Penempatan Dan Orientasi Tebaga Kerja – Bag.4

Ruang SOP / Blog

3.Bureaucratic

Dijelaskan bahwa yang membuat seorang karyawan memilih. pekerjaan dan mengoptimalkan diri pada pekerjaan yang dipilihnya itu adalah hal-hal yang disediakan oleh perusahaan tempat karyawan tersebut bekerja. Hal-hal tersebut dapat berupa fasilitas-fasilitas yang diberikan seperti sarana transportasi. ruangan kerja yang nyaman untuk bekerja, sampai ke peralatan-peralatan kerja yang canggih, modern dan mendukung. penghargaan atas prestasi kerja, besar kecilnya gaji dan tunjangan tunjangan yang ditawarkan, kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh perusahaan, bimbingan dari perusahaan yang diberikan melalui atasan dan yang tidak kalah pentingnya adalah jenjang karir yang jelas. Meskipun suasana sosial yang ada tidak mendukung, para karyawan tersebut tetap mengoptimalkan diri dalam bekerja, karena karyawan jenis orientasi ini lebih mementingkan self-development dan lebih bertujuan ke peningkatan jenjang karir.

Pengalaman kerja awal tampaknya memegang peranan dalam karier seseorang pada suatu organisasi, pada saat inilah harapan individu dan harapan perusahaan saling berhadapan. Jika kedua harapan ini tidak ada kesesuaian, ketidakpuasan akan timbul. Saat pertama kali seseorang bekerja di lingkungan yang baru, akan nampak bahwa orang tersebut tidak familiar terhadap pekerjaannya. Situasi seperti itu juga terjadi pada mereka yang telah berpengalaman dalam pekerjaannya suasana serba baru seperti lingkungan kerja baru, teman kerja baru, prosedur kerja baru dan sebagainya dapat membuat tenaga kerja baru merasa cemas, dan tidak aman. Untuk mengatasi perasaan cemas, organisasi membuat program pengenalan yang disebut dengan orientasi.

Orientasi atau perkenalan bagi setiap karyawan baru harus dilaksanakan untuk menyatakan bahwa mereka betul-betul diterima dengan tangan terbuka menjadi karyawan yang akan bekerja sama dengan karyawan lain pada perusahaan itu, serta agar mereka secepatnya dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Dan agar orientasi berhasil guna,menurut French prosedur orientasi layaknya melalui perencanaan di mana program tersebut dikhususkan untuk memecahkan persoalan spesifik pegawai baru. Menurutnya pula bahwa kunci proses program orientasi pada pendekatan yang digunakan. Pendekatan yang partisipatif, sambutan yang hangat, dan perhatian pada individu merupakan hal yang penting dalam program orientasi.

Orientasi merupakan program yang dirancang untuk menolong karyawan baru (yang lulus seleksi) maupun karyawan lama mengenal pekerjaan dan perusahaan tempat dimana mereka akan bekerja. Program orientasi sering juga disebut dengan induksi, yakni memperkenalkan para pegawai dengan peranan atau kedudukan mereka, dengan organisasi dan dengan pegawai lain. Beberapa pengertian tentang organisasi diantaranya adalah sebagai berikut:

Menurut Mondy Orientasi adalah upaya pelatihan dan pengembangan awal bagi para karyawan baru yang memberi mereka informasi mengenai perusahaan, jabatan, dan kelompok kerja. H. Hadari Nawawi mengatakan bahwa Orientasi adalah usaha membantu para pekerja agar mengenali secara baik dan mampu beradaptasi. Ivancevich yang dikutip oleh Marwansyah mengatakan bahwa Orientasi adalah aktivitas sumber daya manusia yang memperkenalkan karyawan baru kepada organisasi dan kepada tugas-tugas yang harus dikerjakan, atasan, dan kelompok kerja.

Dessler mengatakan bahwa Orientasi adalah prosedur pemberian informasi pokok tentang perusahaan kepada karyawan baru. Cascio yang dikutip oleh Sedarmayanti mengatakan bahwa Orientasi adalah pengakraban dan penyesuaian dengan situasi atau lingkungan. Sedangkan menurut Decenzo & Robbins dalam Sedarmayanti, Orientasi adalah aktivitas yang melibatkan pengenalan karyawan baru kepada organisasi dan unit kerja mereka. Dan menurut Wether & Davis dalam Sedarmayanti, Orientasi adalah mengakrabkan karyawan dengan peran, organisasi. kebijakan organisasi, dan karyawan lain.

