Tentu saja, setiap perusahaan memiliki tipe karakter karyawan yang berbeda. Ada yang pekerja keras, inovatif, bertanggung jawab, dan lain sebagainya. Namun pernahkah Anda menjumpai karyawan yang tidak produktif atau kurang produktif? Banyak orang menyebut karyawan yang tidak produktif sebagai karyawan yang malas atau karyawan yang memiliki kinerja buruk.
Kinerja buruk didefinisikan sebagai ketidakmampuan karyawan dalam melakukan tugas yang diberikan oleh pimpinan perusahaan. Hal ini juga dapat ditafsirkan sebagai ketidakpatuhan terhadap kebijakan kerja yang ditetapkan, perilaku kerja yang tidak menyenangkan atau perilaku kerja negatif yang mempengaruhi karyawan lain.
Jadi apa yang akan Anda lakukan dengan karyawan yang memiliki karakter demikian? Apakah Anda memberinya peringatan atau langsung memecatnya? Jika Anda memecatnya, maka Anda harus mencari penggantinya dengan melakukan rekrutmen. Hal itu tentu akan sangat merepotkan. Jadi, apa solusi yang tepat? Berikut penjelasan selengkapnya.
Tips Menghadapi Karyawan Kinerja Buruk
Berikut adalah beberapa tips sederhana untuk menghadapi karyawan yang memiliki kinerja buruk.
Berikan Feedback Kepada Karyawan Tersebut
Kinerja yang buruk bukan sepenuhnya kesalahan karyawan. Tanyakan apakah Anda sebagai pimpinan ataupun seorang HRD telah memberikan feedback pada setiap pekerjaan yang dilakukan karyawan? Sangat disarankan kepada Anda untuk memberikan feedback pada setiap pekerjaan yang dilakukan oleh staf. Hal ini dapat mencegah karyawan dari kinerja yang buruk, karena mereka akan menerima saran pada setiap pekerjaan yang mereka lakukan.
Ketika kinerja pegawai kurang baik, sebaiknya segera keluarkan peringatan berupa feedback agar dapat segera dilakukan koreksi. Teguran dalam bentuk feedback adalah teguran yang halus. Setelah memberikan feedback kepada pekerjaan karyawan, Anda juga harus meminta masukan mereka agar komunikasi dapat berjalan secara dua arah.
Memberikan Perhatian Khusus Kepada Mereka
Setelah melakukan penilaian terhadap diri sendiri, coba periksa berapa banyak orang yang memberikan kinerja buruk. Apakah ada banyak karyawan yang berkinerja buruk? Jika demikian, Anda dan perusahaan harus memberikan perhatian khusus. Jika penurunan kinerja dikaitkan dengan kelelahan pada pekerjaan, kemungkinan karyawan lain akan merasakan hal yang sama.
Adakan pertemuan dengan para pemimpin bisnis untuk mengevaluasi budaya kerja di perusahaan. Jangan lupa untuk mengundang karyawan dengan kinerja kurang baik tersebut. Karyawan dapat memberikan saran untuk meningkatkan budaya kerja di perusahaan. Mengadakan rapat seperti ini dapat menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap karyawan.
Mengenali Akar Masalahnya Pada Karyawan Dengan Kinerja yang Buruk
Segala sesuatu terjadi karena suatu alasan, termasuk kinerja buruk karyawan. Sebelum Anda mengembangkan rencana untuk mengubah perilaku karyawan, Anda perlu mengetahui akar penyebab kinerja karyawan yang kurang baik. Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mencari bukti dan data yang menunjukkan bahwa kinerja karyawan tersebut benar-benar buruk. Setelah Anda memiliki bukti, lakukan pendekatan kepada karyawan tersebut dan beritahu mereka bahwa mereka memiliki kinerja yang buruk.
Ketika Anda melakukan pendekatan, Anda harus profesional dan tidak emosional. Berikan bukti untuk mendukung argumen Anda atas kinerjanya. Setelah memberikan bukti, tanyakan apakah dia mengalami kesulitan di tempat kerja atau di luar pekerjaan. Tanyakan apakah dia memiliki masalah pribadi, penyakit, stres, atau bahkan jika dia diganggu oleh rekan kerja.
Tetapkan Tujuan Bersama
Setelah Anda melakukan pendekatan kepada karyawan dan menemukan sumber masalahnya, langkah selanjutnya adalah menetapkan tujuan bersama. Anda perlu menilai apakah target yang telah Anda tetapkan sejauh ini tidak hanya berdasarkan keputusan sepihak. Keputusan sepihak berarti hanya keputusan dari diri Anda sendiri. Sebaiknya ketika menetapkan tujuan untuk suatu tugas atau target, Anda juga harus melibatkan karyawan tersebut, karena karyawan yang melakukannya bukanlah Anda.
Coba tanyakan kepada karyawan mengenai tujuan atau target yang selama ini telah ditetapkan. Kemudian diskusikan bagian mana yang dapat ditingkatkan dan apa yang mereka inginkan. Diskusikan juga apakah mereka membutuhkan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan mereka. Cara ini akan membuat karyawan merasa dihargai daripada marah kepada mereka.
Jika mereka merasa dihargai, mereka akan termotivasi untuk bekerja lebih baik. Setelah Anda dan karyawan menetapkan tujuan bersama, Anda masih perlu melacak dan memantau karyawan tersebut terhadap tujuan yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Lakukan evaluasi kinerja karyawan. Pastikan mereka melakukan pekerjaan dengan benar dan tepat waktu.
Berikan Sanksi yang Tegas Kepada Karyawan Dengan Kinerja yang Buruk
Segala usaha telah Anda lakukan namun hal ini tidak menjamin 100% karyawan Anda akan memberikan kinerja yang baik. Semua upaya untuk mengubah kinerja karyawan Anda dapat berakhir dengan tiga cara, yaitu pertama Anda berhasil mengubah kinerja karyawan menjadi lebih baik. Dua upaya yang Anda lakukan tidak mengubah apa pun, yang berarti tidak ada perubahan dari pihak karyawan.
Ketiga, semua upaya yang Anda lakukan membuat karyawan Anda memiliki kinerja yang semakin buruk. Mengubah kinerja karyawan dari buruk menjadi baik tidaklah mudah karena membutuhkan komitmen dari Anda dan mereka. Jika mereka tidak memiliki keinginan untuk berubah, akan sulit bagi Anda untuk mengubahnya.
Apabila upaya Anda benar-benar tidak membuahkan hasil dan kinerja mereka benar-benar semakin buruk, tidak ada salahnya mengirimkan surat peringatan kepada mereka. Jika upaya dalam bentuk kompromi dan teguran halus tidak berhasil, maka punishment mungkin akan membuat mereka jera.
Nah, itulah beberapa tips untuk menghadapi karyawan yang berkinerja buruk. Mampu mengevaluasi karyawan yang berkinerja buruk menjadi karyawan yang baik dan benar adalah hal yang menyenangkan dan patut dibanggakan. Namun perlu diingat bahwa tidak setiap rencana bisa berjalan mulus. Alangkah baiknya jika Anda juga siap secara mental untuk menerima segala kemungkinan yang menghadang.




