Dalam situasi itulah program pelatihan sangat mengandalkan Training Need Analysis (TNA) atau analisis kebutuhan pelatihan (workplace) secara spesifik dimaksud untuk menentukan apa sebetulnya kebutuhan pelatihan yang menjadi prioritas. Dan berorientasi kepada pengembangan karyawan meliputi:
1 Adanya pegawai baru,
Memberikan orintasi pekerjaan atau tugas pokok organisasi kepada pegawai yang baru direkrut sebelum yang bersangkutan ditempatkan pada salah satu unit organisasi;
2 Adanya peralatan kerja baru.
Mempersiapkan pegawai dalam penggunaan peralatan baru dengan teknologi yang lebih baru, sehingga tidak terjadi adanya kecelakaan kerja dan meningkatkan efesiensi kerja:
3 Adanya perubahan sistem manajemen/administrasi birokrasi Mempersiapkan pegawai dalam melakukan pekerjaan dengan menggunakan sistem yang baru dibangun;
4.Adanya standar kualitas kerja yang baru,Mempersiapkan pegawai dalam melakukan pekerjaan dengan menggunakan sistem yang baru dibangun.
5.Adanya kebutuhan untuk menyegarkan ingatan Memberikan nuansa baru/penyegaran ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki,
6.Adanya penurunan dalam hal kinerja pegawai
Meningkatkan kualitas kinerja pegawai sesuai dengan tuntutan: perkembangan lingkungan strategis.
7.Adanya rotasi/relokasi pegawai,Meningkatkan pegawai dalam menghadapi pekerjaan dan situasi kerja yang baru
Faktor-Faktor yang mempengaruhi pelatihan dan pengembangan
Banyak factor yang mempengaruhi pelatihan dan pengembangan diantaranya adalah:
1.Dukungan manajemen puncak Cara paling efektif untuk mencapai keberhasilan adalah keaktifan dengan ikutnya para eksekutif dalam mengambil bagian dalam pelatihan dan membantu sumber daya yang diperlukan
2.Komitmen para spesialis dan generalis
Adanya komitmen seluruh manajer dalam proses pelatihan dan pengembangan karena tanggungjawab pelaksanaan melekat pada para manajer
3.Kemajuan tehnologi
Tehnologi mempunyai andil besar diadakannya pelatihan dan pengembangan karena kemajuan tehnologi mengubah cara kerja para karyawan
4.Kompleksitas organisasi
Perubaha yang pesat dengan adanya perkembangan tehnologi produk, sistem dan metode berpengaruh terhadap persyaratan kerja, kerena itu karyawan perlu meningkatkan kemampuan. keterampilan secara berkelanjutan agar mereka dapat beradaptasi terhadap perubahan
5.Gaya belajar
Adanya kebutuhan yang sewaktu-waktu untuk mengimbangi persingan perlu diadakan pelatihan contohnya Just-in-time training yaitu pelatihan yang diperlukan kapanpun dan dimanapun bagi karyawan yang berbasis kebutuhan
6.Fungsi-fungsi SDM lainnya
Pelaksanaan yang sukses dari fungsi-fungsi SDM lainnya juga mempunyai pengaruh penting terhadap pelatihan dan pengembangan contoh dalam upaya rekrutmen dan seleksi untuk memperoleh karyawan yang memiliki kualitas sedang hal ini akan membutuhkan program pelatihan dan pengembangan yang ekstensif.
Program pelatihan dan Pengembangan yang efektif adalah bantuan yang berharga dalam perencanaan karir dan sering dianggap sebagai penyembuh penyakit organisasional. Apabila produktivitas tenaga kerja menurun banyak manejer berfikir bahwa pelatihan adalah cara yang dapat dilakukan Padahal program pelatihan tidak mengobati semua masalah organisasional, meskipun tentu saja program itu berpotensi untuk memperbaiki situasi tertentu sekiranya program dijalankan secara benar.
