Teknik-teknik yang digunakan dalam pelatihan dan pengembangan adalah: 1 Teknik on the job merupakan metode latihan yang paling banyak digunakan. Karyawan dilatih tentang pekerjaan baru dengan sepervise langsung seorang pelatih yang berpengalaman (biasanya karyawan lain) dengan kata lain karyawan langsung mempraktekkan apa yang diajarkan beserta peralatannya. Berbagai macam teknik ini yang bisa digunakan dalam praktek (Irianto Jusuf) adalah sebagai berikut
a.Rotasi jabatan dengan menugaskan peserta pelatihan berpindah dari satu bagian ke bagian pekerjaan yang lain dalam satu perusahaan, dengan interval yang terencana, untuk memperoleh pengalaman kerja. Cara ini umum dipakai dalam melatih manajer dengan level manajerial
b.Latihan instruksi pekerjaan, dilakukan dengan memberi petunjuk-petunjuk pekerjaan secara langsung pada pekerjaan yang akan dikerjakan, cara ini digunakan terutama untuk melatih para karyawan tentang cara pelaksanaan pekerjaan yang mereka kerjakan sekarang.
c.Magang (apprenticeships);merupakan proses pembelajaran bagi karyawan baru dari seseorang atau beberapa orang yang lebih berpengalaman atau dengan kata lain karyawan melaksanakan kerja dengan dibimbing oleh karyawan lain yang lebih senior
d Coaching Counseling (pembimbingan dan konsultasi).
Coaching mirip dengan magang karena seorang coach (pembimbing) berusaha memberi contoh untuk ditiru karyawan yang sedang dilatih (trainee). Coaching biasanya dilakukan langsung oleh supervisor atau manajer dari karyawan yang bersangkutan, dengan memberikan bimbingan dan pengarahan langsung kepada bawahan dalam pelaksanaan pekerjaan rutin mereka. Sedangkan Counseling, diskusi antara pimpinan dan karyawan mengenai hal-hal yang sifatnya pribadi, untuk lebih jelsa perbedaanya dapat dilihat dalam table berikut.

e.Penugasan sementara; merupakan suatu cara dengan menempatkan karyawan pada posisi manajerial atau sebagai anggota panitia tertentu untuk jangka waktu yang ditetapkan.
2.Teknik-teknik off the job, dengan pendekatan ini karyawan peserta latihan menerima representasi tiruan (articial) suatu aspek organisasi dan diminta untuk menanggapinya seperti dalam keadaan sebenarnya. Dan tujuan utama teknik presentrasi (penyajian) informasi adalah untuk mengajarkan berbagai sikap. konsep atau keterampilan kepada para peserta. Metode yang bisa digunakan adalah:
a.Lecture, Lebih menekankan kepada pemberian teori secara lisan dan diorganisasikan secara formal. Biasanya digunakan apabila jumlah peserta progam banyak sehingga biaya relatif murah.
b.Ceramah dan Presentasi, lebih mengandalkan komunikasi. Ceramah adalah cara yang populer karena relatif murah dan bisa mengatur bahan belajar untuk disampaikan dengan baik.
Namun, partisipasi, umpan balik, kecepatan transfer, dan pengulangannya seringkali rendah. Hal ini bisa diatasi dengan menyisipkan sesi diskusi dalam ceramah. Presentasi melalui televisi, film, dan slide mirip dengan ceramah, bahkan hal tersebut bisa lebih menarik bagi peserta pelatihanan.
c.Vestibule Training, merupakan pelatihan yang menggunakan tiruan dari situasi kerja yang sesungguhnya, misalnya menggunakan tiruan bank, rumah sakit, hotel, dan sebagainya.
d.Role Playing dan Behavior Modeling Dalam role playing (bermain peran) para karyawan mencoba memainkan peran tertentu yang ada dalam situasi kerja yang nyata. Misalkan: ada karyawan yang memainkan peran manajer yang sedang memberi saran kepada bawahannya. Dalam behavior modeling para karyawan berusaha meniru perilaku kerja tertentu sampai mereka benar-benar menguasai. Rekaman video bisa membantu para karyawan untuk mengamati perilaku mereka sendiri dan memperoleh umpan balik untuk penyempurnaan.
e.Studi Kasus; dilakukan dengan cara para karyawan mempelajari situasi nyata atau rekaan yang bisa terjadi dalam pekerjaan mereka. Di sini mereka bisa meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan dan pemecahan masalah.
f.Simulasi, biasanya dilakukan dengan menggunakan mesin canggih yang bisa memunculkan situasi kerja yang nyata. Mesin itu disebut simulator, yang bisa mensimulasikan strategi-strategi dalam bekerja, misalnya strategi bisnis, olah raga, dan sebagainya.
g.Belajar Mandiri dan Pembelajaran Terprogram. Para karyawan bisa mempelajari sendiri pekerjaannya dengan bantuan bahan-bahan instruksional yang sudah dirancang sedemikian rupa. Cara ini sangat berguna jika posisi karyawan tersebar secara mengumpulkan mereka geografis sehingga sulit pada satu lokasi. Dengan perkembangan komputer, cara ini menjadi lebih mudah karena para karyawan bisa lebih cepat memperoleh umpan balik dan panduan melalui program komputer yang dirancang sedemikian rupa untuk menyampaikan materi yang bisa dipelajari sendiri oleh para karyawan.
h.Pelatihan Laboratorium
para karyawan berbagi pengalaman, perasaan, dan persepsi sehingga di sini mereka bisa meningkatkan kemampuan interpersonalnya.
i.Action Learning peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil, dimana karyawan harus memecahkan sebuah masalah nyata yang terjadi dalam organisasi. Mereka dibantu oleh seorang fasilitator yang bisa seorang konsultan dari luar atau staf internal organisasi.
j.Business Game (permainan bisnis): adalah metode pelatihan dan pengembangan yang memungkinkan para peserta untuk mengambil peran-peran seperti presiden, controller, atau vice president, controller, atau vice president controller, atau vice president pemasaran dari dua organisasi bayangan atau lebih dan bersaing satu sama lain dengan memanipulasi faktor faktor yang dipilih dalam suatu situasi bisnis tertentu.
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.1
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.2
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.3
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.4
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.5
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.6
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.7
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.8
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.9
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.11
Sumber Manajemen Sumber Daya Manusia Sri Larasati MM,2018




