Blanced Score Card & KPI – Bag. 2

Ruang SOP / Blog

C. BSC sebagai Sistem Manajemen Strategis

BSC berfungsi sebagai solusi dalam mengatasi hambatan hambatan yang terjadi dalam penerapan strategi. Menurut Niven dan Gaspersz, hambatan-hambatan yang sering terjadi dalam penerapan strategi antara lain:

1.Visi

Tidak banyak orang dalam suatu organisasi yang mengerti strategi organisasinya.

2.Manusia

Insentif dalam jangka pendek dapat meningkatkan fokus organisasi. Insentif juga memiliki sisi buruk, terutama apabila dalam bentuk finansial, yaitu manajer sering kali mengorbankan pertumbuhan jangka panjangorganisasi untuk meraih tujuan jangka pendek yang berkaitan dengan insentif yang didapat.

3.Manajemen

Manajemen yang baik seharusnya membina komunikasi yang baik dengan karyawan, sehingga dapat dipastikan terjadi komunikasi dua arah sehingga bermanfaat untuk kedua belah pihak. Kenyataan yang terjadi adalah sebaliknya, komunikasi dua arah tersebut jarang terjadi. Manajemen jarang mengadakan pertemuan untuk membahas strategi dengan para karyawan, sehingga tidak ada umpan balik dari karyawan terhadap strategi organisasi.

4.Sumber daya

Organisasi sering kali tidak mengaitkan anggaran dengan strategi. Selain itu, waktu, energi, dan uang tidak dialokasikan pada hal-hal yang kritis. Bagi beberapa organisasi, anggaran disusun berdasarkan anggaran tahun sebelumnya ditambah kenaikan akibat faktor tertentu. Hal tersebut sangat mengganggu pelaksanaan strategi di dalam organisasi.

BSC dapat menjadi solusi untuk menyingkirkan hambatan-hambatan tersebut dengan cara sebagai berikut:

a.Menerjemahkan strategi sebagai cara untuk menyingkirkan hambatan visi.

Proses penyusunan BSC meliputi penerjemahan strategi menjadi sasaran (objectives), ukuran (measures), target, dan inisiatif. Pada proses tersebut, istilah-istilah yang sering sulit untuk dimengerti dapat diterjemahkan melalui inisiatif yang ditentukan. Penerjemahan strategi diharapkan dapat menjadi jembatan untuk menyatukan visi seluruh organisasi.

b.Cascading sebagai cara untuk menyingkirkan hambatan manusia.

Cascading adalah menurunkan corporate scorecard ke department scorecard yang selaras dengan corporate scorecard. Cascading BSC merupakan salah satu cara agar karyawan mengerti kontribusi aktivitasnya sehari-hari terhadap keberhasilan organisasi mencapai tujuan, sehingga kinerja karyawan tidak hanya berorientasi pada insentif.

c.Alokasi sumber daya yang strategis sebagai cara untuk menyingkirkan hambatan sumber daya.

Penyusunan BSC tidak hanya meliputi penyusunan sasaran, ukuran, target dari masing masing perspektif, akan tetapi yang sangat penting untuk ditinjau ulang adalah inisiatif. Kebutuhan akan sumber daya manusia dan finansial untuk memenuhi kebutuhan pelanggan harus menjadi dasar penyusunan anggaran tahunan. Hal ini akan membantu karyawan untuk mengerti strategi organisasi serta untuk memilih inisiatif yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan serta sesuai dengan anggaran yang terbatas.

d.Strategic learning sebagai cara untuk menyingkirkan hambatan manajemen.

Penilaian kinerja dari keempat perspektif BSC dapat memberikan informasi penyebab tercapai atau tidak tercapainya suatu tujuan dan akan secara tidak langsung memaksa manajemen untuk memikirkan penyebabnya. Hal tersebut akan membuat manajemen lebih dekat kepada pencapaian strategi.

D. BSC sebagai Alat Komunikasi

BSC yang disusun secara benar akan mendeskripsikan strategi organisasi yang sebelumnya sangat sulit dimengerti karena hanya berupa kata-kata abstrak, menjadi suatu peta strategis yang akan membuat karyawan lebih mudah mengerti.

