PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.7

Ruang SOP / Blog

beberapa tujuan tersebut sebagai berikut:

1 Pelatihan dan Pengembangan untuk kepentingan karyawan

a.Memberikan ketrampilan dan pengetahuan yang diperlukan karyawan.

b.Meningkatkan moral karyawan, karena dengan ketrampilan dan keahlian yang dimiliki mereka akan antusias untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.

c.Memperbaiki kinerja. program pelatihan dan pengembangan ketrampilan, kekurangan karyawan dapat diatasi diminimalkan

d.Membantu karyawan dalam menghadapi perubahan perubahan, baik perubahan struktur organisasi, teknologi, maupun sumber daya manusianya.

2 Pelatihan dan Pengembangan untuk kepentingan perusahaan

a.Memenuhi kebutuhan-kebutuhan perencanaan sumberdaya manusia. Pelatihan dan pengembangan ketrampilan merupakan upaya perusahaan untuk secara benar mendapatkan sumber daya manusia yang memenuhi kebutuhan perusahaan.

b.Penghematan. biaya produksi karena pelatihan dan pengembangan untuk meningkatkan keterampilan, sehingga karyawan lebih terampil dan lebih cepat menyelesaikan pekerjaan, penggunaan bahan baku lebih hemat, dan bisa menggunakan mesin-mesin dengan lebih baik sehingga tidak cepat aus.

c.Mengurangi tingkat kerusakan dan kecelakaan. Adanya pelatihan dan pengembangan keterampilan dapat mengurangi tingkat kerusakan barang, produksi, mesin-mesin dan tingkat kecelakaan karyawan karena keterampilan karyawan meningkat.

d.Memperkuat komitmen karyawan. Adanya pelatihan dan pengembangan dilakukan untuk kemajuan karier karyawan

3.Pelatihan dan Pengembangan untuk kepentingan konsumen

a.Konsumen akan memperoleh produk yang lebih baik dalam hal kualitas dan kuantitas.

b.Meningkatkan pelayanan karena pemberian pelayanan yang baik merupakan daya tarik yang sangat penting bagi rekanan perusahaan. Ini berarti bahwa dengan adanya pelatihan dan pengembangan keterampilan akan memberi manfaat yang lebih baik bagi konsumen.

Manfaat Pelatihan Dan Pengembangan SDM

Berapa manfaat dari pelatihan dan pengembangan antara lain

1.Manfaat untuk Perusahaan:

a Mengarahkan kemampuan untuk memperoleh keuntungan dan atau lebih bersikap positip terhadap orientasi pada keuntungan.

b.Memperbaiki pengetahuan dan keterampilan pada semua tingkat perusahaan.

c.Membantu pengembangan perusahaan.

d Membantu dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja.

e.Membantu karyawan dalam menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada

f.Mengurangi tingkat kerusakan dan kecelakaan kerja

2.Manfaat Untuk Individual/karyawan :

a.Meningkatkan moral karyawan, karena dengan adanya pelatihan dan pengembangan, karyawan akan dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik

b.Membantu individu dalam mengambil keputusan yang lebih baik dan pemecahan masalah yang efektif.

c.Memotivasi prestasi, pertumbuhan, tanggungjawab dan kemajuan yang diinternalisasikan dan dilaksanakan.

d.Membantu dalam mendorong dan mencapai pengembangan dan kepercayaan diri.

e.Membantu karyawan dalam mengatasi stres, kekecewaan dan konflik.

f.Mengembangkan jiwa untuk terus mau belajar.

g.Meningkatkan kompensasi (gaji, bonus, service, dll)

h.Meningkatkan produktivitas dan prestasi kerja karyawan

3.Manfaat untuk Personal, Hubungan Manusia dan Pelaksana Kebijakan:

a.Memperbaiki komunikasi antara kelompok dan individual.

b.Membantu dalam orientasi untuk karyawan baru dan mendapatkan pekerjaan baru melalui pengalihan atau promosi.

c.Menyediakan informasi tentang kesempatan yang sama dan kegiatan yang disepakati.

d.Membuat kebijakan, aturan dan deregulasi perusahaan yang dapat dilaksanakan

Menurut Simamora, terdapat paling sedikit tujuh manfaat dari pelaksanaan program pelatihan dan pengembangan bagi organisasi, yaitu:

1.Peningkatan produktifitas kerja sebagai keseluruhan, antara lain karena tidak terjadinya pemborosan, karena kecermatan melaksanakan tugas.

