A.Penempatan Tenaga Kerja
Penempatan merupakan usaha untuk mencocokkan (matching) individu dengan pekerjaan; ke butuhan (job spesification) de ngan pengetahuan, skill, kemam puan, preferensi, minat dan kepribadian pelamar. Penempatan ini juga mengandung unsur uji coba yang menyebabkan adanya tindakan penempatan kembali pada jabatan yang lain apabila ditempat tersebut karyawan ku rang pas penempatannya namun pada dasarnya penempatan tenaga kerja merupakan tindakan yang menentukan keluaran dan komposisi ketenagakerjaan dilihat dari kepentingan keseimbangan struktur organisasi. Juga tindakan penempatan merupakan tindakan terpadu antara apa yang dapat karyawan perlihatkan (kerjakan) dengan tuntutan-tuntutan pekerjaan, kewajiban-kewajiban dan hal-hal yang ditawarkan dari jabatan tersebut. Penempatan bisa dilaksanakan untuk karyawan baru maupun karyawan lama. Karena itu suatu prinsip yang mengatakan “the right man on the right place (orang yang tepat pada tempat yang tepat) haruslah dipenuhi.
Pengertian Penempatan Tenaga Kerja
Kesesuaian orang dengan organisasi adalah penting karena faktor faktor umum dari keberhasilan pekerjaan sama pentingnya dengan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan tertentu oleh karena itu penempatan tenaga kerja diharapkan sesuai dengan apa yang diharapkan tenaga kerja maupun organisasi. Beberapa pengertian Penempatan diantaranya disampaikan oleh
Menurut Marihot T.E Hariandja, menyatakan bahwa “penempatan merupakan proses penugasan kembali pegawai pada tugas/jabatan baru atau jabatan yang berbeda”. Dan Mathis & Jackson menyatakan bahwa “penempatan adalah menempatkan posisi seseorang ke posisi pekerjaan yang tepat, seberapa baik seorang karyawan cocok dengan pekerjaannya akan mempengaruhi jumlah dan kualitas pekerjaan.”
Menurut B. Siswanto Sastrohardiyo yang di kutip oleh Suwarno bahwa “penempatan karyawan adalah untuk menempatkan pegawai sebagai unsur pelaksana pekerjaan pada posisi yang sesuai dengan kemampuan, kecakapan, dan keahliannya.” Sedangkan Sastrohadiwiryo mengemukakan bahwa: “Penempatan tenaga kerja adalah proses pemberian tugas dan pekerjaan kepada karyawan yang lulus seleksi untuk dilaksanakan sesuai ruang lingkup yang telah ditetapkan, serta mampu mempertanggungjawabkan segala resiko dan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi atas tugas dan pekerjaan, wewenang serta tanggung jawab” Penempatan sebagai suatu langkah eksperimental yang sebenarnya bukanlah merupakan sebuah keputusan final.
Siagian mengemukakan bahwa “Penempatan tidak hanya berlaku bagi pegawai baru, akan tetapi berlaku pula bagi para pegawai lama yang mengalami alih tugas dan mutasi”. juga mengemukakakn bahwa “Konsep penempatan mencakup promosi, transfer, dan bahkan demosi sekalipun” Menurut Melayu S.P Hasibuan Penempatan SDM/ penempatan karyawan adalah tindak lanjut dari seleksi, yaitu menempatkan calon karyawan yang diterima pada jabatan/pekerjaan yang dibutuhkannya dan sekaligus mendelegasikan kepada orang tersebut
Menurut Sunyoto penempatan merupakan “proses atau pengisian jabatan atau penugasan kembali pegawai pada tugas atau jabatan baru atau jabatan yang berbeda” Memoria dalam Vitzhal Revai menyampaikan bahwa penempatan pegawai mengandung arti pemberian tugas tertentu kepada pekerja agar ia mempunyai kedudukan yang paling baik dan paling sesuai dengan didasarkan pada rekruitmen, kualifikasi pegawai dan kebutuhan pribadi.
Milkovich dan Boudreau yang dikutip oleh Sedarmayanti mengatakan bahwa: penempatan pegawai dari dalam dan orientasi pelatihan pegawai dipusatkan pada pengembangan pegawai yang ada secara tetap, mereka harus memelihara keseimbangan antara perhatian organisasi terhadap efesiensi (kesesuaian optimal antara skill dan tuntutan) dengan keadilan (mempersepsi bahwa kegiatan tersebut adalah adil, sah dan memberikan kesempatan merata).
Menurut Bedjo Siswanto penempatan adalah suatu proses pemberian tugas dan pekerjaan kepada tenaga kerja yang lulus seleksi untuk dilaksanakan sesuai ruang lingkup yang telah ditetapkan, serta mampu mempertanggungjawabkan segala risikonya dan kemungkinan kemungkinan yang terjadi atas tugas dan pekerjaan, wewenang, serta tanggung jawab.
Dari beberapa pengertian tentang penempatan tenaga kerja yang dikemukakan diatas, maka dapat di simpulkan bahwa penempatan adalah kebijaksanaan sumber daya manusia untuk menentukan posisi/jabatan seseorang sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya agar dapat melaksanakan pekerjaannya dalam suatu jabatan secara efektif dan efisien.
Tujuan Penempatan Tenaga Kerja
Setiap pekerjaan yang di laksanakan pada dasarnya mempunyai tujuan. Tujuan berfungsi untuk mengarahkan perilaku, begitu juga dengan penempatan karyawan, manajer sumber daya manusia, menempatkan seorang karyawan atau calon karyawan dengan tujuan antara lain agar karyawan bersangkutan lebih berdaya guna dalam melaksanakan pekerjaan yang di bebankan, serta untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan sebagai dasar kelancaran tugas.
Seperti yang dikatakan B. Siswanto Sastrohadiwiryo yang dikutip oleh Suwarno Maksud dan tujuan di adakan penempatan karyawan adalah untuk menempatkan karyawan sebagai unsur pelaksanaan pekerjaan pada posisi yang sesuai dengan criteria sebagai berikut
1 Pengetahuan
2 Kemampuan
3.Kecakapan
4 Keahlian
Prinsip-Prinsip Penempatan Tenaga Kerja (karyawan)
Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam penempatan karyawan yaitu:
1 Prinsip kemanusiaan.
Prinsip yang menganggap manusia sebagai unsur pekerja yang mempunyai persamaan harga diri, kemauan, keinginan, cita-cita, dan kemampuan harus di hargai posisinya sebagai manusia yang layak tidak di anggap mesin.
2.Prinsip Demokrasi.
Prinsip ini menunjukan adanya saling menghormati, saling menghargai, dan saling mengisi dalam melakasanakan pekerjaan.
3.Prinsip the right man on the right place
Prinsip ini penting di laksanakan dalam arti bahwa penempatan setiap orang dalam setiap organisasi didasarkan pada kemampuan. keahlian, pengalaman, serta pendidikan yang di miliki oleh orang yang bersangkutan.
4.Prinsip equal pay for equal work.
Pemberian balas jasa terhadap karyawan didasarkan atas hasil prestasi kerja yang di dapat oleh pegawai yang bersangkutan.
Baca Juga Penempatan Dan Orientasi Tebaga Kerja – Bag.2
Baca Juga Penempatan Dan Orientasi Tebaga Kerja – Bag.3
Baca Juga Penempatan Dan Orientasi Tebaga Kerja – Bag.4
Baca Juga Penempatan Dan Orientasi Tebaga Kerja – Bag.5
Sumber Manajemen Sumber Daya Manusia Sri Larasati MM,2018