Mendistribusikan hasil dari BSC ke seluruh tingkatan organisasi akan memberi kesempatan bagi karyawan untuk mendiskusikan tentang strategi organisasi, baik dari segi hasil pengukuran yang tidak diantisipasi sebelumnya, dan modifikasi BSC untuk masa datang, sehingga seluruh karyawan akan merasa berkontribusi dalam penyusunan BSC selanjutnya, sehingga dapat memunculkan motivasi untuk menerapkannya dalam aktivitas kerja sehari-hari.

Menurut Rohm & Halbach, ada sembilan langkah yang harus dijalankan untuk berhasil menerapkan BSC pada suatu organisasi (Nine Steps to Success).

Adapun langkah-langkah tersebut adalah:

1.Mengidentifikasi core belief dari organisasi, keadaan finansial, tujuan jangka pendek dan jangka panjang, dan keinginan pelanggan atau stakeholder.

Pada tahap ini dilakukan juga penilaian terhadap kelebihan dan kekurangan organisasi yang berguna untuk menilai relevansi misi dan strategi organisasi dengan keadaan saat ini. Penilaian terhadap keadaan internal organisasi perlu dilakukan untuk menentukan tim BSC, memilih tokoh penggerak BSC, menentukan jadwal penyusunan BSC, dan mengidentifikasi hal-hal yang diperlukan untuk sosialisasi dan antisipasi perubahan akibat penerapan BSC.

2.Pembentukan strategi organisasi.

Strategi adalah sesuatu yang mungkin dicapai di masa depan. Proses pembentukan BSC dapat dijadikan alat untuk menilai apakah strategi dari organisasi sudah tepat, dan seberapa efisien penggunaannya dalam hat kontribusi terhadap kemajuan organisasi dalam mencapai tujuannya.

3.Pembentukan sasaran (objective).

Pemisahan komponen-komponen di dalam strategi menjadi komponen-komponen yang lebih sederhana yang dikenal dengan objective atau sasaran. Strategi dipisahkan menjadi sasaran yang memungkinkan untuk diterapkan di dalam organisasi, serta dilengkapi dengan ukuran-ukuran dan target yang harus dicapai.

4.Penyusunan peta strategi (strategy map) organisasi.

Penyusunan peta strategi berdasarkan hubungan sebab-akibat. Komponen dari strategi (sasaran) saling terhubung dan ditempatkan pada perspektif yang tepat dalam BSC. Hubungan sebab-akibat tersebut berguna untuk menentukan key performance driver dari setiap komponen strategi yang menggambarkan customer value chain.

5.Penyusunan pengukuran kinerja (performance measure).

Agar pengukuran kinerja yang disusun menjadi bermanfaat, maka sebelum dilakukan penyusunan harus dilakukan identifikasi terlebih dahulu hasil yang diharapkan dan proses yang harus dilalui dalam mencapai hasil tersebut.

Pengukuran hasil terletak pada perspektif pelanggan internal dan eksternal, sedangkan pengukuran proses terletak pada persepektif proses bisnis internal yang dilakukan untuk mencapai harapan pelanggan. Setelah didapatkan ukuran-ukuran (measures) dari setiap  persepektif, tahap selanjutnya yang harus dilakukan adalah pemilihan ukuran yang kritis atau yang sangat besar kontribusinya untuk mencapai tujuan.

Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 1

Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 3

Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 4

Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 5

Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 6

Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 7

Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 8

Baca Juga Blanced Score Card & KPI – Bag. 9


Sumber
Panduan Lengkap Menyusun SOP & KPI
Fajar Nur'aini D.F, M.psi, 2020

KATEGORI SOP

RECENT POST

RUANG SOP

Merupakan jawaban untuk Anda dalam mengelola ataupun menyusun setiap proses dalam bidang usaha yang Anda miliki. Dengan adanya SOP, Anda akan lebih mudah menentukan ke-efektivan dan membuat Anda lebih BIJAK dalam menentukan setiap proses yang dibutuhkan.

LOCATION

Grand Pesona Pandanwangi Ruko Kav 2 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

cs.ruangsop@gmail.com

Monday – Friday / 09.00 – 16.00 WIB

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping

Powered by
Hubungi Kami
By Ruang SOP
Halo kak, mau bertanya SOP yang mana?