Perubahan SOP – Bag. 2

Ruang SOP / Blog

  1. Usaha yang dijalankan tidak berkembang atau stagnan.

Perlu anda ingat bahwa SDM yang dimiliki perusahaan merupakan ujung tombak keberhasilan setiap perusahaan. Keberhasilan suatu perusahaan tergantung seberapa baik karyawan di dalamnya untuk mau bekerja demi tercapainya visi dan misi perusahaan. Salah satu alasan, mengapa karyawan mau bekerja untuk kemajuan perusahaan adalah adanya prosedur yang jelas mengenal pekerjaan yang mereka lakukan. Apabila SOP yang dibuat tidak jelas, kinerja mereka akan menurun. Dampak jangka panjangnya adalah menurunkan produktivitas dan kualitas yang dihasilkan oleh perusahaan. Sehingga, usaha yang dijalankan tidak berkembang. Oleh sebab itu, adanya perubahan SOP; diharapkan dapat mengurangi dampak buruk tersebut.

B.Penolakan Perubahan SOP

Di bab sebelumnya, telah membahas alasan dilakukannya perubahan SOP Secara umum, perubahan dilakukan agar SOP yang diterapkan lebih relevan dengan situasi sekarang. Apabila SOP telah sesuai dengan kondisi di lapangan, hal tersebut akan berdampak pada efektivitas kerja yang memudahkan pencapaian visi dan misi perusahaan. Perubahan SOP yang efektif harus mampu memahami penolakan yang seringkali mengikuti perubahan. Namun pada kenyataannya, terdapat beberapa hal yang menjadi alasan munculnya penolakan terhadap perubahan organisasi. Beberapa di antaranya adalah munculnya ketidakpastian, ketakutan akan ancaman pada pemenuhan kepentingan pribadi, perbedaan persepsi, dan rasa kehilangan.

Secara umum akan muncul beberapa reaksi terkait dengan perubahan yang dilakukan dalam organisasi. Orang mungkin

menyangkal bahwa perubahan yang terjadi dapat berperan positif bagi kemajuan organisasi. Mereka justru beranggapan bahwa perubahan akan memungkinkan organisasi kehilangan efektivitasnya. Oleh sebab itu, banyak orang mengabaikan perubahan prosedur yang telah ditetapkan. Apabila itu terjadi, maka atasanlah yang harus bertindak agar karyawan tetap mau mengikuti perubahan yang ada dan meyakinkan bahwa perubahan akan membawa kebaikan bagi seluruh anggota organisasi.

Secara umum,perubahan dilakukan agar SOP yang diterapkan lebih relevan dengan situasi sekarang. Resistensi atau penolakan pada perubahan; pada umumnya akan teriadi ketika ada sesuatu yang mengancam ‘nilai’ seseorang atau individu.

1.Alasan utama resistensi terhadap perubahan SOP

Resistensi atau penolakan pada perubahan; pada umumnya akan terjadi ketika ada sesuatu yang mengancam nilai seseorang atau individu. Ancaman tersebut bisa saja real atau justru hanya suatu persepsi mereka saja. Dengan kata lain, ancaman atau ketakutan tersebut muncul dari pemahaman yang memang benar atas perubahan yang akan terjadi atau sebaliknya, hanya karena ketidakpahaman atas perubahan yang terjadi.

Secara umum ada beberapa alasan utama, orang melakukan perlawanan terhadap perubahan (dari berbagai sumber):

a.Ketakutan terhadap kemungkinan-kemungkinan yang tidak dapat diprediksi.

Perubahan berimplikasi pada ketidakpastian; dan ketidakpastian adalah sesuatu yang tidak memberikan kenyamanan bagi mereka yang merasakannya. Ketidakpastian akan apa yang akan terjadi, setelah muncul SOP baru-menyebabkan keraguan atau ketidaktahuan terhadap apa yang mungkin akan terjadi. Hal tersebutlah yang mendorong rasa takut, dan menolak perubahan menjadi tindakan yang dapat mengurangi rasa sakit itu

b.Ketakutan akan kegagalan.

mungkin menuntut keterampilan dan kemampuan di luar kapabilitas seseorang. Mungkin SOP yang baru meningkatkan target, atau membutuhkan skill baru yang tidak diterapkan di SOP yang lama. Resistensi terhadap target atau skill baru kemudian terkadang memunculkan rasa percaya diri. Sehingga, mereka merasa tertekan karena mereka merasa tidak memiliki keterampilan baru atau perilaku baru yang dituntut di SOP yang baru.

c.Tidak sepakat dengan kebutuhan akan perubahan.

