Jika Anda masuk ke toko buku, Anda akan menemui deretan buku pedoman menyusun SOP dari berbagai penulis dan penerbit. Mayoritas cover-nya sangat eye catching, sehingga mudah menarik perhatian Anda. Tapi bagaimana caranya untuk menemukan buku pedoman menyusun atau bajakan? SOP yang asli (orisinil), bukan buku jiplakan atau bajakan.
Ciri-ciri buku pedoman menyusun SOP yang asli (orisinil) adalah:
1.Penulisnya Berkompeten di Bidangnya
- Penulis buku itu memiliki pengalaman atau latar belakang yang sama dengan tema buku yang ditulisnya. Contoh: seorang praktisi bisnis menulis buku pedoman menyusun SOP untuk mengoperasionalkan perusahaan. Pengalaman penulis sebagai praktisi bisnis dapat menjamin kualitas isi bukunya (meskipun tidak mutlak. tergantung seberapa expert pengalamannya dan tujuannya menulis buku tersebut). Pengalaman atau latar belakang penulis ini dapat Anda ketahui dari riwayat hidup penulis yang biasanya dicantumkan di bagian akhir buku.
- Penulis buku itu memiliki latar belakang pendidikan yang memadai untuk menulis buku dengan tema tersebut Contoh: seorang akademisi (dosen) dapat menulis buku pedoman menyusun SOP untuk mahasiswa. Dosen ini dapat mengajarkan tata cara menyusun SOP kepada mahasiswanya, sesuai dengan ilmu dikuasainya dan yang kompetensinya sebagai dosen.
- Penulis buku itu memiliki keahlian tertentu yang sama dengan tema buku yang ditulisnya. Contoh: seorang penyusun SOP yang telah berpengalaman belasan tahun dan telah terbukti dapat menyusun dan menerapkan SOP untuk berbagai perusahaan, dapat menyusun buku pedoman penyusunan SOP untuk perusahaan. Keahliannya menyusun dan menerapkan SOP di berbagai perusahaan itu dapat menjamin kualitas isi bukunya.
Jadi, kompetensi seorang penulis buku itu sangat diperlukan untuk menjamin kualitas isi buku. Apalagi buku ini merupakan buku pedoman penyusunan SOP, yang akan dijadikan panduan oleh ribuan orang untuk menyusun SOP Buku pedoman penyusunan SOP bukanlah jenis buku biasa. Jika pedoman ini salah kaprah kemudian diikuti dan diterapkan oleh para pembaca, SOP yang dihasilkan pun menjadi salah kaprah, tidak bisa diterapkan dan cenderung merugikan.
2.Isinya Minim Cuplikan dari Buku Lain
Buku pedoman penyusunan SOP yang asli (orisinil) minimal 90% isinya adalah hasil olah pikir penulisnya, dan sisanya 10% adalah pendapat atau opini penulis buku lain, yang sengaja dicuplik (bukan dijiplak) untuk memperkuat opininya. Itu pun kalau ada, sebab pendapat orang itu berbeda-beda yang dilatarbelakangi oleh cara pandangnya. Buku pedoman pe nyusunan SOP yang asli (orisinil) itu isinya minim cuplikan dari buku lain karena ide-ide orisinil itu biasanya tidak dipengaruhi opini orang lain, tetapi berasal dari pengalaman pribadi penulisnya. Anda bisa mengenali hal ini dari:
- Sering atau tidaknya penulis buku itu mencuplik isi buku lain yang sejenis. Semakin banyak ia mencuplik isi buku lain. semakin besar kemungkinan ia menjiplak. Mencuplil (mengutip) dan menjiplak itu hanya terpisah setipis kulit bawang. Mencuplik (mengutip) itu hanya satu kalimat atau maksimal satu alinea, itu pun harus ditulis sama persis dengan aslinya dan disertai sumbernya secara lengkap. Menjiplak itu adalah mencuplik yang terlalu banyak, bisa mencapai satu subbab atau bahkan satu bab sekaligus, atau mencuplik yang tidak disertai sumbernya secara lengkap. Saya pernah menemukan buku yang isinya menjiplak satu bab di buku lain sekaligus, tetapi isinya dimodifikasi sedikit sehingga tidak terkesan menjiplak (tetapi tetap terlihat nyata dari kerangka babnya yang sama persis dengan bab di buku lain itu). Jiplakan sering kali tidak menunjukkan sumbernya, karena tujuan menjiplak adalah mengambil buah pikiran orang lain untuk diakuinya menjadi buah pikirannya sendiri. Inilah penulis buku yang gagal pa menjadi penulis buku. Tata cara menulis saja tidak di pahami. Apalagi isi bukunya.
- Lahat daftar pustakanya. Semakin banyak ia mencan numkan daftar pustaka huku yang sejenn, sensakin besar. kemungkinan ia menjadi peniplak. Buku pedisman pe mysanuman SOP yang asli toricinili biasanya minim daftar pustaka buku yang sejenis. Mengapa demikian? Sebab mi nimal 90% isi buku asli (orisinil) itu adalah hasil olah pikir penulisnya, bukan hasil olah pikir penulis buku lain yang dijiplak dan disatukan menjadi satu buku baru.
Sebenarnya penulis buku itu diperbolehkan men cuplik (mengutip) pendapat/opini penulis buku lain. Tetapi tidak boleh menjiplak. Saya kira ini sudah diajarkan pada saat kita menyusun karya tulis, skripsi, tesis, atau disertasi. Jika ada penulis buku bergelar sarjana atau pascasarjana tetapi isi bukunya jiplakan dari buku lain, maka parut dicurigai bahwa skripsi, tesis, atau disertasinya juga hasil jiplakan.
3.Sering Kali Cover-Nya Tidak Menarik
Ada satu alasan logis mengapa sebuah buku asli (orisinil) itu kadang cover-nya tidak menarik. Penerbit sangat yakin dengan isi buku itu yang “sudah menjual”. Kekuatan buku asli (orisinil) adalah pada kualitas isinya, sehingga cover-nya sering kali tidak menarik. Sebaliknya, jika isi “tidak menjual” atau kualitas isinya kurang, tetapi masih memiliki potensi laku dijual (mengikuti tren yang berkembang saat itu), penerbit bisa mengakalinya dengan cara membuat cover yang menarik untuk menggoda minat beli konsumen. Ini trik marketing sederhana. Kemasan yang menarik itu lebih menggoda konsumen untuk menyerahkan uangnya. Untung saya memiliki latar belakang sebagai pengusaha, sehingga dapat mengerti hal ini. Itu pun masih tertipu, seperti yang saya ceritakan di awal. Bagaimana dengan calon pembaca buku lainnya yang ketika akan membeli buku hanya mempertimbangkan faktor harga dan cover buku? Tentu saja mereka akan tertipu mentah-mentah.
Baca juga SOP Disusun Menggunakan Pedoman yang Salah Kaprah – Bag. 4
Baca juga SOP Disusun Menggunakan Pedoman yang Salah Kaprah – Bag. 3
Baca juga SOP Disusun Menggunakan Pedoman yang Salah Kaprah – Bag. 1
Sumber MATINYA PERUSAHAAN GARA GARA S.O.P Suryono Ekotama,2018