Pelatihan dan Pengembangan juga mempunyai beberapa kelemahan yang dapat menyebabkan gagalnya sebuah program pelatihan. Suatu pemahaman terhadap masalah potensial ini harus dijelaskan selama pelatihan para trainer. Menurut Simamora kelemahan-kelemahan meliputi:
1 Pelatihan dan pengembangan dianggap sebagai obat untuk semua penyakit organisasional.
2 Partisipan tidak cukup termotivasi untuk memusatkan perhatian dan komitmen mereka.
3.Sebuah teknik dianggap dapat diterapkan disemua kelompok. dalam semua situasi, dengan keberhasilan yang sama.
4.Kinerja partisipan tidak dievaluasi begitu kayawan telah kembali kepekerjaannya.
5.Informasi untuk mengevaluasi program pelatihan tidak dikumpulkan.
6 Ketidakadaan atau kurangnya dukungan manajemen.
7 Peran utama penyelia/atasan tidak diakui.
8.Pelatihan bakal tidak akan pernah cukup kuat untuk menghasilkan perbaikan kinerja yang dapat diverifikasi.
9.Sedikit atau tidak ada persiapan untuk tindak lanjut.
Agar supaya Pelatihan dan Pengembangan sesuai dengan apa yang diharapkan dalam hal ini pelatihpun mempunyai peran untuk itu sebagai seorang pelatih harus memiliki berbagai persyaratan diantaranya memiliki:
1.Teaching Skills, mempunyai kemampuan mendidik yang artinya mampu menstransfer ilmu dan kepengetahuan kepada para peserta
2.Communication Skills, mempunyai kemampuan berkomunikasi, ini diperlukan agar apa yang sampaikan dapat mudah dimengerti oleh para peserta
3.Personality Authority, mempunyai kewibawaan, sehingga para peserta merasa senang dan nyaman dalam menerima materi pelatihan
4.Social Skills, kemampuan bekerja sama sangat diperlukan, apabila saat dilaksanakan materi praktek untuk mendapatkan umpan balik dari para peserta
5.Tachnical Competent, mempunyai kemampuan teknik dibidang yang disampaikan dalam pelatihan
6.Stabilitas Emosi, memiliki kesabaran dan ketelatenan karena para peserta memiliki kemampuan atau daya tanggap yang berbeda
Tahapan-tahapan Pelatihan dan Pengembangan
Dalam tahapan ini menurut Gomes terdapat beberapa tahapan utama dalam pelatihan dan pengembangan sebagai berikut:
1.Penentuan kebutuhan pelatihan dan pengembangan
Yang berkaitan dengan kinerja dimana karyawan organisasi mengalami degradasi kualitas atau kesenjangan antara unjuk kerja dengan standar kerja yang telah ditetapkan. Tujuan penentuan kebutuhan pelatihan ini adalah untuk mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang relevan guna mengetahui dan menentukan apakah perlu atau tidaknya pelatihan dalam organisasi tersebut. Dalam tahapan ini terdapat tiga macam kebutuhan yaitu:
a General treatment need, yaitu penilaian kebutuhan pelatihan bagi semua pegawai dalam suatu klasifikasi pekerjaan tanpa memperhatikan data mengenai kinerja dari seorang pegawas.
b.Oversable performance discrepancies, yaitu jenis penilaian kebutuhan pelatihan yang didasarkan pada hasil pengamatan terhadap berbagai permasalahan, wawancara, daftar hasil kerja karyawan.
c.Future human resources needs, yaitu jenis keperluan pelatihan dilakukan dengan cara meminta para pekerja untuk menyesuaikan kinerja, tetapi lebih berkaitan dengan sumberdaya manusia untuk waktu yang akan datang
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.1
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.2
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.3
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.4
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.5
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.6
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.7
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.9
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.10
Baca Juga PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN – Bag.11
Sumber Manajemen Sumber Daya Manusia Sri Larasati MM,2018