2.Terwujudnya hubungan yang serasi antara atasan dan bawahan antara lain karena adanya pendelegasian wewenang, interaksi yang didasarkan pada sikap dewasa baik secara teknikal maupun intelektual, saling menghargai dan adanya kesempatan bagi bawahan untuk berpikir dan bertindak secara inovatif.

3.Terjadinya proses pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat karena melibatkan para pegawai yang bertanggung jawab.

4.Meningkatkan semangat kerja seluruh tenaga kerja dalam organisasi dengan komitmen organisasional yang lebih tinggi.

5.Mendorong sikap keterbukaan manajemen melalui penerapan gaya manajerial yang partisipatif.

6.Memperlancar jalannya komunikasi yang efektif yang pada gilirannya memperlancar proses perumusan kebijaksanaan organisasi dan operasionalisasinya.

7.Penyelesaian konflik secara fungsional yang dampaknya adalah tumbuh suburnya rasa persatuan dan suasana kekeluargaan di kalangan para anggota organisasi.

Pemicu Adanya Pelatihan dan Pengembangan

Terdapat beberapa fenomena organisasional yang dapat dikategorikan sebagai pemicu munculnya kebutuhan pelatihan dan pengembangan. Tidak tercapainya standar pencapaian kerja, karyawan tidak mampu melaksanakan tugasnya, karyawan tidak produktif, tingkat penjualan menurun, tingkat keuntungan menurun adalah beberapa contoh gelaja-gejala yang umum terjadi dalam organisasi.

Pemicu yang ditimbulkan oleh kondisi tersebut menurut Blanchard and Huszczo mencontohkan terdapat tujuh gejala utama dalam organisasi yang membutuhkan penanganan yaitu

1.Low productivity

2 High absenteeism

3 High turnover,

4.Low employee morale.

5.High grievances:

6 Strike

7.Low profitability.

Ketujuh gejala tersebut sangat umum dijumpai dalam organisasi yang dapat disebabkan oleh setidaknya tiga faktor yang meliputi:

1.Kegagalan dalam memotivasi karyawan,

2 Kegagalan organisasi dalam memberi sarana dan kesempatan yang tepat bagi karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya,

3.Kegagalan organisasi memberi pelatihan dan pengembangan secara efektif kepada karyawan.

Pada tahap pertama organisasi memerlukan fase penilaian yang ditandai dengan satu kegiatan utama yaitu analisis kebutuhan pelatihan. Terdapat tiga situasi dimana organisasi diharuskan melakukan analisis tersebut, yaitu: performance problem, new system and technology serta automatic and habitual training.

1.Situasi pertama, berkaitan dengan kinerja dimana karyawan organisasi mengalami degradasi kualitas atau kesenjangan antara unjuk kerja dengan standar kerja yang telah ditetapkan.

2.Situasi kedua, berkaitan dengan penggunaan komputer, prosedur atau teknologi baru yang diadopsi untuk memperbaiki efesiensi operasional perusahaan.

3.Situasi ketiga, berkaitan dengan pelatihan yang secara tradisional dilakukan berdasarkan persyaratan-persyaratan

Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.1

Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.2

Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.3

Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.4

Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.5

Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.6

Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.8

Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.9

Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.10

Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.11


Sumber
Manajemen Sumber Daya Manusia
Sri Larasati MM,2018

KATEGORI SOP

RECENT POST

RUANG SOP

Merupakan jawaban untuk Anda dalam mengelola ataupun menyusun setiap proses dalam bidang usaha yang Anda miliki. Dengan adanya SOP, Anda akan lebih mudah menentukan ke-efektivan dan membuat Anda lebih BIJAK dalam menentukan setiap proses yang dibutuhkan.

LOCATION

Grand Pesona Pandanwangi Ruko Kav 2 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

cs.ruangsop@gmail.com

Monday – Friday / 09.00 – 16.00 WIB

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping

Powered by
Hubungi Kami
By Ruang SOP
Halo kak, mau bertanya SOP yang mana?