D.Teknik-teknik Perencanaan SDM
Perencanaan SDM proses mengambil keputusan, yang diartikan sebagai rangkaian kegiatan memilih alternatif untuk dilaksanakan dalam rangka mencapai satu atau beberapa tujuan. Suatu perencanaan sebagai keputusan bermaksud untuk mewujudkan kondisi yang diinginkan di masa depan yang berbeda dari kondisinya sekarang. Perencanaan SDM sebagai keputusan jika dilaksanakan harus mampu memperoleh, mempertahankan dan mengembangkan SDM yang memiliki keterampilan dan keahlian potensial dalam melaksanakan program bisnis secara efektif dan efisien.
Perencanaan SDM harus dimulai dari kegiatan memperjelas kondisi SDM yang dimiliki pada masa sekarang, dilanjutkan dengan memprediksi permintaan dan persediaan SDM, baik jumlah maupun kualifikasinya sebagai tugas prediktif. Prediksi itu bermaksud untuk mengendalikan tugas kontrol agar di masa depan dimiliki SDM yang mampu mewujudkan tujuan bisnis yang hendak dicapai sebagai kondisi masa depan yang diinginkan perusahaan/ perusahaan.
Perencanaan SDM harus diintegrasikan dengan perencanaan bisnis agar seluruh program bisnis dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Untuk itu prediksi kualifikasi SDM harus dilakukan secara akurat agar menghasilkan SDM yang dimiliki kemampuan melaksanakan program dan kegiatan bisnis sebuah perusahaan perusahaan secara nyata, efektif dan efisien. Perencanaan SDM bersifat kuantitatif dalam bentuk prediksi jumlah SDM dan bersifat kualitatif dalam bentuk prediksi kualifikasi SDM yang dibutuhkan sebuah perusahaan perusahaan. Oleh karena itu perencanaan SDM harus dilakukan untuk memenuhi prinsip utamanya yakni harus dimulai dengan merencanakan penggunaan SDM yang sudah dimiliki secara efektif dan efisien sebagai sumber internal, sebelum memprediksi permintaan SDM baru dari sumber eksternal. Untuk itu diperlukan kegiatan audit SDM atau analisis tenaga kerja dilanjutkan dengan kegiatan re-placement atau re-staffing termasuk suksesi. Hasil akhirnya akan dapat diketahui jabatan/pekerjaan yang kosong yang membutuhkan SDM baru.
Untuk memperoleh SDM yang jumlah dan kualifikasinya akan ditetapkan dalam perencanaan SDM, perlu dimiliki data/informasi SDM melalui sistem informasi SDM. Teknik prediksi kuantitatif dilakukan untuk memprediksi jumlah SDM yang dibutuhkan perusahaan/perusahaan. Teknik ini hanya dapat digunakan apabila perusahaan perusahaan memiliki data kuantitatif yang lengkap sesuai dengan variabel yang akan dipergunakan dalam memprediksi. Variabel yang pertama adalah jumlah SDM selama beberapa tahun sebagai predictor, dan variabel lain sebagai kriterium, seperti variabel/data produksi dan penjualan, laba, volume dan beban kerja.
Prediksi tentang jumlah (kuantitatif) berupa permintaan melalui perhitungan statistika, jika ditetapkan sebagai keputusan, pada dasarnya merupakan keputusan yang memiliki tingkat keakuratan tinggi sebagaimana telah diuraikan dalam spektrum pengambilan keputusan. Teknik prediksi dalam teknik kuantitatif antara lain adalah teknik rata-rata bergerak, eksponen penentu, proyeksi kecenderungan, regresi, program hubungan linier, perkiraan hambatan, teknik matrik peluang, teknik simulasi, model makrov dengan urutan prioritas dan model semi makrov.
