Selisih nilai akun persediaan bukanlah kasus baru dalam bisnis. Apalagi jika masih menggunakan sistem manual untuk mengelola persediaan di gudang. Ketika selisih seperti itu terjadi, laporan selisih penjualan persediaan sering diperlukan, dan Anda perlu mengetahui cara menemukan selisih penjualan tersebut. Namun jika Anda tidak tahu cara mencari selisih penjualan, jangan khawatir. Karena kami akan memberikan cara untuk mengetahui selisih penjualan untuk usaha Anda dengan melihat jumlah persediaan yang ada. Berikut cara mencari selisih penjualan yang bisa Anda gunakan.
Cara Mencari Selisih Penjualan
- Metode Ikhtisar Laba atau Rugi
Misalnya, PT. X mencatat saldo awal pada akun persediaan bulan Januari sebesar Rp 27 juta. Namun, setelah dilakukan stock opname, ternyata jumlah persediaannya adalah senilai 30 juta rupiah. Nah cara mencatat dalam jurnal persediaan berupa laporan selisih penjualan sebagai berikut :
Ikhtisar Laba atau Rugi = Rp27.000.000
Persediaan = Rp27.000.000
Persediaan= Rp30.000.000
Ikhtisar Laba atau Rugi = Rp30.000.000
- Metode Harga Pokok Penjualan
Metode ini memiliki jurnal yang lebih panjang dari metode sebelumnya. Mengapa? karena laporan selisih penjualan persediaan menggunakan penyesuaian HPP yang jauh lebih detail. Misalnya, persediaan awal PT. X adalah Rp 15.000.000. Lalu ada pembelian barang senilai Rp 3.000.000 dengan ongkos kirim Rp 250.000. Maka persediaan pada akhir bulan hanya menunjukkan persediaan sebesar Rp 13.000.000.
Jadi bagaimana Anda mencatatnya dalam jurnal penyesuaian sebagai laporan perbedaan persediaan?
HPP = Rp 15.000.000
Persediaan = Rp 15.000.000
HPP = Rp 3.000.000
Pembelian = Rp 3.000.000
HPP = Rp 250.000
Beban Angkut Pembelian = Rp 250.000
Persediaan = Rp 13.000.000
HPP = Rp 13.000.000
Penyebab Selisih
- Kurang atau Tidak Adanya Pengecekan Fisik (Stock Opname)
Pada dasarnya, ada metode pencatatan persediaan yang tidak memerlukan persediaan. Meski begitu, Anda tetap harus menjadwalkan perhitungan fisik secara berkala. Hal ini sangat penting karena kondisi barang tidak selamanya baik. Mungkin ada barang yang hilang, rusak dan tidak terjual.
- Sistem Manual
Jika bisnis masih mengandalkan sistem yang serba manual, kemungkinan laporan selisih penjualan persediaan perlu dilakukan secara rutin. Karyawan Anda mungkin tidak dalam kondisi terbaik untuk memeriksa aset fisik barang sehingga mereka tidak fokus. Mungkin juga karyawan Anda bersikeras memanipulasi perhitungan fisik.
- Pencatatan yang Salah
Titik ini dapat terjadi saat barang diimpor, diekspor, dan disimpan. Selisih yang terekam jelas akan menunjukkan selisihnya saat perhitungan dilakukan.
Solusi Penyebab Selisih
- Menjadwalkan Stock Opname Secara Berkala
Perusahaan masih harus merencanakan persediaan secara periodik untuk mengetahui kondisi barang secara berkala. Jika memang ada kerusakan dll, laporan selisih penjualan persediaan dapat segera dibuat.
- Menggunakan SOP
Dalam SOP yang baik akan diatur bagaimana pekerjaan itu dilakukan, siapa yang melakukannya, siapa yang bertanggung jawab, siapa yang menyetujuinya, kapan mengerjakannya, dokumen apa yang harus disiapkan, dll. SOP akuntansi dapat Anda gunakan karena merupakan standar atau acuan dalam bidang akuntansi termasuk kegiatan pembukuan atau pencatatan. Anda bisa mendapatkan Contoh SOP Accounting pada laman Ruang SOP.
- Lokasi Barang Mudah Dijangkau
Pastikan lokasi barang di gudang mudah dijangkau agar proses pemeriksaan tidak terhambat. Dan Anda juga bisa menggunakan satuan terkecil untuk menghitung barang untuk meminimalisir kesalahan. Anda juga bisa membuat kartu gudang setiap barang untuk memudahkan proses impor dan pengecekan barang.
Demikian artikel mengenai cara mencari selisih penjualan yang bisa Anda gunakan dan penyebab selisih dengan solusinya. Mengelola produk dalam stok bukanlah hal yang mudah. Akan selalu ada masalah selisih perhitungan. Untuk dapat mengantisipasi hal tersebut, Anda perlu mengetahui apa saja penyebab terjadinya selisih penjualan dan persediaan.




