Aset perusahaan adalah komponen penting dari operasi perusahaan. Berkat keberadaan aset, pemilik bisnis dapat terus beroperasi. Aset adalah istilah yang dapat dipahami dalam banyak arti dan dibedakan menurut materi pelajarannya. Untuk pengertian yang pertama kita ambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, dalam KBBI mengandung harta benda yaitu kekayaan berupa uang atau benda berwujud lainnya. Oleh karena itu, definisi menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dapat dijadikan pedoman. IAI mendefinisikan aset perusahaan sebagai sumber daya yang dikendalikan oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan yang menyebabkan terjadinya manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan akan menguntungkan bisnis. Oleh karena itu, jenis-jenis aset perusahaan perlu diidentifikasi agar dapat dikelola dengan baik dan tepat. Berikut jenis-jenis aset perusahaan yang perlu Anda ketahui.
Jenis-Jenis Aset Perusahaan
Secara umum, jenis aset perusahaan dibagi menjadi dua, yaitu aset lancar dan aset tidak lancar. Berikut penjelasan lengkapnya:
- Aset Lancar
Aset lancar adalah salah satu jenis aset yang paling likuid. Dengan kata lain, aset ini adalah yang termudah dan tercepat untuk dikonversi menjadi uang tunai. Aset lancar memiliki umur atau siklus dan manfaat yang relatif singkat. Biasanya, siklus perputaran aset saat ini adalah satu tahun atau dalam siklus bisnis normal. Karena perputaran aset yang cepat, manfaat aset lancar juga tergolong cepat habis. Namun, setelah habis, aset ini akan diganti dengan aset atau kepemilikan lain. Situasi ini berlanjut hingga akhir periode. Contoh aktiva lancar yang mudah kita temukan adalah investasi jangka pendek, kas, piutang, peralatan, persediaan, piutang, biaya dibayar di muka dan piutang.
- Aset Tidak Lancar
Aset tidak lancar memiliki karakteristik yang berbeda dengan aset lancar. Kelas aset ini memiliki siklus dan masa manfaat lebih dari satu tahun. Selain itu, aset tidak lancar dipecah menjadi tiga sebagai berikut:
a. Aset Tetap
Sering disebut sebagai aset tetap berwujud, aset tetap adalah aset yang memiliki bentuk fisik. Jenis aset ini digunakan untuk mendukung kegiatan produksi atau operasi. Oleh karena itu, perusahaan akan terus mempertahankan aset tersebut. Namun, jika properti tersebut telah kehabisan nilai guna dan umur manfaatnya, pemilik bisnis juga dapat melepasnya. Bahkan, jika karena alasan tertentu, aset tetap juga bisa dijual. Contoh aset tetap adalah mesin, tanah, gedung, dan kendaraan.
b. Aset Tidak Berwujud
Selain aset tetap, dalam jenis aset tidak tetap juga mencakup aset tidak berwujud. Jenis aset ini adalah aset yang tidak terlihat atau terlihat tetapi memiliki nilai dan manfaat bagi bisnis itu sendiri. Untuk beberapa contoh aset tidak berwujud yaitu hak paten, hak guna bangunan, goodwill, hak sewa, dan lain-lain.
c. Investasi Jangka Panjang
Investasi jangka panjang dapat dimasukkan dalam aset tidak tetap. Hal ini dimungkinkan karena investasi ditujukan untuk memperoleh keuntungan berupa pertumbuhan ekonomi. Akibatnya, investasi jangka panjang yang telah dilakukan di masa lalu atau di masa depan termasuk dalam aset bisnis. Misalnya, perusahaan A berinvestasi di perusahaan B, perusahaan A harus selalu mencatat aset sebagai investasi ini di neraca yang dimilikinya.
Demikian artikel mengenai jenis-jenis aset perusahaan yang perlu Anda ketahui. Aset perusahaan harus dikelola sebaik mungkin karena dapat bermanfaat sekaligus membantu bisnis mencapai tujuannya. Secara umum, sebuah perusahaan dapat memperoleh beberapa keuntungan jika dapat memaksimalkan asetnya.