Teknik kuantitatif cocok digunakan untuk perusahaan berskala besar dan menengah karena jumlah dan jenis jabatan/pekerjaan cukup banyak dan bervariasi, sehingga kebutuhan permintaan SDM akan cukup besar. Untuk itu prediksi permintaan SDM biasanya dilakukan secara berkala. Kekosongan itu tidak dapat menunggu karena dapat mengurangi produktivitas dan penjualan. Di samping itu prediksi kuantitatif dengan menggunakan perhitungan statistik cocok digunakan pada perusahaan berskala besar, karena variabel SDM seperti jenis dan jenjang jabatan manajerial, staf dalam unit kerja/departemen, pekerja kunci dan tenaga ahli produk lini.
Teknik kuantitatif memerlukan atau hanya dapat digunakan apabila data kuantitatif dari variabel lain diasumsikan berkorelasi dengan atau berpengaruh pada prediksi permintaan SDM. Disamping itu, baik data SDM sebagai predictor maupun data variabel lain sebagai kriterium harus tersedia lengkap selama beberapa tahun. Prediksi permintaan SDM secara kuantitatif hanya akurat dilakukan dalam kondisi lingkungan bisnis normal dan pasar tenaga kerja stabil. Teknik perhitungan kuantitatif memiliki keterbatasan umum karena secara rasional keberhasilan bisnis tidak sekedar ditentukan oleh jumlah eksekutif sebagai pelaku bisnis yang berwewenang membuat keputusan bisnis tetapi ditentukan oleh kualitas dan sifat kompetitifnya.
Teknik rata-rata bergerak menggunakan variabel SDM yang dipekerjakan di lingkungan sebuah perusahaan, yang diperoleh dari hasil pencatatan (dokumentasi) selama beberapa tahun yang lalu. Tahun pencatatan harus cukup lama, agar rata-rata (mean) yang diperoleh cukup akurat untuk dijadikan prediksi permintaan (demand) SDM sebuah perusahaan, baik dari sumber internal maupun eksternal di masa yang akan datang. Kelemahan prediksi dengan mempergunakan perhitungan rata-rata bergerak adalah tidak dapat dilakukan jika data kuantitatif masa lalu tidak lengkap atau tidak ada. Di samping itu prediksi kuantitatif tidak sampai pada penentuan kualifikasi SDM yang dibutuhkan dan kemungkinan keakuratannya menjadi rendah jika kondisi ekonomi nasional tidak stabil. Teknik/ model ini dilakukan dengan memilih eksponen yang menentukan dalam arti paling berpengaruh pada permintaan SDM di lingkungan sebuah perusahaan/perusahaan. Eksponen yang dipilih dapat berbeda antara perusahaan/perusahaan yang satu dengan yang lain. Di samping itu prediksi kuantitatif tidak sampai pada penentuan kualifikasi SDM yang dibutuhkan dan kemungkinan keakuratannya menjadi rendah jika kondisi ekonomi nasional tidak stabil.
Selanjutnya digunakan teknik eksponen penentu yang dilakukan dengan memilih eksponen yang menentukan dalam arti paling berpengaruh pada permintaan SDM di lingkungan sebuah perusahaan/perusahaan. Eksponen yang dipilih dapat berbeda antara perusahaan/perusahaan. Eksponen yang dipilih dapat berbeda antara perusahaan/perusahaan yang satu dengan yang lain. Di samping itu pada satu perusahaan mungkin memprediksi permintaan SDM diulang secara terpisah dengan mempergunakan eksponen yang berbeda.
Baca Juga PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA – Bag.1
Baca Juga PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA – Bag.2
Baca Juga PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA – Bag.3
Baca Juga PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA – Bag.5
Baca Juga PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA – Bag.6
Baca Juga PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA – Bag.7
Baca Juga PERENCANAAN SUMBER DAYA MANUSIA – Bag.8
Sumber Manajemen Sumber Daya Manusia Di Era Revolusi Industri 4.0 Dr Sitti Nurbaya S.pd,MM,2020




