b.Terwujudnya hubungan yang serasi antara atasan dengan bawahan adanya pendelegasian wewenang, interaksi yang didasarkan pada sikap dewasa baik secara teknikal maupun intelektual, saling menghargai dan adanya kesempatan bagi bawahan untuk berpikir dan bertindak secara inovatif.
c.Terjadinya proses pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat dimana dalam hal ini melibatkan para karyawan yang bertanggungjawab menyelenggarakan kegiatan-kegiatan operasional dan tidak hanya sekedar diperintahkan oleh para manajer
d.Meningkatkan semangat kerja seluruh karyawan
e.Mendorong sikap keterbukaan manajemen melalui penerapan gaya manajerial yang partisipatif.
f.Mempelancar jalannya komunikasi yang efektif : dimana dalam hal ini dapat memperlancar proses perumusan kebijaksanaan organisasi dan operasionalisasinya.
g.Penyelesaian konflik secara fungsional dalam hal ini memiliki dampak tumbuh suburnya rasa persatuan dan suasana kekeluargaan di kalangan para anggota organisasinya.
2.Manfaat Pengembangan Bagi Para Karyawan
a.Membantu para karyawan membuat keputusan dengan lebih baik.
b.Terjadinya internalisasi dan operasional faktor-faktor motivasi.
c.Timbulnya dorongan dalam diri para pekerja untuk meningkatkan kemampuannya.
d.Peningkatan kemampuan karyawan untuk mengatasi stress dan konflik.
e.Tersedianya informasi tentang berbagai program yang dapat dimanfaatkan oleh para pegawai dalam rangka pertumbuhan teknikal dan intelektual.
f.Meningkatnya kepuasan kerja.
g.Semakin besarnya pengakuan atas kemampuan seseorang.
h.tekat pekerja untuk lebih mandiri i. Mengurangi ketakutan menghadapi tugas baru dimasa depan.
Jenis-jenis Pengembangan
1 Pengembangan secara informal
Atas keinginan dan usaha sendiri melatih dan mengembangkan diri. Caranya dengan mempelajari buku-buku literatur yang ada hubungannya dengan pekerjaan/jabatan
2.Pengembangan secara formal
Karyawan ditugaskan perusahaan untuk mengikuti pendidikan atau latihan. Disini diklat bisa dilakukan perusahaan sendiri atau dengan mengirimkan keluar/ke perusahaan lain.
Proses Pengembangan SDM
Proses pengembangan Sumber daya manusia organisasi di butuhkan untuk membantu meningkatkan kinerja para karyawan. Dengan adanya pengembangan ini di harapkan perusahaan dapat berkembang sesuai dengan harapan, memulai dari merumuskan SDM sampai dengan mengevaluasi SDM. Berikut ini alur proses pengembangan SDM organisasi: Berikut ini alur proses pengembangan SDM organisasi:

Keterangan Gambar 6.5
1.Merumuskan rencana SDM
Pengembangan di mulai dengan rencana-rencana SDM karena rencana ini menganalisis, meramalkan dan menyebutkan kebutuhan organisasional untuk sumber daya manusia pada saat ini dan masa yang akan datang
2.Menyebutkan kapabilitas yang penting Setelah tahapan perencanaan, menentukan kapabilitas yang di butuhkan pada organisasi di masa yang akan datang sangat di perlukan seperti kapabilitas dalam pembuatan keputusan yang berkualitas, nilai etika, keterampilan teknis dan lain-lain.
3.Menjalankan rencana suksesi Perencanaan untuk suksesi para eksekutif, manajer dan karyawan kunci merupakan salah satu bagian penting dari pengembangan SDM.
4.Menilai kebutuhan pengembangan Melakukan analisis terhadap kebutuhan pengembangan meliputi beberapa metode yaitu penggunaan pusat penilaian, pengujian psikologis dan penilaian kinerja.
a.Penggunaan pusat penilaian adalah kumpulan instrumen dan latihan yang di rancang untuk mendiagnosis kebutuhan pengembangan seorang karyawan. Penilaian ini dapat berupa tes, permainan peran, kasus-kasus, evaluasi teman dan lain Jain.
b.Pengujian psikologis
Pengujian ini di gunakan untuk menentukan potensial dan kebutuhan pengembangan para karyawan.
c.Penilaian kinerja
Penilaian kinerja tentang produktivitas, hubungan karyawan, pengetahuan pekerjaan dapat di ketahui. 5.Melaksanakan rencana pengembangan: organisasional & individual
Melakukan rencana pengembangan baik pengembangan secara organisasional maupun pengembangan terhadap SDM secara individual
6.Menentukan pendekatan pengembangan: di kantor & di luar kantor
Pendekatan pengembangan di kantor meliputi pelatihan yang di lakukan di kantor, rotasi pekerjaan. Sedangkan pengembangan di luar kantor dapat melalui perkuliahan/kursus
7.keberhasilan Mengevaluasi  pengembangan
C.Pelatihan dan Pengembangan
Pelatihan dan pengembangan merupakan program untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan agar kinerja karyawan meningkat juga untuk promosi karir.
Biasanya pelatihan merujuk pada pengembangan keterampilan bekerja (vocational) yang dapat digunakan dengan segera Penggunaan istilah pelatihan dan pengembangan. merupakan istilah yang berhubungan dengan usaha-usaha berencana, yang diselenggarakan untuk mencapai penguasaan skill, pengetahuan. dan sikap-sikap pegawai atau anggota organisasi. Pengembangan lebih difokuskan pada kemampuan dalam peningkatan pengambilan keputusan dan memperluas hubungan manusia (human relation) bagi manajemen tingkat atas dan manajemen tingkat menengah sedangkan pelatihan dimaksudkan untuk pegawai pada tingkat bawah (pelaksana)
Pengertian Pelatihan Dan Pengembangan
Istilah pelatihan dan pengembangan merujuk pada struktur total dan program di dalam dan luar pekerjaan karyawan yang dimanfaatkan perusahaan dalam mengembangkan keterampilan dan pengetahuan. Biasanya pelatihan merujuk pada pengembangan ketrampilan bekerja (cutional) yang dapat digunakan dengan segera.
Pengertian pelatihan dan pengembangan karyawan, dikemukakan oleh Adrew E. Sikula “training is short-terms educational process utilizing a systematic and organized procedure by which non managerial personnel learn technical knowledge and skills for a definite purpose. Development. in reference to staffing and personnel matters, is a long-terms educational process utilizing a systematic and organized procedure by which managerial personnel learn conceptual and theoretical knowledge for general purpose”
Menurut Mariot Tua Efendi H latihan dan pengembangan dapat didefinisikan sebagai usaha yang terencana dari organisasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan pegawai Menurut Syafaruddin pelatihan lebih terarah pada peningkatan kemampuan dan keahlian SDM organisasi yang berkaitan dengan jabatan atau fungsi yang menjadi tanggung jawab individu yang bersangkutan saat ini (current job oriented), sedangkan pengembangan cenderung lebih bersifat formal, menyangkut antisipasi kemampuan dan keahlian individu yang harus dipersiapkan bagi kepentingan jabatan yang akan datang. Sasaran dan program pengembangan menyangkut aspek yang lebih luas yaitu peningkatan kemampuan individu untuk mengantisipasi perubahan yang mungkin terjadi tanpa direncanakan (unplened change) atau perubahan yang direncanakan (planed change).
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.1
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.2
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.3
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.4
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.6
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.7
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.8
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.9
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.10
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.11
Sumber Manajemen Sumber Daya Manusia Sri Larasati MM,2018