Ada beberapa orang yang terlalu kritis melihat sistem yang ada di perusahaan mereka. Terkadang ada beberapa hal yang tidak dapat diberitahukan secara gamblang oleh atasan, atau pihak manajemen; mengapa harus ada perubahan dalam sistem prosedur yang mereka gunakan? Hal tersebut menjadikan anggota organisasi merasa bahwa langkah yang baru adalah langkah yang salah dan tidak masuk akal.

d.Takut kehilangan sesuatu yang bernilai baginya.

Setiap anggota organisasi tentu ingin pada mereka. Mengubah kebiasaan satu dengan mengetahui bagaimana dampak perubahan kebiasaan lain; bukanlah persoalan yang mudah, bagi orang-orang yang kaku dan kurang fleksibel. Akan tetapi, apabila mereka memang dituntut oleh manajemen untuk mengikuti SOP yang baru, mereka harus meyakini bahwa akan ada perubahan yang signifikan pada diri mereka. Secara tidak langsung, perubahan yang ada dapat memberikan manfaat bagi mereka. Jika mereka merasa yakin bahwa mereka akan kehilangan sesuatu sebagai hasil dari penerapan perubahan, mereka pun akan menolak.

e.Enggan meninggalkan “comfort-zone” atau “wilayah aman.”

Seringkali karyawan merasa takut menuruti ‘keinginan’ untuk melakukan hal baru karena akan memaksa mereka keluar dari wilayah yang selama ini sudah nyaman. Melakukan prosedur baru berarti melakukan hal baru yang juga mengandung sejumlah resiko didalamnya.

f.Keyakinan yang salah.

Tidak sedikit orang merasa yakin bahwa segala sesuatu akan selesai dengan sendirinya; suatu saat, tanpa melakukan apa pun. Sebenarnya hal demikian sekadar untuk memudahkan diri sendiri dan menghindar dari risiko. Keyakinan tersebut yang membelenggu orang sehingga mereka malas sekali untuk melakukan perubahan, termasuk enggan untuk mengikuti perubahan SOP yang ada.

g.Ketidakpahaman dan ketiadaan kepercayaan.

Anggota organisasi menolak perubahan ketika mereka tidak memahami implikasinya, dan menganggap bahwa perubahan bisa jadi hanya akan lebih banyak membebani daripada apa yang dapat diperoleh. Situasi demikian terjadi apabila tidak ada kepercayaan antara pihak yang mengusulkan perubahan dengan para anggota organisasi.

Baca Juga Perubahan SOP – Bag. 1

Baca Juga Perubahan SOP – Bag. 3



Sumber
Panduan Lengkap Menyusun SOP
Fajar Nuraini D.F, M.psi, 2020

KATEGORI SOP

RECENT POST

RUANG SOP

Merupakan jawaban untuk Anda dalam mengelola ataupun menyusun setiap proses dalam bidang usaha yang Anda miliki. Dengan adanya SOP, Anda akan lebih mudah menentukan ke-efektivan dan membuat Anda lebih BIJAK dalam menentukan setiap proses yang dibutuhkan.

LOCATION

Grand Pesona Pandanwangi Ruko Kav 2 Jl. Simpang L.A Sucipto Gang Makam Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing Kota Malang Jawa Timur 65124

cs.ruangsop@gmail.com

Monday – Friday / 09.00 – 16.00 WIB

Shopping cart

0
image/svg+xml

No products in the cart.

Continue Shopping

Powered by
Hubungi Kami
By Ruang SOP
Halo kak, mau bertanya SOP yang mana?