Orientasi merupakan aktivitas pemberian kesempatan untuk beradaptasi dengan pekerjaan berikut budaya kerja perusahaan. Simamora membagi orientasi menjadi dua yaitu:

1 Tahap induksi

Dalam tahap induksi karyawan baru mempelajari apa yang akan dilakukan, dimana tempat mereka meminta bantuan, serta peraturan, kebijakan, serta prosdur kerja dan sebagainya

2 Tahap sosialisasi

Dalam tahap sosialisasi karyawan baru mempelajari norma, sistem nilai, dan pola perilaku yang disyaratkan oleh organisasi.

Orientasi biasanya diklasifikasikan menjadi 2, yaitu:

1.Orientasi organisasi, adalah untuk memberitahu karyawan mengenai tujuan. riwayat, filosofi, prosedur dan pengaturan organisasi tersebut. Itu harus mencakup tunjangan kebijakan dan tunjangan SDM yang relevan seperti jam kerja, prosedur penggajian tuntutan lembur dan tunjangan.

2 Orientasi unit kerja, adalah mengakrabkan karyawan dengan sasaran unit kerja. memperjelas bagaimana pekerjaannya menyumbang pada sasaran unit itu dan mencakup perkenalan dengan rekan-rekan kerja barunya.

Tujuan Orientasi karyawan

Orientasi karyawan secara umum mempunyai beberapa tujuan,diantaranya adalah

1.Menyiapkan mental karyawan dalam menghadapi peralihan suasana

2.Menghilangkan hambatan psikologis dalam memasuki kelompok yang baru

3.Untuk mempelajari prosedur/mekanisme pekerjaan

4.Menjalin hubungan dengan atasan dan bawahan serta sesama karyawan

5.Memberikan karyawan perasaan memiliki dengan memperlihatkan bagaimana pekerjaan mereka sejalan dengan keseluruhan organisasi

6.Mengurangi jumlah stres dan kegelisahan yang dialami karyawan baru

7 Mengurangi biaya start-up

Beberapa pendapat tentang tujuan Orientasi sebagai berikut 1 Tujuan orientasi menurut R. E. Smith dalam Marwansyah, sebagai berikut:

a.Pengenalan organisasi atau perusahaan.

b.Penyampaian kebijakan dan praktik-praktik yang penting.

c.Penyampaian informasi tentang benefits dan services.

d.Pendaftaran program benefit.

e.Pengisian dokumen-dokumen kepegawaian.

f Penyampaian informasi tentang harapan-harapan manjemen.

g Penetapan harapan-harapan atau tujuan karyawan.

h. Pengenalan rekan-rekan kerja.

i. Pengenalan

j. Pengenalan tugas-tugas/pekerjaan.

2 Menurut Sedarmayanti, tujuan orientasi adalah sebagai berikut

a Memperkenalkan karyawan baru dengan ruang lingkup tempat bekerja, dan kegiatannya.

b Memberi informasi tentang kebijakan yang berlaku.

c.Menghindarkandihadapi karyawan baru, atas tugas atau pekerjaan yang diserahkan kepadanya.

d.Memberi kesempatan karyawan baru menanyakan berhubungan dengan pekerjaannya.

Baca Juga Penempatan Dan Orientasi Tebaga Kerja – Bag.1

Baca Juga Penempatan Dan Orientasi Tebaga Kerja – Bag.2

Baca Juga Penempatan Dan Orientasi Tebaga Kerja – Bag.3

Baca Juga Penempatan Dan Orientasi Tebaga Kerja – Bag.5


Sumber
Manajemen Sumber Daya Manusia
Sri Larasati MM,2018

KATEGORI SOP

RECENT POST

RUANG SOP

Merupakan jawaban untuk Anda dalam mengelola ataupun menyusun setiap proses dalam bidang usaha yang Anda miliki. Dengan adanya SOP, Anda akan lebih mudah menentukan ke-efektivan dan membuat Anda lebih BIJAK dalam menentukan setiap proses yang dibutuhkan.

LOCATION

Grand Pesona Pandanwangi Ruko Kav 2 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

cs.ruangsop@gmail.com

Monday – Friday / 09.00 – 16.00 WIB

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping

Powered by
Hubungi Kami
By Ruang SOP
Halo kak, mau bertanya SOP yang mana?