Pembuatan SOP di setiap perusahaan menurut bidang usahanya ditentukan berdasarkan departemen yang ada di perusahaan tersebut. Perusahaan manufaktur merupakan bidang usaha yang cakupannya besar, tentu didukung oleh tim yang kompeten pada bidangnya masing-masing. Mereka memiliki sumber daya manusia pada masing-masing posisipenting, seperti:
1.Departemen Human Resource Development (HRD) & General Affair (GA)
Kinerja HRD dan GA adalah membawahi semua aktivitas yang berhubungan dengan kepegawaian dan kegiatan umum lainnya yang bertujuan untuk menunjang aktivitas perusahaan. Pada setiap perusahaan, departemen ini akan dipimpin oleh satu penanggung jawab yang sama.
Poin-poin SOP umum yang ada di departemen HRD dan GA antara lain:
Prosedur Absensi Karyawan
Prosedur Klaim Pengobatan
Prosedur Penggajian
Prosedur Pengiriman Dokumen Prosedur Perawatan Inventaris Kantor
Prosedur Perjalanan Dinas
2.Departemen Finance & Accounting (FA)
Departemen finance & accounting bertugas membantu perusahaan dalam hal keuangan dan pencatatan pembukuan perusahaan.
Poin-poin SOP umum yang ada di departemen FA antara lain:
Prosedur Pembayaran
Prosedur Penerimaan Prosedur Pengelolaan Kas Kecil
Prosedur Pinjaman
3.Departemen Marketing
Departemen marketing memiliki peran yang sangat vital dalam sebuah perusahaan yang berorientasi profit. Marketing berperan sebagai ujung tombak perusahaan dalam memasarkan hasil produksinya.
Poin poin SOP umum yang ada di departemen
Marketing antara lain:
Prosedur Promosi
Prosedur Pencarian calon Pembeli yang Prospektif
Prosedur Distribusi
Prosedur Klaim
Prosedur Service after Sales
Prosedur Penagihan
4.Departemen Purchasing
Peranan departemen purchasing membantu perusahaan dalam pengadaan kebutuhan barang di mana barang-barang yang didatangkan tersebut bisa digunakan untuk aktivitas produksi, juga administrasi perusahaan.
Poin-poin SOP umum yang ada di departemen Purchasing antara lain:
Prosedur Pemesanan Barang
Prosedur Penerimaan Barang
Prosedur Permintaan Kebutuhan Barang/Material
5.Departemen Produksi
Departemen produksi juga merupakan salah satu divisi terpenting di dalam sebuah perusahaan. Semua aktivitas pengolahan material (bahan produksi) hingga produk siap dipasarkan merupakan tugas dan tanggung jawab dari departemen produksi.
Poin poin SOP umum yang ada di departemen
Produksi antara lain:
Prosedur Penerimaan Raw Material
Prosedur Pengeluaran Finish Good
Prosedur Pengolahan/ Produksi
Prosedur Penyimpanan
Prosedur Quality Control
*Prinsip-prinsip penyusunan SOP perusahaan bagi perusahaan manufaktur
Sistem Kuantifikasi Produksi.
Sistem ini penting bagi perusahaan karena membantu dalam menetapkan sistem operasional produksi. Mulai dari perhitungan kapasitas mesin hingga kapasitas operasional kemampuan manusia dalam melakukan proses realisasi produksi.
Sistem Perencanaan.
Bagaimana proses perencanaan harus dijalankan. penetapan standar waktu, serta persediaan barang, harus sejalan dengan proses tahapan produksi dengan perencanaan yang matang.
Sistem Penetapan Kualitas.
Menetapkan kualitas yang bagus adalah wajib hukumnya dalam perusahaan yang menjalankan sistem dengan berbasiskan manajemen manufaktur Penatapan kualitas pada beberapa perusahaan dijalankan dengan melakukan rises dan analisis kebutuhan pasar
Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Kemampuan mengembangkan sumber daya manusia mutlak diperlukan pengembangan SDM dapat mening katkan nilai produktifitas.
Sistem Proses Penyusunan Laporan Kerja. Bagaimana proses penetapan laporan kerja terkait dengan produksi itu sangat penting.
*Asas-asas penyusunan SOP perusahaan manufaktur
Asas Pembakuan.
SOP disusun berdasarkan tata cara dan bentuk yang telah dibakukan sehingga dapat menjadi acuan yang standar atau baku dalam melakukan suatu pekerjaan.
Asas Pertanggungjawaban.
SOP yang disusun harus dapat dipertanggungjawabkan baik dari sisi isi, bentuk, prosedur, standar dan sisi keabsahannya.
Asas Kepastian.
Maksudnya adalah adanya keseimbangan hak dan masing-masing pihak mempunyai tanggung jawab yang
Asas Keterkaitan.
Dalam pelaksanaannya, SOP senantiasa terkait dengan administrasi kegiatan umum lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Asas Kecepatan dan Kelancaran.
Karena SOP berfungsi sebagai pendukung dalam me laksanakan tugas, maka harus dapat digunakan untuk menjamin terselesaikannya suatu tugas pekerjaan dengan tepat waktu dan tepat sasaran, serta menjamin kemudahan dan kelancaran proses kerja.
Asas Keamanan.
SOP harus dapat menjamin kepentingan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan tugas sesuai dengan apa yang telah ditetapkan, sehingga dapat tercipta kenyamanan dalam pelaksanaan tugas.
Asas Keterbukaan.
Keberadaan SOP dapat menciptakan transparansi dalam pelaksanaan tugas sehingga tidak akan muncul kecurigaan baik dari aparatur sebagai pemberi layanan. maupun masyarakat sebagai penerima layanan.
Baca Juga Prinsip Peyusunan Standard Operating Procedures (SOP) – Bag 1
Sumber Langkah-Langkah Efektif Menyusun SOP Armina P,dkk,2016




