Ketiga, syarat – syarat perencanaan SDM yaitu harus mengetahui secara jelas masalah yang akan direncanakannya, mampu mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang SDM, mempunyai pengalaman luas tentang job analysis, perusahaan dan situasi persediaan SDM, mampu membaca situasi SDM masa kini dan masa mendatang, mampu memperkirakan peningkatan SDM dan teknologi masa depan, dan mengetahui secara luas peraturan dan kebijaksanaan perburuhan pemerintah.
Keempat, proses perencanaan SDM. Strategi SDM adalah alat yang digunakan untuk membantu perusahaan untuk mengantisipasi dan mengatur penawaran dan permintaan SDM. Strategi SDM ini memberikan arah secara keseluruhan mengenai bagaimana kegiatan SDM akan dikembangkan dan dikelola. Pengembangan rencana SDM merupakan rencana jangka panjang. Contohnya, dalam perencanaan SDM suatu perusahaan harus mempertimbangkan alokasi orang orang pada tugasnya untuk jangka panjang tidak hanya enam bulan kedepan atau hanya untuk tahun kedepan. Alokasi ini membutuhkan pengetahuan untuk dapat meramal kemungkinan apa yang akan terjadi kelak seperti perluasan, pengurangan pengoperasian, dan perubahan teknologi yang dapat mempengarui perusahaan tersebut.
Kelima, prosedur perencanaan SDM dengan menetapkan secara jelas kualitas dan kuantitas SDM yang dibutuhkan, mengumpulkan data dan informasi tentang SDM, mengelompokkan data dan informasi serta menganalisisnya, menetapkan beberapa alternative, memilih yang terbaik dari alternative yang ada menjadi rencana, menginformasikan rencana kepada para karyawan untuk direalisasikan.
Metode perencanaan SDM dikenal atas metode non ilmiah dan metode ilmiah. Metode non ilmiah diartikan bahwa perencanaan SDM hanya didasarkan atas pengalaman, imajinasi, dan perkiraan-perkiraan dari perencanaanya saja. Rencana SDM semacam ini risikonya cukup besar, misalnya kualitas dan kuantitas tenaga kerja tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Akibatnya timbul mismanajemen dan pemborosan yang merugikan perusahaan.
Metode ilmiah diartikan bahwa PSDM dilakukan berdasarkan atas hasil analisis dari data, informasi, dan peramalan (forecasting) dari perencananya. Rencana SDM semacam ini risikonya relative kecil karena segala sesuatunya telah diperhitungkan terlebih dahulu.
Jika perencanaan SDM dilakukan dengan baik, akan diperoleh keuntungan-keuntungan sebagai berikut:
1.Manajemen puncak memiliki pandangan yang lebih baik terhadap dimensi SDM atau terhadap keputusankeputusan bisnisnya.
2.Biaya SDM menjadi lebih kecil karena manajemen dapat mengantisipasi ketidakseimbangan sebelum terjadi hal-hal yang dibayangkan sebelumnya yang lebih besar biayanya.
3.Tersedianya lebih banyak waktu untuk menempatkan yang berbakat karena kebutuhan dapat diantisipasi dan diketahui sebelum jumlah tenaga kerja yang sebenarnya dibutuhkan.
4.Adanya kesempatan yang lebih baik untuk melibatkan wanita dan golongan minoritas didalam rencana masa yang akan datang
5.Pengembangan para manajer dapat dilaksanakan dengan lebih baik.
Semua kegiatan perencanaan pada dasarnya melalui 4 tahapan. Tahap pertama, menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan. Perencanaan dimulai dengan keputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan perusahaan atau kelompok kerja. Tanpa rumusan tujuan yang jelas.perusahaan akan menggunakan sumber daya sumberdayanya secara tidak efektif Kedua, merumuskan keadaan saat ini. Pemahaman akan posisi perusahaan sekarang dari tujuan yang hendak di capa atau sumber daya-sumber daya yang tersedia untuk pencapaian tujuan adalah sangat penting, karena tujuan dan rencana menyangkut waktu yang akan datang. Hanya setelah keadaan perusahaan saat ini dianalisa, rencanadapat dirumuskan untuk menggambarkan rencana kegiatan lebih lanjut. Tahap kedua ini memerlukan informasi-terutama keuangan dan data statistik yang didapat melaluikomunikasi dalam perusahaan Ketiga, mengidentifikasi segala kemudahan dan hambaten Segala kekuatan dankelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu diidentifikasikan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor lingkungan intren dan ekstern yang dapat membantu perusahaan mencapai tujuannya, atau yang mungkin menimbulkan masalah. Walau pun sulit dilakukan, antisipasi keadaan, masalah, dan kesempatan serta ancaman yang mungkin terjadi di waktu mendatang adalahbagian esensi dari proses perencanaan. Dan keempat, Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan Tahap terakhir dalam proses perencanaan meliputi pengembangan berbagaialternatif kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian alternatif-alternatif tersebut dan pemilihan alternatif terbaik (paling memuaskan) diantara berbagai alternatif yang ada.
Menurut M.T.E Hariandja, langkah-langkah perencanaan SDM adalah sesuai dengan fungsinya untuk membantu perusahaan dalam mencapai tujuannya dari aspek sumber daya manusia, sebagaimana disinggung di atas, dan fokus perhatian sumber daya manusia ditunjukkan pada proses peramalan dan penentuan kebutuhan SDM di masa depan, maka proses penentuan tersebut dilakukan melalui langkah-langkah berupa analisis beberapa faktor penyebab perubahan kebutuhan sumber daya manusia, peramalan kebutuhan sumber daya manusia, penetuan kebutuhan sumber daya manusia di masa yang akan datang, analisis ketersediaan (supply) sumber daya manusia dan kemampuan perusahaan, serta penentuan dan implementasi program.
Dalam hal peramalan (forecasting) menggunakan informasi masa lalu dan saat ini untuk mengidentifikasi kondisi masa depan yang diharapkan. Proyeksi untuk masa yang akan datang tentu saja ada unsur ketidaktepatan. Basanya orang yang berpengalaman mampu meramal cukup akurat terhadap benefit perusahaan dalam rencana jangka panjang. Pendekatan-pendekatan untuk meramal SDM dapat dimulai dari perkiraan terbaik dari para manajer sampai pada simulasi komputer yang rumit. Asumsi yang sederhana mungkin cukup untuk jarak tertentu, tetapi jarak yang rumit akan diperlukan untuk yang lain.
Baca Juga PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA – Bag.1
Baca Juga PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA – Bag.2
Baca Juga PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA – Bag.4
Baca Juga PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA – Bag.5
Baca Juga PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA – Bag.6
Baca Juga PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA – Bag.7
Baca Juga PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA – Bag.8
Sumber Manajemen Suber Daya Manusia Di Era Revolusi Industri 4.0 Dr Sitti Nurbaya S.pd,MM,2020




