6.Pemeriksaan kesehatan Pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan baik oleh dokter diluar perusahaan maupun dokter yang telah dipersiapkan oleh perusahaan untuk mendapatkan karyawan yang memenuhi persyaratan kesehatan fisik untuk pekerjaan- pekerjaan tertentu atau memperoleh karyawan yang dapat mengatasi stress fisik dan mental suatu pekerjaan.
7.Keputusan diterima, apakah diputuskan oleh atasan langsung atauDepartemen Personalia, keputusan penerimaam menandai berakhirnya proses seleksi.
Blanko lamaran para pelamar yang diterima merupakan data awal file personalia dan berisi informasi yang berguna bagi kegiatan-kegiatan Personalia selanjutnya, bila pelamar bekerja tidak memuaskan setelah dia diterima sebagai contoh. Departemen Personalia dapat melakukan rekonstruksi proses seleksi Dalam rekonstruksi mungkin akan ditemukan tes-tes yang tidak valid, wawancara tidak tepat atau kesalahan lain dalam proses seleksi.
Karakteristik tes dalam seleksi yang baik menurut Sofyandi harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut,
1.Standarisasi, sebuah tes yang baik harus memiliki keseragaman
prosedur dan kondisi bagi semua serta.
2.Objektivitas, untuk setiap jawaban yang sama harus diberikan hasil/nilai yang sama. Hasil/nilai tes tidak boleh didasarkan pada subjektivitas terhadap aspek-aspek tertentu dari peserta tes.
3.Norma, setiap tes harus memiliki norma, kerangka acuan untuk membandingkan prestasi pelamar. Tanpa norma, hasil seorang peserta tidak dapat diklasifikasikan: apakah nilainya baik atau buruk, apakah ia lulus atau tidak, apakah nilainya lebih baik atau lebih buruk dibandingkan peserta lain. Reliabilitas, berarti bahwa sebuah alat seleksi memberikan hasil
4.yang konsisten setiap kali seseorang menempuh tes ini.
5.Validitas, berarti bahwa alat seleksi (biasanya sebuah tes) berhubungan secara signifikan dengan prestasi kerja atau dengan criteria lain yang relevan. Dengan kata lain, sebuah tes dikatakan valid jika ia benar-benar mengukur apa yang ingin diukur.
Proses seleksi sangat penting Beberapa kualifikasi berikut ini menjadi dasar dalam proses seleksi adalah sebagai berikut:
1 Keahlian
Merupakan salah satu kualifikasi utama yang menjadi dasar dalam proses seleksi, kecuali bagi jabatan yang tidak memerlukan keahlian. Penggolongan keahlian dapat dikemukakan sebagai berikut:
a.Technical skill, yaitu keahlian teknik yang harus dimiliki para karyawan pelaksana.
b.Human skill, yaitu keahlian yang harus dimiliki oleh karyawan, terlebih mereka yang akan memimpin beberapa orang bawahan:
c.Conceptual skill yaitu keahlian yang harus dimiliki oleh mereka yang akan memangku jabatan puncak pimpman sebagar figure yang mampu mengkoordinasi berbagai aktivitas untuk mencapai tujuan organisasi.
2.Pengalaman Pengalaman pelamar cukup penting artinya dalam suatu proses seleksi, karena suatu organisasi/perusahaan cenderung akan memilih pelamar yang berpengalaman dari pada yang tidak berpengalaman karena dipandang lebih mampu melaksanakan tugasnya. Selain itu, kemampuan intelegensi juga menjadi dasar pertimbangan karena orang yang memiliki intelegensi yang baik biasanya orang yang memiliki kecerdasan yang cukup baik. Faktor pengalaman saja tidak cukup untuk menentukan kamampuan.
3.Usia
Usia lanjut tenaga fisiknya relatif terbatas meskipun banyak pengalaman. Mereka yang berusia muda mungkin saja memiliki vitalitas yang cukup baik. Tetapi rasa tanggung jawabnya relatif kurang dibandingkan dengan usia dewasa. Oleh karena itu, yang terbaik pelamar yang berusia sedang atau sekira usia 30 tahun, Namun bukan berarti usia muda dan usia lanjut tidak menjamin diterima tidaknya seseorang pelamar.
4.Jenis kelamin
Jenis kelamin memang sering pula diperhatikan, terlebih-lebih untuk jabatan tertentu. Jabatan-jabatan memang dikhususkan untuk pria, ada juga yang khusus untuk wanita. Tetapi banyak juga yang terbuka untuk kedua jenis kelamin tersebut.
5.Pendidikan
Kualifikasi pelamar merupakan cermin dari hasil pendidikan dan pelatihan sebelumnya, yang akan menentukan hasil seleksi selanjutnya dan kemungkinan penempatanya dalam organisasi bila pelamar yang bersangkutan diterima. Tanpa adanya latar belakang pendidikan tersebut maka proses pemilihan atau seleksi akan menjadi sulit.
6.Kondisi Fisik
Kondisi fisik seseorang pelamar kerja turut memegang peranan penting dalam proses seleksi. Bagaimana pun juga suatu organisasi. secara optimal akan senantiasa ingin memperoleh tenaga kerja yang sehat jasmani dan rohani kemudian memiliki postur tubuh yang cukup baik terutama untuk jabatan-jabatan tertentu
7.Tampang
Menurut Manullang, dalam jabatan-jabatan tertentu, tampang juga merupakan salah satu kualifikasi yang menentukan berhasil atau tidaknya seseorang dalam melaksanakan tugasnya. Misalnya, tugas sebagai pramugari, pelayan toko, Front Office, dll.
8.Bakat
Bakat atau aptitude seseorang calon pelamar tenaga kerja turut juga pemegang kunci sukses dalam proses seleksi. Bakat ini dapat tampak pada tes-tes, baik fisik maupun psikologi. Dari tes-tes tersebut dapat diketahui bakat yang tersembunyi, yang suatu saat nantinya dapat dikembangkan.
9.Temperamen
Temperamen adalah pembawaan seseorang. Temperamen tidak dipengaruhi oleh pendidikan, namun berhubungan langsung dengan ’emosi seseorang. Menurut Manullang, temperamen adalah sifat yang mempunyai dasar bersumber pada faktor-faktor dalam jasmani bagian dalam, yang di timbulkan oleh proses-proses biokimia. Temperamen seseorang itu bermacam-macam, ada yang periang, tenang, bersemangat, pemarah, pemurung, pesimis, dll. Hal ini menentukan sukses tidaknya seleksi atau tempat yang cocok bagi seseorang pelamar bila diterima bekerja dalam organisasi.
10.Karakter
Karakter berbeda dengan tempramen meskipun ada hubungan yang erat antara keduanya. Temperamen adalah faktor ‘endogen”,sedangkan karakter adalah faktor ‘exogen
Baca Juga Penggandaan SDM – Bag.1
Baca Juga Penggandaan SDM – Bag.2
Baca Juga Penggandaan SDM – Bag.3
Baca Juga Penggandaan SDM – Bag.4
Baca Juga Penggandaan SDM – Bag.5
Baca Juga Penggandaan SDM – Bag.7
Sumber Manajemen Sumber Daya Manusia Sri Larasati MM,2018




