Batasan.
Bagian ini berupa persyaratan yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan SOP.
Prosedur.
Bagian ini berupa urutan langkah-langkah pelaksa naan kegiatan. Kalimat dalam langkah-langkah kegiatan biasa nya diawali dengan nama unit kerja sebagai subjek dan diikuti dengan kata kerja aktif.
Dokumen.
Bagian ini berupa dokumen Sistem Tata Kerja yang terkait, formulir yang relevan dengan SOP yang sedang ditulis, atau bentuk rekaman yang menjadi bukti pelaksanaan SOP Indikator keberhasilan. Bagian ini berupa jenis dan kualitas input proses, waktu penyelesaia per satu rangkaian proses atau siklus SOP, atau jenis, kualitas, dan jumlah output proses yang diinginkan. .
Lampiran.
Bagian ini biasanya terdiri dari diagram alir dan do kumen terkait lainnya, seperti blangko formulir yang digunakan pada SOP, contoh surat terkait SOP dan lain-lain.
Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menyusun SOP Format Narasi
Karena formatnya berupa narasi, SOP jenis ini utamanya meng gunakan media bahasa. Oleh sebab itu, keefektifan dalam berbahasa sangat diperlukan agar SOP mudah dipahami dan dilaksanakan oleh penggunanya. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyusun SOP format narasi yaitu sebagai berikut:
Buatlah narasi dalam bentuk kalimat perintah aktif yang meng gunakan kata kerja. Struktur kalimat yang disarankan ialah Subjek, Kata Kerja (Predikat), Objek, dan Keterangan, sehingga terlihat unit kerja yang memiliki kewajiban menjalankan kegi atan dalam narasi itu.
Buatlah kalimat yang singkat dan praktis agar lebih mudah dipahami. Gunakan istilah-istilah yang bersifat umum dan kosakata yang sederhana.
Hindari kalimat yang berlebihan, terlalu berbunga-bunga dan berbusa-busa. Hindari juga kalimat-kalimat yang menimbul kan makna ganda atau berpotensi salah tafsir
Hindari penggunaan kalimat dalam bentuk negatif. Misalnya, penggunaan kata “hindari”, “tidak”, “jangan”, “bukan, dan sebagai nya. SOP yang ditulis dalam kalimat-kalimat negatif terkesan menu duh pembacanya sebagai orang-orang yang sangat tidak patuh dan bodoh. Namun, penelitian menunjukkan bahwa manusia memil iki kecenderungan mengabaikan kata-kata negatif tersebut. Pun demikian, akan lebih baik jika kalimat negatif diubah menjadi ben tuk positif Misalnya, “Jangan ngebut!” diganti menjadi Jalan pelan pelan.
Baca Juga RAGAM FORMAT SOP – Bag. 1
Baca Juga RAGAM FORMAT SOP – Bag. 2
Baca Juga RAGAM FORMAT SOP – Bag. 3
Baca Juga RAGAM FORMAT SOP – Bag. 4
Sumber Strategi Pintar Menyusun SOP Endah Nur Fatimah,dkk,2015




