Krisis tidak selalu bersifat negatif tetapi juga dapat berkembang ke arah yang positif. Oleh karena itu yang harus dikelola adalah faktor
resiko dan faktor ketidakpastiannya agar kelangsungan perusahaan dapat diperkirakan. Salah satu karakter krisis adalah adanya kejutan. Tekanan yang kuat saat penyelesaian krisis adalah bagian dari manajemen krisis. Untuk menyelesaikan krisis, manajemen harus memiliki crisis management plans yang didesain secara teliti untuk menghadapi berbagai level krisis yang mungkin terjadi.
Manajemen krisis selalu ditekankan pentingnya identifikasi permasalahan dan langkah untuk melakukan isolasi. Namun mengetahui itu saja tidak cukup. Memang benar bahwa krisis telah dapat teridentifikasi dan diisolasi, krisis akan lebih mudah diatasi. Tetapi untuk mengatasi krisis yang datang tiba-tiba, perusahaan membutuhkan waktu untuk menelusuri proses mulai dari identifikasi sampai pengendaliannya. Langkah yang disarankan adalah agar perusahaan memiliki guidance atau pegangan bila sewaktu-waktu krisis muncul. Ada tiga generic strategy yang disarankan, yakni strategi (defensive), strategi adaptasi (adaptive) dan strategi dinamis (dynamic). Dengan pegangan ini, seorang praktisi public relations akan dengan mudah melakukan langkah-langkah implementasi yang dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Oleh karena itu jika terjadi kondisi krisis, perusahaan dapat mendefinisikan dan merespon dengan baik. Melalui persiapan yang matang, pemimpin dapat memerintahkan bagaimana dan apa yang sebaiknya dilakukan saat krisis terjadi. Mengantisipasi krisis dapat dilakukan dengan menggunakan perencanaan strategik dan manajemen resiko.
Setiap krisis harus dihadapi serius oleh pimpinan dan disampaikan kepada publik secara jujur. Manajemen krisis menjadi penting bagi keefektifan perusahaan karena semua perusahaan dipengaruhi oleh beragam publik dan saling berhubungan dengan perusahaan lain. Dalam hal ini Public Relations tidak dapat dijalankan tanpa aktivitas yang sesuai. Tidak ada upaya komunikasi tanpa memperdulikan isi pesan dari media maupun publik yang persuasif, yang dapat menyelamatkan perusahaan jika performa kerjanya kurang sesuai dengan standar.
Untuk pemecahan krisis diperlukan langkah intervensi dalam situasi krisis yang bertujuan untuk mengakhiri krisis. Penanggulangan terhadap kerusakan (damage control) dilakukan pada tahap akut. Berikut langkah-langkah penanggulangan krisis menurut Rhenaldy Kasali:
1.Identifikasi (penyebab krisis)
Selain melakukan meramalkan tahapan krisis, manajemen perusahaan juga perlu mengidentifikasi krisis ini ialah mengenai apa penyebab terjadinya krisis sebuah perusahaan. Jadi dalam tahap ini peneliti akan memaparkan bagaimana perusahaan mengidentifikasi hal-hal apa yang menyebabkan permasalahan. Identifikasi penyebab krisis ini tentu akan mempengaruhi pendekatan penanganan krisis. Apakah sebabnya karena faktor teknis atau ekonomis, atau karena sebab faktor manusia/ perusahaan/sosial. Dilihat dari teori faktor penyebab krisis, kedua faktor itu bisa bersumber dari dua sisi yaitu kekeliruan di pihak internal ataukah pengaruh, desakan, dorongan dari pihak eksternal. 2. Isolasi/pengucilan
Krisis adalah penyakit. Kadang bisa juga berarti lebih dari sekadar penyakit biasa, ia adalah penyakit menular. Makna isolasi itu sendiri ialah:
a.Pemisahan suatu hal dari hal lain atau usaha untuk memencilkan manusia dari manusia lain; pengasingan; pemencilan;
b.Keadaan terpencilnya satu wilayah karena jauh dari hubungan lalu lintas:
c.Penyekatan (penghambatan atau penahanan) arus oleh suatu pengucilan;
bahan sehingga arus itu tidak dapat mengalir; d. Pemisahan satu kelompok dari kelompok lain sehingga penyatuan antar kelompok dapat dihindari. Untuk mencegah krisis menyebar luas harus diisolasi, dikarantinakan sebelum. tindakan serius dilakukan. Mengisolasi krisis bisa juga dimaknai sebagai mengisolasi kemungkinan dampak krisis itu bisa menyebar. Dengan begitu krisis, selain tidak menyebar pada aspek lainnya, juga tidak menimbulkan dampak yang lebih parah.
3.Pemetaan internal-eksternal
Analisis situasi berupa tahapan untuk membaca situasi dan menentukan kekuatan-kelemahan-peluang-ancaman yang akan menjadi dasar perumusan strategi.
4.Pilihan strategi
Untuk menanggulangi krisis, perusahaan membutuhkan sejumlah dana yang digunakan untuk membiayai program pemulihan krisis. Dalam rangka merumuskan strategi, manajemen perlu melakukan langkah-langkah antara lain penetapan strategi yang didasarkan pada pemetaan penyebab krisis, visi-misi-tujuan perusahaan, serta hasil bacaan terhadap analisis situasi (kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman). Dalam manajemen krisis, ada beberapa strategi yang bisa dipilih. Ada 3 strategi generik untuk menangani krisis yaitu:
a.Strategi defensif, dengan langkah-langkah mengulur waktu,tidak melakukan apa-apa, membentengi diri dengan kuat;
b.Strategi Adaptif, dengan langkah-langkah mengubah kebijakan, modifikasi operasional, kompromi, meluruskan citra; dan
c.Strategi Dinamis, langkah yang diambil untuk strategi ini bersifat makro dan dapat mengubah karakter perusahaan, misalnya dengan melakukan langkah-langah merger dan akuisisi, investasi baru, menjual saham, meluncurkan produk baru, menggandeng kekuasaan, melempar isu baru untuk mengalihkan perhatian.
Lebih detail berkenaan dengan perumusan strategi, Ivy Lee, pakar public relations dalam menangani berbagai krisis di dunia, mengatakan bahwa untuk menanggulangi krisis yang tengah berlangsung, perlu membentuk suatu program khusus yakni:
1.Menghadapi krisis dengan sistem case by case
2.Menunjuk salah seorang sebagai juru bicara bagi pihak ketiga.
3.Memberikan pelatihan dan pengarahan bagi karyawan, apa yang dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan.
4.Tidak berspekulasi terhadap suatu peristiwa, baik mengenai jumlah kerugian yang diderita akibat krisis itu terjadi maupun nilai uang dan materi lainnya sebelum ada angka yang pasti.
Baca Juga MANAJEMEN KRISIS – Bag.1
Baca Juga MANAJEMEN KRISIS – Bag.2
Baca Juga MANAJEMEN KRISIS – Bag.3
Baca Juga MANAJEMEN KRISIS – Bag.4
Baca Juga MANAJEMEN KRISIS – Bag.5
Baca Juga MANAJEMEN KRISIS – Bag.6
Baca Juga MANAJEMEN KRISIS – Bag.7
Baca Juga MANAJEMEN KRISIS – Bag.9
Baca Juga MANAJEMEN KRISIS – Bag.10
Sumber Manajemen Sumber Daya Manusia Di Era Revolusi Industri 4.0 Dr Sitti Nurbaya S.pd,MM,2020




