan musim berikutnya telah terkoreksi sendiri.
Contoh dari kesalahan tersebut adalah kesalahan inventaris. Kesalahan pengajuan biaya dan penyesuaian pendapatan serta kesalahan pengajuan uang muka dan penyesuaian pendapatan diterima di muka.
Penyesuaian ini diakui pada periode dimana kesalahan ditemukan dan tercermin dalam laporan keuangan periode tersebut sebagai penyesuaian terhadap saldo awal akun pendapatan yang belum dibagikan.
Jika laporan keuangan dibuat dengan membandingkan tahun-tahun sebelumnya, maka laporan keuangan periode sebelumnya harus diperbaiki.
Cara mengatasi kesalahan laporan keuangan
Jurnal koreksi salah catat yang dibuat untuk membetulkan kesalahan – kesalahan akan tergantung pada bentuk laporan laba rugi yang disusun.
Jika akun laba rugi disiapkan secara sekaligus, yaitu. semua faktor yang mempengaruhi perhitungan laba rugi dicatat dalam laporan laba rugi, maka jurnal penyesuaian dicatat dalam rekening nominal.
Jika laporan laba rugi disusun dengan menggunakan metode laba rugi saat ini, yaitu laporan laba rugi hanya menunjukkan transaksi-transaksi yang sering terjadi selama periode tersebut, maka penyesuaiannya akan diakui dalam akun laba tak terbagi dan dilaporkan dalam laporan laba rugi tak terbagi.
Untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam laporan keuangan dan cara mengoreksi laporan keuangan, maka perlu dikembangkan Standard Operating Procedure (SOP) dan sistem akuntansi dengan langkah-langkah yang saling mengontrol untuk membatasi kesalahan yang terjadi sampai pada tingkat yang serendah mungkin. Seperti SOP Keuangan yang terdapat pada Ruang SOP,karena Keuangan perlu disusun secara sistematis agar tidak sampai berujung pada buruk bagi perusahaan.
Laporan keuangan bukanlah kitab suci tanpa kesalahan. Laporan keuangan disusun oleh orang-orang, dan tidak ada orang sempurna yang 100% benar tanpa kesalahan atau kelalaian. Dengan demikian, kemungkinan kesalahan atas laporan keuangan dapat terjadi kapan saja.




