Saya menyarankan kepada manajemen hotel itu untuk membenahi SOP-nya dengan cara yang amat sederhana, yakni menambah rompi fluorescent (berwarna hijau atau oranye terang, dapat bersinar jika terkena lampu, seperti yang dipakai petugas parkir atau polisi lalu lintas itu). Rompi itu dipakai security pada saat menyeberangkan mobil tamu ke jalan raya. Orang yang menggunakan rompi itu terlihat sangat mencolok dari jarak 50 meter, sehingga bisa meminimalir risiko. Tentu saja biaya yang dibutuhkan tidaklah mahal, dibandingkan dengan biaya rumah sakit untuk pengobatan security yang tertabrak truk tersebut. Anehnya, sampai buku ini ditulis, beberapa hotel yang saya beri saran seperti itu belum juga memberikan rompi fluorescent kepada para security-nya. Saya perkirakan, mereka akan terus dirugikan oleh risiko yang terjadi itu. Celakanya, jika yang tertabrak adalah tamu hotel. Bisa menjadi promosi negatif yang sangat merugikan.
Anda bisa bayangkan kan? Betapa sulitnya menyusun SOP itu. Anda memiliki hotel baru, tidak begitu saja bisa menerapkan SOP hotel bintang lima yang Anda beli dari pedagang SOP atau penyusun SOP yang tidak berkompeten. Untuk menyusun SOP parkir di horel Anda saja butuh survei beberapa hari. Beda layout tempat parkir, beda pula risikonya.. Otomatis beda pula SOP-nya.
Sampai disini, coba cermati kembali SOP yang diterapkan di perusahaan Anda. Sudahkah SOP itu produktif? Atau masih sekadar sebagai protap (prosedur tetap), juklak (petunjuk pelaksanaan), atau juknis (petunjuk teknis) belaka? Banyak orang tidak menyadari bahwa efek buruk SOP adalah menghambat kemajuan perusahaan. Para motivator atau konsultan bisnis kurang pengalaman selalu menggembar-gemborkan keunggulan mengoperasikan perusahaan menggunakan SOP Saya tidak pernah mendengar ada motivator atau konsultan bisnis yang justru membuka borok SOP Padahal SOP sebagai buatan manusia juga memiliki kelemahan, salah satunya menghambat kemajuan perusahaan itu.
Belum tentu! Pelaksana SOP adalah para karyawan dan pimpinan perusahaan. Mereka ini harus produktif lebih dulu sebelum menerapkan SOP-nya. Sudah saya ungkapkan mengapa ketika SOP diterapkan, risikonya sebagian karyawan mengundurkan diri. Karyawan-karyawan itulah yang gagal memenuhi unsur produktivitas dalam dirinya.
Jadi, meskipun SOP-nya seproduktif apapun, sepanjang kar yawan dan pimpinan perusahaannya tidak menganut prinsip produktivitas, SOP tersebut tidak otomatis membuat perusahaan menjadi produktif. Penyusun SOP yang berkompeten biasanya akan membantu pemilik atau pimpinan perusahaan menanamkan nilai nilai produktivitas ini terlebih dahulu kepada seluruh karyawan sebelum ia menyusun dan menerapkan SOP-nya.
Baca juga SOP Tidak Produktif – Bag. 1
Sumber MATINYA PERUSAHAAN GARA GARA S.O.P Suryono Ekotama,2018




